"Saya rasa beberapa dari mereka (para personil militer) mungkin bergabung dengan demonstran. Kami telah mendengar beberapa perwira dan tentara mengatakan jika kami menerima perintah untuk menembak orang, kami akan menembak siapa pun yang mengeluarkan perintah tersebut," kata Wael Abbas, seorang anggota oposisi Mesir dari Revolusi Gerakan Pemuda, mengatakan kepada Press TV dalam sebuah wawancara telepon pada hari Kamis ini (10/2).
Gerakan Pemuda Revolusi Mesir telah menjadi salah satu kelompok aktif dalam 17 hari revolusi yang mengguncang negara Afrika Utara tersebut.
"Saya tidak punya konfirmasi jika militer akan mengintervensi dengan mendukung para demonstran atau mendukung rezim," tambah Abbas.
Revolusi telah memasuki hari ke-17 berturut-turut di Mesir yang dilanda krisis, meskipun penyerangan secara besar-besaran terhadap demonstran dalam dua hari terakhir, yang menewaskan lebih dari seratus orang yang tewas atau terluka.
Sementara itu, militer telah dikerahkan ke pusat Kairo. Keamanan dilaporkan sangat ketat di jalan-jalan yang mengarah ke Nasr City dan wilayah lainnya di Mesir.
Kelompok oposisi utama Mesir, Ikhwanul Muslimin, sebelumnya mengungkapkan bahwa rezim Mubarak berencana untuk menindak tegas aksi hari Jumat besok yaitu "Hari Protes Maret Massive."
Ikhwanul Muslimin mengatakan sekitar 30.000 pasukan keamanan akan dikerahkan untuk mencegah protes pro-demokrasi di Kairo Tahrir Square.
Ikhwan menambahkan bahwa mereka telah meneyrukan 800.000 anggotanya untuk ikut demonstrasi pada Jumat besok.

Post a Comment