Menurut kabar yang baru, pendeta radikal sedang mempertimbangkan menempatkan nabi Muhammad "pada''pengadilannya (gambarnya juga direncanakan dibakar).
Demonstrasi memasuki ke hari kelima setelah beberapa ratus orang berkumpul di Universitas Kabul meneriakkan slogan "kematian bagi Amerika" dan "kami ingin pembakar Al Quran untuk dibalas".
Aksi demonstrasi atas pembakaran mushaf Al Quran tersebut dimulai di kota Mazar-i-Sharif pada hari Jumat, dimana kantor PBB kemudian dirusak dan tujuh karyawan tewas dalam bentrokan yang tidak terhindarkan. Puluhan pengunjuk rasa Afghanistan juga meninggal dan lebih dari 150 lainnya terluka dalam bentrokan dengan polisi pada dua hari berikutnya.
Daily Mail melaporkan pada hari Senin bahwa pendeta kontroversial asal Florida ,Terry Jones, telah bersumpah untuk meningkatkan kampanye provokatifnya terhadap Islam, dan sedang mempertimbangkan untuk menempatkan Nabi Muhammad "pada sidang" selanjutnya.
Meskipun bukti telah jelas bahwa tindakannya telah menyebabkan korban jiwa dan kekerasan yang meluas di Timur Tengah, pendeta radikal itu tetap tidak bertobat dan meminta maaf atas tindakannya dan bahkan telah mengisyaratkan bahwa ia akan melakukan tindakan provokatif lebih lanjut.
[muslimdaily.net/alarby]

Post a Comment