Bush: Belum Waktunya AS Mundur dari Afghanistan

WASHINGTON  – Meski perang di Afghanistan sudah berlangsung selama 10 tahun, agaknya itu belum cukup bagi George W. Bush. Bush mengatakan, masih belum waktunya menarik diri dari Afghanistan.
"Yang saya khawatirkan tentu saja jika Amerika Serikat lelah berada di Afghanistan, (merasa perang) itu tidak perlu dan pergi," kata Bush dalam wawancara pada program On the Record with Greta Van Susteren yang ditayangkan Fox News, Kamis (31/3).
"Baik Laura maupun saya sama-sama yakin bahwa jika itu terjadi, maka (kaum) wanita akan kembali menderita. Kami tidak percaya Amerika Serikat atau dunia ingin menciptakan tempat perlindungan bagi para teroris dan diam saja melihat hak-hak wanita dilanggar," tambah Bush.
Wawancara itu dilakukan saat The George W. Bush Institute di Dallas menggelar konferensi selama dua hari mengenai peluang ekonomi kaum wanita di Afghanistan, sebuah isu yang juga didukung Laura Bush saat masih tinggal di Gedung Putih.
"Kami ‘memerdekakan’ Afghanistan dari Taliban karena (mereka) menyediakan perlindungan bagi Al Qaeda," kata Bush dalam wawancara dengan Van Susteren. "Saya yakin, baik dulu maupun sekarang kita berkewajiban membantu agar demokrasi yang masih hijau di Afghanistan bisa bertahan, dan salah satu cara yang paling baik dan efektif adalah memperkuat kaum wanita," tambah Bush.
Bush menambahkan, dirinya sudah mendengar ada "perkembangan besar" di berbagai kota di Afghanistan, meski masih sering ditemui "prasangka yang sudah ada sejak lama" terhadap kaum wanita.
"Khususnya di kawasan pedesaan di Afghanistan, kaum wanita masih mendapatkan perlakuan kejam," kata Bush. "Jadi, tujuannya bukanlah melihat dan mengatakan betapa buruknya hal itu, namun memikirkan bagaimana membuatnya baik."
"Isolasi akan membantu mengakhiri perlakuan buruk terhadap beberapa orang, sebuah hal yang menurut saya tidak bisa dibiarkan oleh negara kita," kata Bush.
Setelah tidak lagi menjabat presiden, Bush tidak banyak terlihat. Wawancara itu merupakan satu dari sedikit kesempatan Bush memberikan komentar perihal invasi Afghanistan, yang diluncurkan Bush pada 2001, sejak sang mantan presiden meninggalkan Gedung Putih.
Laura Bush juga berbicara kepada Van Susteren dan menekankan kembali perlunya memperkuat kaum wanita di Afghanistan.
"Kita tahu bahwa perekonomian tidak bisa berhasil jika semua pihak tidak dilibatkan. Di sebuah negara yang separuh populasinya, yang kaum wanitanya tidak diikutsertakan dalam perekonomian dan tidak bisa bekerja, kita melihat negara dan perekonomian yang runtuh,"  kata Laura Bush.
Pada awal Maret lalu, Rajiv Chandrasekaran dari Huffington Post melaporkan bahwa pemerintahan Obama mengurangi ekspekstasi dan mengurangi fokus dalam upaya transformasi hak-hak wanita dibanding sebelumnya. Seorang pejabat senior mengatakan, "Isu gender akan disisihkan demi prioritas-prioritas lain. Tidak mungkin kita bisa berhasil jika kita tetap mempertahankan kepentingan khusus dan keinginan pribadi. Hal itu membuat kita jatuh."
Pemerintahan Obama mengatakan bahwa pihaknya akan secara perlahan menyerahkan tanggung jawab kepada pasukan keamanan Afghanistan saat AS menarik pasukannya antara musim panas ini dan akhir tahun 2014.
Tapi, sebuah laporan Government Accountability Office, lembaga pengawas pemerintah, yang dirilis Januari lalu mempertanyakan apakah inti dari strategi keluar pemerintahan Obama dari Afghanistan itu bisa berjalan sesuai yang dijanjikan. (dn/hp/cn) www.suaramedia.com