Kelompok antimakanan halal itu, rencananya juga akan membagikan selebaran serupa pada acara final Johnstone's Paint Trophy yang akan berlangsung pada Minggu (3/4).
Dalam Selebaran yang dibagikan aktivis Christian Voices, para pengunjung acara tersebut diminta untuk tidak membeli makanan halal.
Di selebaran itu tertulis, "Seorang juru bicara Asosiasi Sepakbola mengatakan kepada kami, jika Anda membeli ayam goreng atau produk daging domba di Stadion Wembley, Anda dengan mudah makan daging dari hewan yang disembelih dengan cara ritual yang menyebut nama Allah ...."
"Kami sudah meminta Asosiasi Sepakbola untuk memberikan konfirmasi secara tertulis bahwa burger daging sapi di Stadium Wembley tidak halal. Mereka menolak. Mereka bahkan tidak mau mengatakan bahwa ayam goreng, daging domba dan produk daging sapi halal yang dijual (di Wembley), hewan-hewan itu dibuat tak berdaya lebih dulu sebelum disembelih. Jika memang benar, poinnya bukan itu. Seorang muslim yang menjadi tukang potong hewan, masih mengucapkan 'Bismillah, Allahu Akbar' untuk setiap hewan yang ia bunuh agar halal, mengorbankan hewan itu untuk Allah. Siapapun yang membeli daging halal, itu artinya sedang menerima hukum syariah."
Kelompok Christian Voice juga mengatakan bahwa tak satu pun makanan yang dijual di stadium Wembley diberi label halal, sehingga pengunjung tidak tahu bahwa makanan yang mereka beli adalah makanan halal. "Makanan untuk orang Islam diam-diam sudah dijajakan di stadium nasional kita," kata Christian Voice.
Menurut kelompok itu, Wembley memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat untuk melarang penjualan makanan halal. " Jika kita mulai menanyakan hal ini pada mereka dan memboikot semua makanan halal, mereka akan berubah ..,"
"Jadi, jika Anda tidak mendapatkan jaminan dari staf katering bahwa makanan yang mereka jual tidak halal, jangan memakannya," demikian pernyataan Christian Voice.
Kampanye boikot makanan halal yang digagas oleh Christian Voice mendapat dukungan dari Alan Lake, seorang tokoh English Defense League, yang memiliki latar belakang Kristen Evangelis. Ia menyebarluaskan kampanye itu lewat situs 4 Freedoms. (ln/IW)

Post a Comment