TEL AVIV (Berita SuaraMedia) – Sejumlah sekolah diduga menggunakan kartu identitas Israel untuk meningkatkan jumlah murid yang mendaftar dan menerima tambahan dana dari Kementerian Pendidikan. Enam kepala lembaga pendidikan haredi ditahan pada hari Sabtu (20/11) atas kecurigaan menggelapkan jutaan shekel uang pemerintahan dengan memasukkan formulir pendaftaran palsu.
Empat pria lainnya menyusul ditahan dan lebih dari ribuan kartu identitas palsu serta mesin produksinya disita dalam operasi gabungan oleh penyidik dari Unit Pusat Kepolisian Distrik Yerusalem dan detektif kasus penipuan.
Polisi meyakini lembaga-lembaga yang berlokasi di lingkungan Ramat Beit Shemesh, Betar Illit dan Me’a She’arim itu telah bertahun-tahun memalsukan kartu identitas untuk orang-orang yang tidak terdaftar di yeshivot dengan tujuan untuk menerima bantuan keuangan bulanan dari Kementerian Pendidikan, mengklaim bahwa ratusan orang menempuh pendidikan di yeshivot, ketika pada kenyataannya hanya puluhan.
Yeshivot itu diduga menerima uang untuk murid-murid fiktif ini dan polisi membuka penyelidikan untuk menentukan ke mana uang itu pergi.
Persidangan akan dilakukan pada hari Senin (22/11). Polisi masih melanjutkan penyelidikan dan akan melakukan lebih banyak penahanan.
Sementara itu, komisaris pendidikan Israel telah memerintahkan distrik sekolah East Ramapo untuk menghentikan penjualan Sekolah Dasar Hillcrest.
Komisaris David Steiner mengeluarkan penghentian penjualan sekolah itu, menunda keputusannya tentang sebuah permohonan yang diajukan ke Departemen Pendidikan oleh Steven White, wali murid di distrik itu, pada tanggal 7 Agustus.
White berpikir bahwa Dewan Pendidikan East Ramapo salah menjual sekolah itu ke Yeshiva Avir Yakov, sebuah kongregasi New Square, pada bulan Juli dengan nilai 3.2 juta dolar, jauh di bawah nilai 10.2 juta dolar yang diberikan pada properti seluas 12 ekar oleh Kantor Penilai Clarkstown.
Harga jual itu diputuskan setelah penaksiran pertama menilai sekolah dan tanah itu sebesar 5.9 juta dolar. Penaksiran kedua, yang tidak disetujui oleh dewan sampai hampir satu minggu setelah sekolah itu dijual, diperoleh pengacara distrik sekolah, Albert D’Agostino.
Meskipun beberapa anggota dewan mengklaim bahwa setiap anggota telah menerima kopian penaksiran kedua sebelum penjualan sekolah tanggal 8 Juli, Nathan Rothschild, presiden dewan sekolah, mempertanyakan apakah itu masalahnya.
Jonathan Burman, juru bicara Departemen Pendidikan, mengatakan bahwa bisa mencapai enam bulan sebelum keputusan akhir tentang penjualan sekolah diambil oleh Steiner.
Burman mengatakan East Ramapo tidak boleh menjual sekolah itu dalam kurun waktu tersebut.
"Komisaris masih akan menjadi pengambil keputusan akhir untuk penjualan sekolah ini," ujar Burman. "Penundaan ini mengarahkan semua dewan untuk menghentikan semua tindakan sampai dia mengeluarkan keputusan akhirnya untuk permohonan ini." (rin/jp/fm) www.suaramedia.com

Post a Comment