Pangeran Saudi Berusaha Hentikan Persidangan Terhadap Mubarak

Miliarder Saudi Pangeran Al-Walid bin Talal dilaporkan telah menawarkan sejumlah uang yang banyak dalam upaya untuk menghentian persidangan yang diajukan terhadap diktator Mesir yang digulinggkan Hosni Mubarak.
Pangeran Saudi sekuler tersebut baru-baru ini bertemu dengan sejumlah pejabat di pemerintah Mesir yang baru dan mengusulkan untuk membayar mereka sekitar 4 miliar dolar. Sebagai imbalannya, ia mengharapkan para pejabat Mesir untuk memberhentikan tuduhan yang dilontarkan terhadap Mubarak, IRNA mengutip sebuah laporan yang diterbitkan oleh situs berita Al-Watan.
Pangeran al-Walid bin Talal juga berusaha mencari kekebalan hukum dari penuntutan terhadap keluarga Mubarak.
Sebelumnya ratusan aksi demonstrasi berlangsung hampir setiap hari di Kairo Tahrir Square untuk menuntut Mubarak dan pejabatnya harus diadili dan ditahan atas tuduhan melakukan "kejahatan" terhadap rakyat Mesir.
Para pengunjuk rasa anti-pemerintah juga ingin aset yang dimiliki Mubarak, keluarga dan kroninya di luar negeri untuk dibekukan.
Korupsi adalah endemik di Mesir di masa pemerintahan Mubarak, di mana 40 persen dari 80 juta orang yang tinggal di negara itu hidup dengan penghasilan kurang atau 2 dolar sehari, dan para kritikus menuduh pejabat Mesir telah mengkorupsi kekayaan negara.
Ada klaim bahwa Mubarak dan anak-anaknya Gamal dan Alaa telah mengumpulkan kekayaan hingga mencapai 70 miliar dolar.
Sebuah Komite pencari fakta Mesir juga telah menempatkan tuduhan terhadap mantan penguasa Mesir Mubarak atas pembunuhan di sengaja terhadap pengunjuk rasa selama demonstrasi Januari lalu.
Mantan Menteri Dalam Negeri Mesir Habib al-Adli juga dituduh memerintahkan polisi untuk menembak demonstran.(fq/prtv)