PARIS – Mengekspos laporan Liga Pertahanan Inggris (EDL) tentang upaya terbaru pemimpin EDL Stephen Lennon untuk merusak hubungan komunitas di Luton, dia mengunggah laporan berikut di laman Facebook EDL kemarin.
"Semalam di Luton seorang pendeta dipukuli ketika pulang dari misa Sabtu, kabarnya para pelaku adalah pemuda Muslim! Kami masih menunggu konfirmasi tapi EDL akan siaga untuk Sabtu ini seandainya benar ribuan warga Luton akan turun ke jalan! INI AKAN MENJADI FASE TERAKHIR!"
Pendukung EDL bereaksi seperti yang telah diduga oleh Lennon. Beberapa contoh komentar dari mereka:
"Kurang ajar. Ayo kita pukuli mereka. EDL sampai aku mati!!"
"Kalau ini benar maka respon yang tepat haruslah pembalasan dengan kekerasan. Semua pendekatan damai non-agresif ini perlu disingkirkan."
"Bajingan kotor harus ditembak."
"Orang-orang ini perlu disuntik mati seperti anjing."
"Semoga Tuhan memaafkan mereka karena kita tidak akan memaafkan mereka. Gantung mereka."
"Saatnya beraksi. Mereka harus membayar dan aku ingin merasakan darah mereka di wajahku."
"Saatnya untuk menghapus wabah ini dari negara kita. Wanita dan anak-anak kita dan sekarang keyakinan kita tidak akan aman sampai semua orang kurang ajar ini disingkirkan dari sini."
Darcy Jones dari Exposing EDL menambahkan, "Sebuah postingan identik dibuat di profil Facebook pribadi Stephen semalam dan memicu reaksi serupa. Beberapa rasisme yang sangat menyinggung dan ancaman pembakaran dilontarkan. Kedua postingan itu telah disampaikan ke polisi Bedfordshire karena kami takut hasutan palsu ini membahayakan komunitas Stephen."
Lennon mengatakan polisi telah mendesaknya untuk meninggalkan rumah sebelum protes anti-Islam EDL di Luton.
Pendiri EDL itu mengklaim telah diperingatkan bahwa nyawanya dalam bahaya jika dia memimpin protes di Luton.
Penggiat kampanye anti-Islam itu mengatakan dirinya berada di bawah perlindungan polisi. Dia mengklaim kepolisian Bedfordshire telah memberinya "peringatan Osman", yang dikeluarkan oleh polisi untuk menginformasikan individu bahwa mereka terancam akan dibunuh oleh seseorang yang tampak memiliki kapabilitas mewujudkan ancaman mereka.
Lennon, yang rutin memakai rompi anti-peluru, mengatakan bahwa peringatan itu menyusul pesan SMS yang mengancam untuk membunuh anak-anaknya.
Dia mengatakan sebuah peringatan diberikan kepadanya oleh polisi menyatakan bahwa komunitas Islam merasa gelisah terhadap demonstrasi vandalis EDL keesokan harinya. (rin/iw/gd)www.suaramedia.com

Post a Comment