Kian Terkuak, Gayus Terjerat 4 Kasus & Seret 9 Anggota Brimob

JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Ahmad Santosa, mengatakan bahwa mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Gayus Halomoan Tambunan, saat ini menghadapi empat kasus sekaligus yang terkait dengan mafia pajak.

"Dari empat kasus tersebut, kasus terbaru adalah keluarnya Gayus Tambunan dari rumah tahanan Mako Brimob di Depok," kata Mas Ahmad Santosa pada diskusi "Membenahi Persoalan Mafia Hukum" di Dewan Perwakilan Daerah, di Jakarta, Jumat.

Mas Ahmad Santosa menjelaskan, tiga kasus lainnya adalah pertama, putusan dari Pengadilan Negeri Tangerang yang memvonis bebas Gayus Tambunan, padahal belakangan terbukti terlibat.

Putusan di Pengadilan Negeri Tangerang ini, kata dia, melibatkan aparat penegak hukum seperti hakim dan jaksa.

Kasus kedua, kasus mafia pajak yang proses sidangnya sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut dia, pada kasus ini harus ditelusuri di mana saja Gayus menyimpan uang dari kasus pajak dan jika uang tersebut diberikan kepada pihak lain, kepada siapa saja. Kemudian kasus ketiga, menurut dia, adalah mafia pajak saat dirinya masih bekerja sebagai pegawai di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dan menerima pembayaran pajak dari siapa saja atau dari korporasi apa saja.

"Untuk kasus ketiga ini, masih dalam penyidikan polisi dan berita acaranya baru pada posisi P-19," kata Ota, panggilan akrab Mas Ahmad Santosa.

Menurut dia, kasus-kasus yang dihadapi Gayus Tambunan tersebut merupakan kewenangan Polri dan aparat penegak hukum, sedangkan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum hanya mendorong agar penanganan kasus-kasus tersebut cepat, tegas, dan tuntas.

Aggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) I Wayan Sudirta meminta Polri bisa bertindak cepat, tegas, dan transparan dalam menyelesaikan kasus-kasus Gayus Tambunan.

Menurut dia, pengungkapan dan penyelesaian kasus mafia pajak ini sangat penting agar tidak terjadi preseden buruk pada penerimaan negara dari sektor pajak.

"APBN Indonesia, sekitar 70 persen bersumber dari penerimaan pajak. Kasus Gayus menguatkan dugaan masyarakat terjadi kebicoran cukup besa pada penerimaan pajak," katanya.

Jika Polri dan lembaga penegak hukum bisa membersihkan kebocoran penerimaan pajak, Wayan menduga, kemungkinan APBN Indonesia bisa naik tajam hingga Rp1.600 triliun.

Sebelumnya, Agenda pelesiran mafia pajak Gayus Tambunan ke Bali kian terkuak. Polisi menyebut, Gayus menginap di kamar 5122 Hotel Westin yang bertarif Rp 5 juta per malam bersama anak dan istrinya.

Tak hanya menginap selama dua hari di Ocean Kids Club, sumber SCTV di kepolisian, Kamis (17/11), juga mengungkapkan, Gayus bertemu dengan seorang politisi partai terkemuka selama di sana. Mereka bertemu di sebuah restoran ikan di pinggir pantai.

Menurut Kapolda Bali Inspektur Jenderal Hadiatmoko, Gayus diketahui menginap tanpa pengawalan orang lain. "Iya, menginap dua malam. Bersama istri dan anaknya," ujar Hadiatmoko.

Siapa politisi yang dimaksud? Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie disebut-sebut sebagai orang yang bertemu dengan Gayus di Bali. Isu ini terkait dengan pernyataan Gayus di pengadilan bahwa Bakrie Grup adalah penyumbang rekening Gayus senilai Rp 100 miliar.

Namun, kepada wartawan, Aburizal Bakrie membantah bertemu Gayus di Pulau Dewata. Namun, dia mengaku berada di Bali untuk menonton pertandingan tenis. "Isu itu. Ini jelas merupakan intrik politik," kata Aburizal Bakrie.

Ical, panggilan Aburizal Bakrie, boleh saja membantah. Masyarakat pun silakan saja berprasangka bahwa Gayus dan Ical memang bertemu di Bali. Satu hal yang pasti, masyarakat harus tetap menjaga konsistensi polisi dalam mengusut kasus tersebut agar tak dipengaruhi kepentingan politik mana pun.

Berikut informasi yang diperoleh SCTV terkait agenda Gayus selama di Bali:

Rabu, 3 November

Usai sidang, Gayus kembali ke Rutan Brimob Kelapa Dua Depok
Sorenya, dia jemput sopir dan pulang ke rumahnya di Kelapa Gading Park View, Jakarta Utara

Kamis, 4 November

Gayus memulai petualangannya ke Bali. Dia memakai nama palsu Sonny Laksono. Bersama istri dan anaknya, SL naik pesawat Lion Air dan menginap di Hotel Westin, kamar 5122.

Malam harinya, Gayus disebut-sebut makan malam dengan seorang pengusaha kaya yang juga politisi di restoran ikan, 200 meter dari kamar Gayus, persis di tepi pantai. Lokasi restoran ini tak terjangkau kamera CCTV.

Jumat, 5 November
Menonton tenis

Sabtu, 6 November, pukul 14.11-15.30 WIB

Gayus kembali menonton tenis, semifinal antara Ana Ivanovic dan Kimiko Date Krumm
Karutan Brimob Kompol Iwan Siswanto berulang kali menelpon Gayus, namun tak tersambung. Sopirnya bilang, Gayus pergi ke acara undangan di Tanjungpriok, Jakarta Utara
Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengetahui Gayus tak berada di rutan. Dia memerintahkan Kabareskrim Komjen Ito Sumardi menangkap Gayus.

Minggu, 7 November
Gayus pulang ke rumahnya di Kelapa Gading Park View, Jakut
Tim Densus 88 menjemput Gayus dan kembali membawanya ke Rutan Brimob.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Kuntoro Mangkusubroto, mengatakan bahwa pihaknya akan fokus pada masalah kemudahan terdakwa mafia pajak Gayus HP Tambunan keluar masuk tahanan.

"Saya kira satgas ini fokus kepada masalah Gayus dan mafia perpajakan," kata Kuntoro Mangkusubroto saat berada di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Jumat, menanggapi pernyataan pengacara Gayus Tambunan, Adnan Buyung Nasution, yang menyebut Aulia Pohan, Susno Duadji, dan Williardi Wizard, juga sering keluar masuk tahanan.

Ia menegaskan, pihaknya akan fokus ke masalah Gayus dan mafia perpajakan dan tidak akan melebar kemana-mana.

"Bahwa kita mesti memperbaiki sistem, saya kira ya, supaya tidak muncul persoalan Gayus di kemudian hari," katanya.

Ketika ditanya pers menyangkut tahanan lainnya seperti Aulia Pohan dan lainnya yang juga dikabarkan bisa keluar masuk tahanan, Kuntoro tetap mengatakan fokus ke masalah Gayus. "Tidak ada dalam agenda kita," katanya.

Ia mengatakan, satgas tidak akan berhubungan dengan Gayus. "Kita hanya dapat info sekunder, sedang kita olah, tidak bisa disampaikan," katanya.

Menurut dia, saat ini pihaknya terus mengumpulkan informasi dan mengolah informasi.

Ia juga menambahkan, satgas segera menyelesaikan tugasnya dalam masalah Gayus.

"Sekarang yang penting kita ambil langkah yang jelas berdasarkan info yang jelas yang kita miliki sementara," katanya.

Kasus Gayus Tambunan ke Bali mulai mengemuka setelah diberitakan media ketika fotografer Kompas dan Jakarta Globe berhasil mengabadikan orang mirip Gayus, saat berlangsung pertandingan antara Daniela Hantuchova dan Yanina Wickmayer di turnamen tenis Commonwealth Bank Champions di Nusa Dua, Bali, Jumat (5/11). Pada salah satu satu dari tujuh foto tersebut juga terlihat istri Gayus, Milana Angraeni.

Peristiwa itu akhirnya turut menyeret sembilan anggota Brimob Mako Kelapa dua tempat di mana Gayus Tambunan ditahan.

Mabes Polri juga telah menetapkan delapan petugas penjaga rumah tahanan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, serta Kepala Rutan sebagai tersangka karena menerima suap dari Gayus antara Rp50 juta hingga Rp60 juta, sehingga bisa bebas keluar dari rutan, bahkan bepergian ke Bali. (fn/a2nt/klik video dari Kantor Berita Liputan 6) www.suaramedia.com