“Kami membunuh Osama, bukan untuk memerangi Islam. Tapi kami memerangi Osama demi perdamaian dunia Islam”
Orang Islam mana yang mau dibohongi Obama atas kekejamannya selama ini dengan dalih perang melawan Al Qaidah adalah sebuah itikad menuju sebuah tata kemanusiaan. Tata kemanusiaan versi siapa? Tata kemanusiaan versi Amerika.
Kita tidak bisa memisahkan antara ucapan Obama dan semangat teokrasi Dajjalis ala bangsa sombong itu. Karena teologi dan kepentingan adalah dua sisi mata uang yang selalu dikorbankan Amerika lewat semangat Perang Salibnya.
Robert Fisk, selaku Jurnalis senior The Independent London dan ahli masalah Timur Tengah langsung mengomentari pernyataan Bush dengan mengatakan, “Nampaknya Presiden Bush benar-benar yakin bahwa dia tengah memimpin Perang Salib. Beberapa hari yang lalu dia menggunakan istilah ini meskipun dia telah diingatkan.”
Kevin Philips, dalam American Theocracy: The Peril and Politics of Radical Religion, Oil, and Borrowed Money in the 21st Century, seperti dikutip Profesor Abdul Hadi, menilai ada pengaruh fundamentalis Kristen yang radikal dalam pemerintahan Bush. Motif serbuan AS terhadap Negara-negara Timur Tengah tidak hanya disebabkan keinginan menguasai minyak dunia. Motif lain yang tersembunyi bersifat keagamaan, yaitu keinginan untuk mewujudkan “impian apokaliptik” yang melekat dalam dogma Kristen fundamentalis.
Apokaliptik sendiri adalah penyingkapan terhadap teks wahyu mengenai tanda-tanda akhir zaman berupa kejadian-kejadian dahsyat dan kerusakan besar disebabkan ulah Sang Perusak yang disebutAntichrist (orang Islam menyebutnya Dajjal). Untuk menyelamatkan umatnya yang beriman Isa Almasih akan turun dan memulihkan kembali kerajaan Tuhan di muka bumi dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.
Obama adalah seorang Kristen Zionis yang begitu taat sekaligus cerdas. Semangat misi zionis dalam jiwanya banyak tertuang dalam caranya membangkitkan militansi perang salib di tubuh pasukannya.
Kita masih ingat, Obama pernah mengatakan kepada Veteran Perang di tahun 2009 bahwa Amerika Serikat tidak memilih untuk bertempur di Afghanistan, tetapi terpaksa untuk menyerang negara itu untuk menghentikan serangan seperti 11 Spetember di masa depan.
Dan Obama betul-betul menemukan momentum pasnya untuk melebarkan sayap Zionisme seperti terlihat dalam antusiasme masyarakat pasca syahidnya Usamah.
Bayangkan kita sudah tidak bisa membedakan mana masyarakat sipil mana pemerintah AS, mereka semua turun ke jalan membunyikan mobil, menyalakan motor, menyetel Televisi siang malam dan menyebarkannya seluruh dunia, seakan akan mereka akan menyambut Sang Mata Satu turun ke bumi.
وَأَنَّ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ مَمْسُوحُ الْعَيْنِ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ وَغَيْرِ كَاتِبٍ – أحمد
"Dan sesungguhnya Dajjal itu bermata satu; sebelah matanya tidak nampak. Di antara kedua matanya tertulis "kafir" yg terbaca oleh setiap mu'min yg mengerti baca-tulis ataupun tidak." (HR Ahmad)
Kita seakan diingatkan akan suatu simbol yang tertera pada lembar uang kertas satu dollar Amerika Serikat (one dollar bill). Di dalamnya kita lihat sebuah gambar yang disebut sebagai The Great Seal (Meterai Yang Agung). Gambar ini sarat makna dan isyarat. Kata-kata berbahasa Latin Novus Ordo Seclorum berarti the New World Order (Tatanan Dunia Baru).
Sedangkan di atas tulisan tersebut ada gambar primada yang tidak sempurna karena bagian pucuknya terpotong. Lalu di atas piramida itu ada sebuah segitga yang berukuran persis sesuai untuk diletakkan menjadi pucuk piramida. Di dalam segitiga tersebut terdapat gambar mata tunggal. Lalu di atas segitiga bermata tunggal itu ada tulisan Latin Annuit Coeptis yang berarti “the Eye of Providence has approved of (our) undertakings.” (si Mata Tunggal telah merestui usaha-usaha kami).
oleh HABIB RIZIEQ FPI

Post a Comment