“Menurut dugaan kami temen-temen di BUMN, pembangunan gedung yang senilai 1,1 triliun itu tidak pantas dibangun DPR. Karena kan tidak beli tanah, ini kan hanya bangunan dan ada dugaan mark-up dan setoran kepada anggota DPR, pasti,” ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pers di Gedung Arva, Cikini, Jakarta, Minggu (3/4/2011).
Berdasarkan perhitungan Arief biaya pembangunan gedung baru DPR seharusnya hanya berkisar Rp700 miliar. Dugaan mark-up kian menjadi-jadi mengingat sebelumnya juga sudah ada preseden hal yang sama dalam proyek renovasi rumah dinas anggota DPR di Kalibata.
"Dari sisi proposalnya, juga ada dugaan murk-up. Anggaran Rp1,1 triliun menurut teman-teman di BUMN bilang ada mark- up. Rp700 miliar itu rasionalnya menurut teman-teman di BUMN,” kata Arief tanpa menjelaskan siapa teman-teman yang dia maksud dan dari BUMN mana.(ach/OZ/RIMANEWS)

Post a Comment