Bahkan sempat muncul wacana untuk menembak jatuh pesawat tersebut karena mereka khawatir "para pembajak" akan menabrakkannya ke sejumlah target di AS pada 2003.
Tapi, informasi tersebut, sama seperti informasi-informasi lain dari Montgomery, 57, adalah informasi palsu.
Karena salah satu pesawat menuju ke Perancis, para pejabat pemerintahan Perancis merasa marah sehingga mereka melakukan investigasi sendiri terhadap teknologi Montgomery dan menemukan bahwa informasi yang diberikan palsu.
Seorang mantan agen CIA mengaku bahwa CIA kemudian sadar telah ditipu dan mengatakan, "Kita telah dipermainkan."
Tapi, bahkan pada 2008, ia mengklaim mendapat data intelijen bahwa teroris di Somalia berencana mengacaukan upacara pelantikan Presiden Obama di Washington D.C.
Pembuat program itu dikontrak senilai lebih dari £13 juta setelah mampu meyakinkan CIA dan Angkatan Udara AS bahwa perangkat lunaknya mampu menguraikan pesan berisi kode yang dikirimkan di antara teroris.
Montgomery mengklaim programnya mampu menemukan plot-plot tersembunyi teroris dalam siaran televisi dari Al Jazeera.
Ia juga mengaku perangkat lunaknya mampu mengidentifikasi para pentolan teroris dari foto-foto yang diambil dari pesawat tanpa awak dan mendeteksi suara dari kapal selam musuh. Ia juga mengklaim programnya "dapat menyelamatkan nyawa rakyat Amerika."
Tapi, sebuah penyelidikan yang dilakukan New York Times menemukan bahwa Montgomery adalah penipu dan dokumen-dokumen pengadilan yang membuktikan kegagalan perangkat lunak itu dirahasiakan Departemen Kehakiman AS. Tujuannya, agar para petinggi intelijen tidak malu.
Montgomery tidak mendapat tuntutan atas penipuan, ia juga tidak pernah diperintahkan untuk mengembalikan uang tersebut.
Saat ini, Montgomery tengah menunggu persidangan di Nevada atas sejumlah tuduhan tidak terkait, ia dituding memberikan cek palsu senilai £1,1 miliar di sejumlah kasino di Las Vegas.
Montgomery yang dulu pernah menjadi teknisi biomedis memang dikenal gemar berjudi.
Michael Flynn, mantan pengacara Montgomery yang kini menyebut mantan kliennya itu penipu, mengaku yakin bahwa pemerintahan Bush menutup penyelidikan terhadap Montgomery karena khawatir ketahuan telah ditipu.
"Departemen Kehakiman coba menutup-nutupi hal ini," kata Flynn. "Jika ini terungkap, maka semua bukti, semua alarm teror palsu, dan semua hal yang memalukan juga akan terungkap. Pemerintah tahu bahwa teknologi ini tipuan, tapi para pembuatnya dibayar jutaan."
Departemen Kehakiman menolak membahas kesepakatan pemerintah dengan Montgomery. (dn/dm/nt) www.suaramedia.com

Post a Comment