Obama Tegaskan Ambisi Kalahkan Al Qaeda - Taliban
WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Presiden AS Barack Obama kembali menegaskan bahwa dirinya berkomitmen untuk mengalahkan al-Qaeda. Ia menambahkan bahwa Taliban tidak akan diperbolehkan untuk kembali merebut kendali di Afghanistan. "Saya tidak bisa mengatakan apa pun dengan yakin 100 persen, tapi saya percaya pasukan kami telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Mereka terus menyerang dan bukannya bertahan, dan kita mulai menuju masa transisi sehingga pasukan keamanan Afghanistan yang mengambil alih kendali," kata Obama seperti dikutip Telegraph.
Saat ditanya apakah Amerika Serikat akan memenangkan perang di Afghanistan yang telah berlangsung selama sembilan tahun, Obama mengatakan, "Saya bisa katakan bahwa kami akan mengalahkan al Qaeda dan Taliban tidak akan mengambil alih Afghanistan."
Tapi, ia menambahkan, "Taliban masih tetap akan menjadi unsur di Afghanistan."
Akan tetapi, para pejabat tinggi AS mengklaim bahwa tanggal penarikan awal pada pertengahan tahun 2011 hanya akan memastikan kepulangan sejumlah kecil pasukan. Para pemimpin NATO sendiri bertujuan menyerahkan kendali keamanan kepada pasukan Afghanistan pada akhir 2014.
Dalam wawancara tersebut, pembawa acara Fox News, Bill O’Reilly juga menanyai Obama mengenai hubungan AS dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, yang sering dikritik karena pemerintahannya yang luar biasa korup serta komentar-komentarnya yang terkadang mengesankan AS sebagai musuh Afghanistan.
"Saya yakin dia (Karzai) peduli dengan negaranya dan dia peduli pada hubungan dengan Amerika Serikat," jawab Obama.
"Tapi, saya rasa dia harus membuat perubahan besar dalam pemerintahannya agar dipandang layak di mata rakyat Afghanistan dalam jangka panjang," tambah Obama.
Mark Quarterman, seorang penasihat senior Pusat Strategis dan Studi Internasional, mengatakan bahwa ada yang kurang dari tujuan yang dinyatakan Obama, yakni batasan waktu.
"Juli tahun ini bukan lagi tenggat waktu untuk melakukan penarikan pasukan dalam jumlah yang signifikan, kini batasnya menjadi tahun 2014," kata Quarterman kepada Huffington Post.
"Akibatnya, yang menjadi pertanyaan adalah: Pada 2014, kapan pasukan keamanan mampu menghalau Taliban dan memberikan keamanan relatif kepada rakyat Afghanistan? Selain itu, al Qaeda dan Taliban adalah permasalahan yang juga harus diselesaikan melalui Pakistan. Pertanyaan pentingnya dalam hal ini adalah, akankah AS dan Pakistan bekerja sama dengan cukup efektif untuk mencapai tujuan yang dicanangkan?"
Caroline Wadhams, seorang analis keamanan nasional di Pusat Perkembangan Amerika, mengatakan, "Pertanyaan sebenarnya adalah, apa kita mampu mendirikan apa pun yang dapat bertahan di Afghanistan dan apakah hal itu dapat bertahan (setelah) penarikan pasukan kita?"
Dalam wawancara tersebut, O’Reilly bertanya kepada Obama, berapa banyak "kerusakan" yang telah terjadi pada negara tersebut saat media terlibat dalam pengkutuban politik.
"Menurut saya, hal itu – dalam jangka panjang – membuat semakin sulit dan sulit untuk menyelesaikan permasalahan," kata Obama. "Menurut saya hal itu juga merusak."
Saat ditanya O’Reilly apakah Obama merasa dirinya diperlakukan dengan adil oleh Fox News, sang presiden mengatakan bahwa jaringan tersebut jelas memiliki sudut pandang, tapi tidak ada yang salah dengan itu. "Ada sebuah sejarah kuat di Amerika, yakni semua pemberitaan memiliki sudut pandang, dan Fox News memiliki sudut pandang. Menurut saya itu merupakan bagian dari demokrasi kita," kata Obama. (dn/nk/hp) www.suaramedia.com

Post a Comment