Jakarta-(SI ONLINE) Dua anggota delegasi House Democracy Partnership (HDP) United States House of Representatives, semacam Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, yang dipimpin David Dreier dan David Price bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Rabu (23/2/2011) pukul 10.00 WIB. Dalam pertemuan ini, berbagai masalah dibahas, termasuk soal Ahmadiyah.
"Mereka meminta semacam kejelasan informasi setelah mereka mengikuti pemberitaan apa yang terjadi dengan insiden terkait kelompok Ahmadiyah," kata Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri Teuku Faizasyah di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (23/2/2011).
Presiden, menurut Faizasyah menjelaskan apa yang dilakukan pemerintah sejauh ini adalah mencari satu solusi melalui SKB 2008, bahwa ada semacam kesempatan untuk melakukan aktivitas bagi pemeluk Ahmadiyah dalam kondisi-kondisi tertentu yang disepakati komunitas beragama. Dalam kesempatan ini, Presiden juga menegaskan bahwa siapa saja yang melakukan tindak kekerasan terkait dengan kasus Ahmadiyah ini akan diproses sesuai dengan ketentuan yang ada.
"Ditegaskan oleh Bapak Presiden, mereka yang melakukan tindakan kekerasan akan melalui satu proses hukum yg sangat tegas, tidak ada impunitas, hukum harus selalu ditegakkan," ujarnya.
"Jadi sudah dibicarakan masih sebagai pemikiran awal kira-kira pengalaman Indonesia, apa yang bias berbagi dengan pihak Mesir dan dalam hal ini ada wacana, kerjasama 3 pihak parlemen Indonesia, AS dan nanti apabila sudah terbentuk parlemen Mesir," tutup Faizasyah.
Mendampingi Presiden pada pertemuan pagi ini, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, dan Menpora Andi Alifian Mallarangeng. Sedangkan Dreier datang bersama David Price, Lois Capps, Sam Farr, dan Jim McDermott.
Presiden, menurut Faizasyah menjelaskan apa yang dilakukan pemerintah sejauh ini adalah mencari satu solusi melalui SKB 2008, bahwa ada semacam kesempatan untuk melakukan aktivitas bagi pemeluk Ahmadiyah dalam kondisi-kondisi tertentu yang disepakati komunitas beragama. Dalam kesempatan ini, Presiden juga menegaskan bahwa siapa saja yang melakukan tindak kekerasan terkait dengan kasus Ahmadiyah ini akan diproses sesuai dengan ketentuan yang ada.
"Ditegaskan oleh Bapak Presiden, mereka yang melakukan tindakan kekerasan akan melalui satu proses hukum yg sangat tegas, tidak ada impunitas, hukum harus selalu ditegakkan," ujarnya.
"Jadi sudah dibicarakan masih sebagai pemikiran awal kira-kira pengalaman Indonesia, apa yang bias berbagi dengan pihak Mesir dan dalam hal ini ada wacana, kerjasama 3 pihak parlemen Indonesia, AS dan nanti apabila sudah terbentuk parlemen Mesir," tutup Faizasyah.
Mendampingi Presiden pada pertemuan pagi ini, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, dan Menpora Andi Alifian Mallarangeng. Sedangkan Dreier datang bersama David Price, Lois Capps, Sam Farr, dan Jim McDermott.

Post a Comment