Demi Kepentingan Yahudi, Israel Ambil Alih Masjid Haifa

HAIFA (Berita SuaraMedia) – Israel telah memiliki pandangan untuk mengatur pengambilalihan bagian dari sebuah Masjid Haifa dan menggunakan lahan tersebut untuk kepentingan para imigran Yahudi. Pemerintahan kota Israel di kota Palestina terjajah sejak tahun 1948, Haifa menyetujui sebuah rencana penyitaan dua dunum (satu dunum setara dengan 2.500 meter persegi untuk standar Irak) Masjid Istiqlal tanpa pemberitahuan untuk adisnistrasi Masjid.
Dewan Masjid telah bertemu dengan kekuatan politik untuk membahas bagaimana menujukkan pada keputusan tersebut.
Mereka menganggap langkah tersebut bagian dari sebuah plot untuk merebut kendali  yang masih ada dalam sumbangan Islami di kota terjajah, Haifa.
Sumbangan keagamaan Arab-Islam tidak hanya sebuah masalah keagamaan, namun juga sebuah masalah nasional yang sangat penting yang memperngaruhi kepentingan, aspirasi dan kebutuhan warga Arab di Haifa, dewan tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin.
Sumbangan Islami di Haifa dianggap yang paling penting di Palestina.
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa dewan tersebut mempersiapkan untuk meluncurkan sebuah  kampanye terorganisir pada tingkatan populer, legal dan politik untuk menghalangi bahaya yang mengancam sejarah, keberadaan dan ambisi masa depan kota tersebut.
Pernyataan tersebut menyerukan kepada para warga Palestina untuk bersatu dalam menghadapi keputusan pengambilalihan tersebut dan pengabaian masyarakat Palestina.
Israel tidak cukup hanya merebut lahan Masjid yang digunakan oleh para Muslim Palestina beribadah. Tidak jarang pasukan Israel menyerbu Masjid-masjid lainnya.
Serbuan yang paling sering terjadi adalah serbuan pada Masjid Al-Aqsha. Tahun lalu, Pasukan Israel menyerbu pelataran Al-Aqsha dan mengepung sajumlah bangunan di dalamnya, dimana terdapat puluhan kaum muslimin yang sedang melakukan Itikaf.
Menurut saksi mata yang ada di sekitar itu menyebutkan, sebanyak 200 polisi Zionis mengepung bangunan masjid sejak dini hari. Mereka meminta jamaah itikaf meninggalkan masjid. Namun, jamaaah Itikaf malah bertakbir di dalam masjid dan menyerukan kaum muslimin yang berada di luar masjid, khususnya yang berada di distrik Kota Tua untuk mendatangi Masjid Al-Aqsha.
Pada akhir November tahun lalu, Pasukan Israel meratakan dengan tanah sebuah masjid dan lebih dari 10 struktur lainnya di dua wilayah di Tepi Barat, kata sumber Palestina.
Sebagian besar kegiatan pembongkaran berlangsung di desa Khirbet Yarza di Lembah Yordania utara, di mana penduduk mengatakan pasukan telah meruntuhkan sebuah masjid yang sangat tua dan perluasanya yang sangat besar, yang dibangun tahun lalu. (ppt/abn) www.suaramedia.com