Kelompok tersebut menunjukkan kekhawatiran bahwa penyerahan kekuasaan kepada para pasukan Afghanistan sedang menghadapi kesulitan-kesulitan yang berat.
Para agen bantuan juga telah mendesak NATO untuk melakukan lebih banyak untuk melindungi penduduk sipil ketika pergantian tanggung jawab kepada pasukan keamanan lokal di Afghanistan.
Hal ini juga datang ketika pimpinan anggota negara NATO akan bertemu di Lisbon pada Jum'at (19/11). Perang Afghanistan diharapkan mendominasi pembahasan pada konferensi tingkat tinggi dua hari tersebut.
Peringatan tersebut datang ketika korban penduduk sipil berlanjut menanjak pada angka tertinggi sejak invasi yang dipimpin AS di negara tersebut dimulai pada tahun 2001.
Baru-baru ini ada lebih dari 150.000 pasukan asing yang dipimpin AS ditempatkan di Afghanistan.
Kelompok HAM yang berbasis di London Amnesti Internasional baru-baru ini telah memperingatkan bahwa para pasukan yang dipimpin AS melanggar hukum internasional dengan membunuh penduduk sipil Afghanistan tanpa adanya pertanggungjawaban.
"Kurangnya pertanggungjawaban dewasa ini memperparah dan membantu berkembangnya kemarahan di antara warga Afghanistan bahwa pasukan internasional berada di atas hukum dan tidak bertanggung jawab terhadap tindakan mereka, terutama ketika mengenai korban-korban penduduk sipil," Amnesty mengatakan dalam sebah pernyataan pada Kamis (18/11) waktu setempat.
Ratusan penduduk sipil telah kehilangan nyawa mereka dalam serangan-serangan udara dan operasi-operasi darat di berbagai bagian Afghanistan selama beberapa bulan terakhir, dengan para warga Afghanistan menjadi lebih dan lebih marah terhadap jumlah serangan mematikan yang tampaknya tanpa akhir.
Amnesty Internasional sebelumnya juga pernah menuntut sebuah pengadilan kejahatan perang atas korban tewas warga sipil yang disengaja di Afghanistan pada Agustus lalu. Tuntutan tersebut disebabkan oleh sebuah laporan PBB yang menunjukkan bahwa korban penduduk sipil dari pertempuran antara kelompok perlawanan dan pasukan sekutu meningkat 31 persen pada enam bulan pertama tahun ini, sebagian besar sehubungan dengan pembunuhan yang ditargetkan dari para pendukung pemerintah oleh para kelompok perlawanan.
Laporan oleh Misi Bantuan PBB di Afghanistan tersebut menemukan korban tewas dan terluka yang disebabkan oleh NATO dan pasukan pemerintah Afghanistan telah jatuh 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sebagian besar berhubungan dengan aturan-aturan keterlibatan baru yang melarang kekuatan udara dan persenjataan berat. (ppt/ptv/ta) www.suaramedia.com

Post a Comment