Pastor Katolik asal Texas, John Fiala, ditahan polisi atas tudingan menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi seorang remaja. Mengapa ia melakukannya?
INILAH.COM, San Antonio – Pastor Katolik asal Texas, John Fiala, ditahan polisi atas tudingan menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi seorang remaja. Mengapa ia melakukannya?
Pihak berwajib menyatakan, pastor berusia 52 tahun itu ingin menghabisi seorang remaja yang menudingnya melakukan pelecehan seksual. Fiala dibekuk pada 18 November lalu di rumahnya, daerah pinggiran Kota Dallas. Ia kini dibalik jeruji besi dengan jaminan US$700 ribu.
Mulanya, ia menawarkan kontrak pembunuhan itu kepada tetangganya. Si tetangga inilah yang kemudian melaporkan kepada polisi. Fiala, sebagaimana dilaporkan polisi, siap membayar US$5.000 untuk pembunuhan itu.
Keluarga korban menudingnya melakukan pelecehan terhadap bocah-bocah. Termasuk memaksa mereka melakukan aktivitas seksual, sambil mengancam dengan senjata api. Pelecehan itu diduga terjadi pada 2007 dan 2008 lalu, ketika ia masih menjadi pastor di Sacred Heart of Mary Parish di Texas Barat.
Pengacara yang mewakili keluarga korban, Tom Rhodes, menyatakan Fiala mengancam akan melukai dan membunuh keluarga korban jika hal tersebut sampai terbongkar. “Orang ini berbahaya dan telah melakukan hal ini sejak 1988 dan gereja tak mungkin tak tahu hal ini,” ujarnya.
Pihak berwajib menyatakan, pastor berusia 52 tahun itu ingin menghabisi seorang remaja yang menudingnya melakukan pelecehan seksual. Fiala dibekuk pada 18 November lalu di rumahnya, daerah pinggiran Kota Dallas. Ia kini dibalik jeruji besi dengan jaminan US$700 ribu.
Mulanya, ia menawarkan kontrak pembunuhan itu kepada tetangganya. Si tetangga inilah yang kemudian melaporkan kepada polisi. Fiala, sebagaimana dilaporkan polisi, siap membayar US$5.000 untuk pembunuhan itu.
Keluarga korban menudingnya melakukan pelecehan terhadap bocah-bocah. Termasuk memaksa mereka melakukan aktivitas seksual, sambil mengancam dengan senjata api. Pelecehan itu diduga terjadi pada 2007 dan 2008 lalu, ketika ia masih menjadi pastor di Sacred Heart of Mary Parish di Texas Barat.
Pengacara yang mewakili keluarga korban, Tom Rhodes, menyatakan Fiala mengancam akan melukai dan membunuh keluarga korban jika hal tersebut sampai terbongkar. “Orang ini berbahaya dan telah melakukan hal ini sejak 1988 dan gereja tak mungkin tak tahu hal ini,” ujarnya.

Post a Comment