Batas Semu Nasionalisme Ide Busuk Pemisah Negeri Muslim, Rafah Ditutup Lagi!

a-rafah_430_250.jpg (430×250)Batas semu nasionalisme benar-benar telah memecah belah umat dan menyengsarakan. Kaum Muslim bersaudara pun harus terpisahkan dengan batas-batas semu buatan penjajah Barat atas negeri-negeri kaum Muslim.
Baru-baru ini, pemerintah Mesir mendadak menutup jalur penyeberangan Rafah pada hari Sabtu, 04/06/2011, yang merupakan satu-satunya pintu bagi warga terkepung Jalur Gaza untuk berhubungan dengan dunia luar.

Penutupan jalur penyeberangan Rafah itu dilakukan tanpa pemberitahuan sebab-sebabnya.

Kantor berita Fars melaporkan, puluhan warga Gaza hari ini mendapati pintu gerbang jalur penyeberangan Rafah tertutup rapat. Sejak dibuka bulan lalu, ini pertama kalinya gerbang penyeberangan Rafah ditutup.

Para pejabat perbatasan Gaza menyatakan bahwa tiga bus yang mengangkut 180 warga Palestina, telah menanti di gerbang penyerangan Rafah sejak pagi. Mereka marah karena penutupan perbatasan Rafah itu terjadi tanpa pemberitahuan dari pejabat Mesir.

Jumat 27 Mei, pemerintah Mesir menyatakan bahwa perbatasan Rafah dibuka secara permanen mulai jam 9 pagi hingga 9 malam waktu setempat setiap hari kecuali Jumat dan hari libur. Namun perbatasan Rafah itu kembali ditutup, Gaza pun kembali terkepung.

Demikianlah, kaum Muslim masih terpenjara dengan batas-batas semu Nasionalisme yang telah memecah belah umat Islam, umat yang satu ini. Nasionalisme merupakan ide Barat untuk memecah belah kaum Muslim sehingga umat terpisah-pisah.
Sudah saatnya, umat ini mengenyahkan segala bentuk batas-batas pemisah serta mencampakkan ide-ide pemecah belah nasionalisme. Umat hanya membutuhkan satu kesatuan politik di bawah naungan Khilafah Islamiyyah yang akan menyatukan kaum Muslim sedunia dan mengembalikan kemuliaan, kewibawaan dan kejayaan umat ini. Insya Allah, semakin dekat. [m/irib/syabab.com]