Sebuah ledakan bom yang kuat telah menewaskan sedikitnya empat pasukan pimpinan Amerika di Afghanistan pada saat pasukan asing terus mengalami beberapa hari paling mematikan mereka di negara ini.
Sebagian besar pasukan asing yang berbasis di Afghanistan timur adalah militer Amerika.
Kematian itu membawa setidaknya 188 jumlah pasukan NATO yang tewas di Afghanistan tahun ini.
NATO mengaku meningkatnya perlawanan militan di Afghanistan meskipun ada kehadiran sekitar 150.000 pasukan pimpinan Amerika di negara itu.
Meningkatnya korban pasukan NATO telah menyebabkan kemarahan di negara anggota aliansi selama perang di Afghanistan.
Invasi Afghanistan berlangsung dengan tujuan resmi membatasi militansi dan membawa perdamaian dan stabilitas negara. Sembilan tahun berlalu, bagaimanapun, Afghanistan tetap tidak stabil dan warga sipil tetap harus membayar harga atas invasi tersebut.(fq/prtv)

Post a Comment