Masih ingatkah kita akan doktrin yang kuat nuansa tauhid dan kental dengan akhlakul karimah?
Ketika itu menundukkan pandangan adalah perintah Allah langsung kepada kita.
Ketika itu izzah seorang Muslimah terjaga dari fitnah campur baur dengan non-muhrim.
Ketika itu izzah seorang Muslimah terjaga dari fitnah campur baur dengan non-muhrim.
Ketika itu indahnya ukhuwah dan “wala” hanya berlandaskan aqidah dan iman, bukan kepentingan dan koalisi.
Ketika itu “al wala wal baro” masih materi yang hangat di dengar, dimana Amerika adalah laknatullah yang mendukung penjajahan tanah Palestin dan Zionis yang membunuhi saudara kita seiman.
Ketika itu tidak kisah mesra dan romantis antara kami dan musuh-musuh Allah.
Ketika itu kita haramkan mereka dari negosiasi sebelum tegaknya keadilan.
Ketika itu kita teriakkan mereka sebagai ‘thogut’ dan kita membenci mereka karena Allah.
Ketika itu “al wala wal baro” masih materi yang hangat di dengar, dimana Amerika adalah laknatullah yang mendukung penjajahan tanah Palestin dan Zionis yang membunuhi saudara kita seiman.
Ketika itu tidak kisah mesra dan romantis antara kami dan musuh-musuh Allah.
Ketika itu kita haramkan mereka dari negosiasi sebelum tegaknya keadilan.
Ketika itu kita teriakkan mereka sebagai ‘thogut’ dan kita membenci mereka karena Allah.
Namun, semua sudah berlalu.
“Al Wala Wal Baro” adalah jargon yang tidak perlu lagi dibahas secara mendalam. Semua berubah, entah demi apa.

Tidak perlu lagi teriakkan “laknatullah” kepada mereka, kini mereka dapat menjadi kawan yang berguna bagi ‘dakwah’.


Tidak lagi mereka kita labeli sebagai ‘thogut’, karena mereka selayaknya kita jadikan guru bangsa dan sepantasnya kita mengikuti jejak langkah mereka.

Inilah ‘dakwah’ sekarang ini. ‘Dakwah’ yang telah berevolusi.
sumber: http://tarbiyahbukanpks.wordpress.com/2011/04/20/dakwah-kami-kini/
Baca Juga:_______________________________

Subhanallah... nice post! :-)
ReplyDelete