"Our job is to rebuild the road to real peace and lasting security throughout the region. Our job is to do more than lay out another road map. That effort begins with a clear and strong commitment to the security of Israel : Our strongest ally in the region and its only established democracy. That will always be my starting point." ucapan Obama ketika bicara kepada kumpulan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) di Chicago pada 2 Mac 2007.
"My view is that the United States' special relationship with Israel obligates us to be helpful to them in the search for credible partners with whom they can make peace, while also supporting Israel in defending itself against enemies sworn to its destruction" kata Obama dalam kenyataan medianya pada Haaretz pada 15 Februari 2007.
Spoiler for Hall of Remembrance
Spoiler for Ritual Yahudi
Spoiler for With Rahm Emanuel
"Obama will be the first Jewish President Of USA " dalam Jerusalem Post pada 5 November 2008 .
Spoiler for George W Bush=Jewish
Sebuah peristiwa bersejarah terjadi di Jerusalem pada bulan Januari ini, sebuah peristiwa yang dimuat secara luas di surat kabar-surat kabar Israel, namun sama sekali tidak diberitakan oleh Zionis Amerika, pemilik dan pengendali pers yang sebenarnya. Dengan sebuah keputusan para Rabbi, Presiden George W. Bush ketika mengunjungi Israel dianugerahi Naskah Bush - the Scroll of Bush.. Naskah itu menyatakan bahwa Bush tidak lain adalah merupakan Gog (Ya’juj) yang dinubuatkan dari negeri Magog (Ma’juj); yaitu Pemimpin Pangeran Meshech dan Tubal.
Spoiler for the scroll of bush
The Scroll of Bush, halaman pertamanya seperti nampak dalam gambar di bawah, mengklaim dengan angkuhnya DAN mengumumkan secara resmi dengan menyatakan bahwa, "Atas Nama Tuhan, Tuhan Yang Maha Kekal." Tentu saja, yang dimaksudkannya bukanlah Jesus Kristus, karena Bangsa Yahudi membenci dan meremehkan Jesus Kristus dan menuduhnya sebagai seorang anak yang tidak sah dan menurut mereka merupakan penghinaan terhadap Judaic Holy Law, Talmud. Jesus sendiri berkata: "Tuhan mereka" sesungguhnya adalah Setan!
Spoiler for Pemimpin Meshech dan Tubal
Naskah Bush selanjutnya menyatakan Bush sebagai "Yang Terhormat Mr. George W. Bush, Presiden Amerika Serikat." Kemudian, dengan cara yang paling mengejutkan dan profetik, the Scroll of Bush, sebuah dokumen yang mewakili seluruh bangsa Yahudi baik di Israel maupun yang tersebar di seluruh dunia, sebuah dokumen yang disusun oleh dan yang keasliannya dibuktikan oleh para rabbi religius tertinggi Yahudi di muka bumi, menyatakan Bush dengan gelar lain:
"Yang Terhormat Mr. George W. Bush, Pangeran Pemimpin dari Meshech dan Tubal (Ezekial 38:1) Pemimpin Barat!"
Astaga, ini adalah satu misteri okult dari makna profetik yang luar biasa, sesuatu yang sangat luar biasa dan tidak dapat dipercaya namun menarik perhatian apa yang diungkapkannya. (I am offering to my friends this month an exhaustive 60-minute audiotape/CD investigative report, carefully and fully explaining what all this means ( Gog, Magog, and the Scroll of Bush—Jewish Sanhedrin Honors President George W. Bush as "Chief Prince of Meshech and Tubal" Tape or CD ).
Tidak diragukan lagi bahwa Presiden Bush mengetahui dengan pasti mengapa ia memegang gelar setan "Gog (Ya’juj), dari negeri Magog (Ma’juj)," juga yang dikenal sebagai Pangeran Pemimpin dari Meshech dan Tubal. "Pemimpin Barat," sebagaimana para Rabbi menuliskannya, "akan berinkarnasi dan dikuasai oleh Setan di hari Qiamat. Kitab Suci mengatakan, ia sebagai Pangeran Pemimpin, "akan keluar untuk menipu bangsa-bangsa dari empat penjuru dunia, Gog dan Magog - Ya’juj wa Ma’juj berkumpul dan bersama-sama memerangi mereka yang seperti pasir di lautan" (Wahyu 20:7- 8) .
Presiden George W. Bush bersulang dengan Perdana Menteri Israel, Olmert dalam sebuah kunjungan ke Jerusalem di mana Bush dianugerahi Naskah Bush - the Scroll of Bush - menghormatinya sebagai Pangeran Pemimpin dari i Meshech dan Tubal; Yang menjadilan Bush sebagai "Gog, dari negeri Magog." - Ya’juj dari negeri Ma’juj".
Sekarang, datang Presiden George W. Bush, dalam sebuah misi yang mengerikan untuk Tuhan Lucifer, putra bonesman bernama "Magog," ke Jerusalem, Israel. Di sana, berkumpul pemuka-pemuka agama — termasuk Imam Besar pemimpin religius Yahudi Sanhedrin, yang sama-sama penjelmaan jahat yang pada waktu silam memerintahkan agar Jesus, Tuhan kita disiksa dan disalibkan di tiang salib — mengakui dan menghormati Mr. Bush sebagai Gog (Ya’juj), dari negeri Magog - (Ma’juj), Pemimpin Pangeran dari Meshech dan Tubal (Yehezkiel 38:1).
original source: http://www.conspiracyworld.com/
Spoiler for 66 bukti pembelaan Amerika thd Israel
1- Sesaat setelah perjanjian Balfour di tandatangi pada tanggal 2 Februari 1917, presiden Amerika langsung memberikan konfrensi pers: “saya pribadi dan atas nama presiden, sangat bangga dengan sikap Negara koalisi dan rakyatnya yang setuju dengan berdirinya Negara komonoleth yahudi Israel di Palestina dan saya sendiri mendukung secara mutlak berdirinya Negara Israel “.
2- Pada tanggal 11 September 1922: senator dan konggres Amerika mengeluarkan keputusan tentang dukungan penuh mereka atas berdirinya Negara Israel di Palestina untuk menampung bangsa yahudi yang tersebar di dunia.
3- Pada tanggal 11 Mei 1942: konfrensi zionis internasional di selenggarakan di hotel Baltimore New York yang mengeluarkan keputusan bersama untuk merubah Palestina menjadi Negara yahudi, mengusir semua warga arab yang ada di dalamnya dan kalau mereka menolak atau melakukan perlawanan, maka harus di atasi dengan kekuatan militer. Melihat keputusan itu, Presiden Amerika pada waktu itu Roosevelt langsung memberikan dukungan atas hasil konferensi zionis itu.
4- Pada tanggal 16 Maret 1945: Presiden Amerika Roosevelt mengadakan pertemuan dengan salah satu Ketua Zionisme DR. Stephan Weiz. Melalui pertemua itu Presiden Amerika menjelaskan bahwa sesungguhnya ia sebagai presiden sudah mempunyai sikap yang jelas dan tegas terhadap rencana zionisme yang sudah ditulis dalam surat resmi pada Oktober 1944. Surat itu sendiri dikirim langsung kepada salah satu anggota Konggres dari partai Demokrat di wilayah New York. Dalam surat itu ditegaskan tentang semua program kerja partai Demokrat khususnya untuk tahun 1944, khususnya tentang sikap mereka terhadap program eksodus dan migrasi yahudi ke Palestina dan mendirikan Negara yahudi di Palestina.
5- Pada tanggal 16 Agustus 1945: Presiden Amerika Truman memberikan dukungan penuh untuk mengeksodus sebanyak mungkin orang yahudi ke Palestina, hal itu ia sampaikan dalam sebuah konferensi pers.
6- Pada tanggal 31 Agustus 1945: Presiden Amerika Truman mengirim surat resmi kepada Perdana Menteri Inggris Clamant Attlee, yang isinya meminta kepadanya agar segera mengizinkan 100 ribu yahudi yang selamat dari ancaman pemusnahan Hitler dan kabur ke Inggris untuk segera di kirim ke Palestina.
7- Pada tanggal 5 Mei 1946: Presiden Amerika Truman menekan Perdana Menteri Inggris untuk menerima 100 ribu pendatang yahudi di Palestina dan Amerika menjanjikan akan membantu proses eksodus mereka dengan mendatangkan kapal laut yang besar untuk mengangkut semua yahudi itu.
8- Pada tanggal 14 Oktober 1946: Truman juga mengeluarkan surat keputusan yang isinya menganjurkan semua orang yahudi ke Palestina tanpa menunggu hasil akhir proses politik dan militer tentang penjajahan Palestina oleh Inggris.
9- Pada tanggal 29 November 1947: Amerika Serikat melakukan tekanan intensif kepada beberapa Negara, untuk mendukung voting pemecahan Palestina untuk menjadi dua wilayah antara yahudi dan bangsa arab. Delegasi Negara-negara yang mendapat tekanan Amerika adalah Haiti, Liberia dan lainnya. Yang seandainya Negara-negara tersebut menolak pembagian Palestina, maka rencana itu akan gagal.
10- Pada tanggal 14 Mei 1948: hanya berselang 10 menit terbentuknya Negara Israel , Presiden Amerika Truman langsung mengumumkan sikap resmi negaranya dengan mengakui Negara Israel dan langsung membuka hubungan diplomatic secara resmi.
11- Pada tanggal 29 Mei 1965: Komisi Hubungan Luar Negeri di Konggres Amerika memutuskan untuk mengurangi bantuan kepada pengungsi Palestina sebesar 5%.
12- Pada tanggal 12 Juni 1966: pemerintah Amerika serikat menekan Badan Keamanan PBB agar menghentikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Palestina yang melakukan pelatihan militer dan membentuk milisi perlawanan kepada Israel . dan menghapus semua nama mereka dan keluarganya yang mengikuti latihan dan pendidikan militer dari daftar nama yang berhak atas bantuan kemanusiaan dari UNHCR.
13- Pada tanggal 2 Agustus 1966: Presiden Amerika Johnson menjelaskan bahwa politik Amerika Serikat akan terus mendukung eksistensi Israel dan akan membantunya untuk menjadi Negara super power di kawasan Timur Tengah.
14- Pada tanggal 3 Oktober 1966: Amerika Serikat mengajukan proyek perdamaian antara Suria dan Israel dan tuntutan agar keduanya jangan melakukan hal-hal yang akan menjadikan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah memanas. Melihat kelicikan yang diinginkan oleh Amerika itu, akhirnya Uni Sovyet menggunakan hak vetonya untuk menjegal rencana Amerika.
15- Pada bulan January 1979: Presiden Amerika dalam sebuah pertemuannya dengan para tokoh terkemuka zionis Amerika menegaskan bahwa Negara paman syam itu sampai sekarang tidak akan membuka peluang pembicaraan dengan PLO (Palestine Liberation Organization).
16- Pada tanggal 7 Juni 1982: beberapa politisi Amerika yang dipimpin oleh Wakil Presiden melakukan lobby untuk menggagalkan resolusi sanksi bagi Israel .
17- Pada tanggal 12 Juni 1982: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Alexander Heed menegaskan bahwa negaranya tidak akan menekan Israel untuk keluar dari Lebanon.
18- Pada tanggal 15 Oktober 1982: pemerintah Amerika memutuskan untuk menghentikan bantuannya kepada IMF karena mereka lebih focus untuk membantu perekonomian Israel .
19- Pada tanggal 11 Desember 1982: salah seorang juru bicara hubungan luar negeri Amerika menegaskan bahwa hubungan diplomasi antara Israel dan Amerika masih tetap berjalan dengan baik.
20- Pada tanggal 21 February 1983: Presiden Amerika Ronald Regan meminta kepada seluruh Negara-negara Arab agar menerima eksistensi Israel sesuai dengan realitas yang ada.
21- Pada tanggal 19 Oktober 1983: Amerika mengancam akan keluar dari DK PBB dan akan menghentikan bantuan financialnya kepada Badan Dunia itu, kalau DK PBB tidak menerima usulan dari delegasi Israel .
22- Pada tanggal 19 Oktober 1983: pemerintah Amerika menjelaskan bahwa mereka memutuskan untuk meningkatkan hubungan diplomasinya dengan Israel dengan menutup semua perbedaan persepsi dalam peranan Israel di Lebanon.
23- Pada tanggal 12 November 1983: Presiden Amerika Ronald Regan menegaskan kepada Perdana Menteri Israel sikap Washington yang tetap konsisten dalam menjaga keamanan Israel .
24- Pada tanggal 4 Desember 1983: Ronald Regan kembali menegaskan hubungan diplomasi kedua Negara yang terus membaik. Dan sikap negaranya yang akan terus membantu menjaga keamanan Israel dan melawan semua hal yang mengancam keamananannya.
25- Pada tanggal 20 September 1984: Amerika mengancam akan keluar dari Forum Kesatuan Parlemen internasional kalau forum itu mengeluarkan keputusan yang mengecam Israel dengan menyebutnya sebagai Negara rasisme.
26- Pada tanggal 1 Oktober 1984: Konggres Amerika menyetujui untuk memindahkan Keduataan Besar mereka dari kota Tel Aviv ke kota Jerusalem di Palestina.
27- Pada tanggal 28 Oktober 1984: dalam sebuah seminar yahudi Amerka Presiden Ronal Regan menegaskan bahwasanya Israel adalah Negara koalisi strategis dan sahabat Amerika. Dalam kesempatan itu juga, Regan mengecam orang yang menyamakan Israel dengan Negara rasis, karena menurutnya justru dengan berdirinya Israel , yahudi di dunia bisa kembali kepada hokum mereka secara orisinalitas yang mereka tegakan di atas tanah yang sudah dijanjikan Tuhan kepada bangsa itu.
28- Pada tanggal 15 Mei 1985: Menteri Luar Negeri Amerika menegaskan bahwa Washington akan terus menghalangi usaha sebagian kalangan untuk membentuk Negara Palestina merdeka.
29- Pada tanggal 30 September 1985: Ronald Regan menyetujui aksi militer Israel terhadap rumah kediaman ketua PLO di Tunisia sebagai bagian melindungi diri dari aksi teroris.
30- Pada tanggal 18 February 1986: Amerika menolak permintaan ketua PLO agar Amerika mengakui hak bagi rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri.
31- Pada tanggal 16 February 1987: Presiden Ronal Regan memberikan hak istimewa kepada Israel dalam kesatuan Negara-negara Atlantik walaupun Israel bukan anggota Negara atlantik.
32- Pada tanggal 16 February 1988: Juru Bicara Gedung Putih menyatakan bahwa politik Amerika tetap pada persepsi lamanya tentang hakikat perdamaian di Timur Tengah yaitu semua rakyat Palestina dan bangsa arab dan muslim agar melepaskan tanah Palestina kepada Israel , kalau itu terpenuhi, maka berarti perdamaian di kawasan itu akan cepat terwujud.
33- Pada tanggal 1 Maret 1988: salah satu Organisasi Amerika di bawah PBB meminta agar menghapus keanggotaan PLO dan kantornya di PBB. Mereka juga menuntu agar menyeret seluruh anggota PLO ke pengadilan internasional.
34- Pada tanggal 10 Maret 1988: Pemerintahan Amerika secara sepihak menutup kantor perwakilan PLO di PBB yang mereka berlakukan sejak tanggal 21 Maret 1988. keputusan itu tanpa memperhatikan semua kesepakatan internasional.
35- Pada tanggal 17 Mei 1988: Presiden Amerika Ronald Regan dan Menteri Luar Negeri George Solutes menegaskan bahwa sulosi terakhir dari konflik di Palestina terletak pada keseriusan bangsa arab untuk melepaskan tanah Palestina untuk bangsa yahudi.
36- Pada tanggal 27 Juli 1988: Konggres Amerika menyetujui keputusan pemerintah untuk memindahkan kedutaan Besar mereka dari kota Tel Aviv ke AL Quds (Jerusalem).
37- Pada tanggal 28 Juli 1988: Konggres Amerika menyetujui alokasi biaya pembangunan dua gedung keduataan Amerika di Tel Aviv dan Jerusalem.
38- Pada tanggal 12 Juli 1988: Dewan Pimpinan Pusat Partai Republik menolak terbentuk Negara Palestina merdeka.
39- Pada tanggal 5 Oktober 1988: pemerintah Amerika memutuskan untuk memberikan Kekebalan Diplomasi kepada anggota utusan militer Israel di Washington.
40- Pada tanggal 2 November 1988: salah seorang pembantu Presiden George Bush menyatakan bahwa koalisi strategis antara Amerika dan Israel merupakan kunci utama perdamaian di kawasan Timur Tengah, tetapi walaupun demikian Bush tetap mempunyai sikap yang tidak akan berubah untuk menolak terbentuknya Negara Palestina merdeka.
41- Pada tanggal 15 November 1988: Departemen Luar Negeri Amerika mengumumkan bahwa Amerika tidak setuju dengan susulan pembentukan Negara Palestina merdeka, karena hal itu berarti mengakui kepastian masa depan wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza. Padahal kedua wilayah itu masih ada dalam persengketaan antara Israel dan Palestina yang baru bisa diselesaikan dalam meja perundingan.
42- Pada tangga; 25 November 1988: Amerika melarang pemimpin PLO yang mereka akui sebagai presiden Palestina untuk masuk ke Amerika guna memberikan sambutan dalam sidang umum DK PBB.
43- Pada tanggal 30 November 1988: mayoritas anggota DK PBB dengan suara voting 151 suara mengakuai resolusi tentang pengakuan hak bagi Pemimpin PLO Yaser Arafat untuk berpartisipasi dalam pertemuan anggota DK PBB. Tetapi Amerika dan Israel menolak resolusi itu dengan alasan karena Yaser Arafat tidak mendapatkan visa dari pihak keimigrasian Amerika.
44- Pada tanggal 1 Mei 1989: pemerintah Amerika menegaskan tetap menolak keanggotaan Palestina dalam WHO (World Health Organization) sebagai anggota tetap dalam organisasi itu.
45- Pada tanggal 15 Mei 1989: Konggres Amerika menyetujui untuk menghentikan semua bantuan financial bagi PBB dan bantuan kemanusiaan bagi seluruh organisasi di bawah PBB kalau DK PBB mengakuai keanggotaan Palestina dalam dewan.
46- Pada tanggal 22 Juni 1989: Presiden Amerika George Bush menegaskan kepada anggota Konggres yang mendukung Israel bahwa Amerika akan tetap memberikan dukungan penuh kepada Israel baik secara financial, politik, diplomasi dan juga militer.
47- Pada tanggal 7 February 1990: Presiden Amerika George Bush menekan Uni Soviet agar meresmikan hubungan diplomatic dengan Israel dan memberikan izin kepada yahudi Uni Soviet untuk migrasi ke Israel melalui jalur penerbangan langsung dari Moscow ke Tel Aviv dengan biaya pemerintah Uni Soviet.
48- Pada tanggal 22 February 1990: dari 100 senator, 84 diantaranya mendukung Israel untuk menjadikan kota Al Quds (Jerusalem) sebagai Ibukota Negara yahudi itu.
49- Pada tanggal 3 April 1990: Presiden Amerika George Bush mengumumkan dukungannya terhadap proyek eksodus dan migrasi yahudi Uni Soviet ke Palestina. yang menurutnya proses migrasi itu merupakan kejadian yang bersejarah dalam abad modern ini sebagai bukti keseriusan Amerika untuk memberikan pembelaan terhadap Hak Asasi Manusia bagi setiap insane atas hak-haknya terutama bangsa yahudi agar mendapatkan hak kembali di Palestina. selain itu Bush tetap menerukan tekanannya kepada Uni Soviet agar memberikan fasilitas penerbangan langsung Moscow Tel Aviv.
50- Pada tanggal 23 April 1990: Konggres Amerika menyetujui usulan Israel untuk menjadikan kota Al Quds sebagai Ibukota Israel .
51- Pada tanggal 18 Juni 1990: Konggres Amerika Serikat menyetujui resolusi yang sudah disepakati oleh Senator yang menuntut agar semua anggota DK PBB untuk menghapus resolusi PBB yang menyamakan antara Negara Israel dengan rasisme.
52- Pada tanggal 19 Juni 1990: Konggres Amerika dan anggota senat meminta kepada pemerintah Amerika agar menekan seluruh anggota PBB dan DK PBB agar segera melakukan sidang umum untuk menghapuskan resolusi PBB tahun 1975 yang menyatakan Israel sebagai Negara rasis.
53- Pada tanggal Desember 1990: DK PBB mengundur pelaksanaan sidangnya tetang proses perdamaian Timur Tengah karena tuntutan Amerika untuk menghapus pasal dalam resolusi PBB tentang pernyataan rasisme Israel .
54- Pada tanggal 12 Desember 1990: Pemerintah Amerika menjanjikan terhadap Moscow untuk memberikan pinjaman sebesar 1 milyard US dollar atas jasanya menerbangkan 360 ribu yahudi Uni Soviet pada tahun 1989.
55- Pada tanggal 19 Juni 1991: Konggres Amerika mengancam akan menghentikan bantuan militernya kepada Jordania dan mengembargonya kalau tidak mengakui eksistensi Israel dan melakukan pertemuan perundingan dengan Negara yahudi itu sebagai usaha perdamaian antara kedua Negara.
56- Pada tanggal 14 Juli 1993: Menteri Pertahanan Amerika mengeluarkan pernyataan bahwa Amerika tetap terikat untuk terus membantu Israel secara intensif dan berkelanjutan dalam menghadapi setiap ancaman terhadap Negara itu. Selain itu Amerika juga akan terus meningkatkan hubungan diplomatic strategisnya dengan Israel , agar keamanan Israel tetap terjamin.
57- Pada bulan Oktober 1995: Konggres dan Parlemen Amerika mengeluarkan keputusan yang berisi bahwa salah satu kebijakan politik luar negeri Amerika yang harus segera direalisasikan adalah eksistensi kota Al Quds (Jerusalem) sebagai Ibukota Israel dan harus segera memindahkan kedutaan besar Amerika ke kota itu dari Tel Aviv paling lambat akhir Mei 1999.
58- Pada tanggal 14 February 1997: Perdana Menteri Israel Netanyahu sangat marah dengan penjualan 100 pesawat tempur F 16 Amerika kepada Arab Saudi. Menurutnya kalau penjualan pesawat terlaksana, berarti Amerika tidak konsisten dengan kerja sama strategis Israel Amerika dan masih menurutnya pula penjualan pesawat tempur canggih kepada selain Israel di kawasan Timur Tengan akan mengancam perdamaian di kawasan itu. Melihat reaksi keras seperti itu, maka Presiden Amerika Serikat Bill Clinton langsung menghubungi Netanyahu untuk meyakinkan bahwa penjualan pesawat tempur F 16 kepada Arab Saudi akan dibatasi oleh kepentingan keamanan Israel sendiri dan menurutnya sejauh ini kerja sama militer Washington – Riyadh justru untuk menjaga keamanan Israel dari segala ancaman Negara yang tidak simpatis dengan Israel . pada kesimpulannya, Clinton berusaha meyakinkan Netanyahu bahwa Amerika tidak akan membiarkan Arab Saudi untuk menggunakan F 16 – nya sebagai alat untuk menyerang Israel .
59- Pada tanggal 8 Oktober 1997: Menteri Luar Negeri Amerika Madeline Albright mengumumkan daftar gerakan dan organisasi perlawanan Palestina yang dikategorikan sebagai gerakan teroris: Harokah Muqowamah Islamiyah (Hamas), Hizbullah Lebanon, Jihad Islami, Front Pembebasan Rakyat Palestina, Qiyadah Ammah, Front Kemerdekaan Palestina, Milisi Nayeef Hawatimah dan Milisi Abu Nidhal.
60- Pada tanggal 28 April 1998: Bill menyambut hangat dan gembira peringatan berdirinya Negara Israel yang ke 50. dalam acara peringatan yang dilaksanakan di halaman Gedung Putih, ia memberikan sambutan dengan mengatakan: “kita bangsa besar Amerika sudah menyaksikan bersama perjalanan sejarah yang sangat membanggakan dalam perjalan bangsa ini, salah satu yang harus membuat kita bangga adalah karena kita merupakan Negara pertama yang mengakui berdirinya Negara Israel “.
61- Pada tanggal 16 Juni 1998: pasca serangan pejuang Palestina ke pemukiman yahudi, Presiden Clinton langsung memberikan konferensi Pers dengan mengatakan: saya dan atas nama seluruh bangsa Amerika ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya terhadap Israel yang pagi tadi mendapat serangan teroris untuk yang kesekian kalinya”.
62- Pada tanggal 23 Februari 1999: salah seorang pembantu Menteri Luar Negeri Amerika untuk masalah Timur Tengah – dalam sebuah seminar yang diadakan oleh Dewan Yahudi internasional – mengatakan: perdamaian antara Israel dan suria akan sangat membantu kepentingan strategis Amerika di kawasan itu.
63- Pada tanggal 13 Juni 1999: pemerintah Otoritas Palestina menyetujui untuk mengundurkan Konferensi Jenewa tentang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Israel , karena mendapat tekanan kuat dari Washington. Dalam anggota konggres sendiri sekitar 365 di antara mereka mendukung kebijakan politik Menteri Luar Negeri Amerika yang menentang konferensi itu dan hanya 5 orang yang mendukung terlaksananya konferensi. Selian itu anggota konggres juga menekan Sekjen PBB Koffi Annan dan pemerintah Swiss untuk tidak membantu dan memfasilitasi berlansungnya konferensi itu.
64- Pada tanggal 20 January 2000: Perdana Menteri Israel Ehud Barak meminta kepada Presiden Amerika Bill Clinton untuk secara intensif menghentikan segala bentuk perlawanan Palestina yang merepotkan Israel khususnya di selatan Lebanon.
65- Pada tanggal 30 Juni 2000: Presiden Amerika Bill Clinton mengancam akan merevisi sikap dan hubungan Amerika dengan rakyat Palestina kalau mereka mengumumkan Negara Palestina merdeka secara sepihak.
66- Selama masa kepresidenan Bush Junior (George Walker Bush) sampai bulan Maret 2003 ini telah mengeluarkan sekitar 150 kebijakan politik khususnya dalam negeri untuk membantu menanggulangi krisis ekonomi dan politik Israel dan 150 resolusi yang mengenyampingkan hak-hak rakyat Palestina terhadap tanahnya. Bahkan lebih dari itu, dalam setiap resolusi itu, Amerika terus mengecam aksi perlawanan rakyat Palestina terutama aksi bom syahid. Mereka juga telah memasukan Jihad Islami, Hamas, Hizbullah dan hampir semua pergerakan perlawanan Palestina dalam daftar organisasi teroris internaisonal yang akan diperangi oleh Amerika.
Spoiler for Protokol Yahudi
Tiga tahun lalu, saya menerima buku dari seorang sahabat. Buku itu berjudul The International Jew, yang ditulis Henry Ford, pendiri dan pemilik perusahaan mobil Ford Amerika Serikat. Dalam buku yang sempat dimusnahkan Yahudi AS itu, Henry Ford–yang membongkar kebusukan lobi Yahudi menyimpulkan, untuk mencapai tujuannya kalangan Yahudi menggunakan cara-cara sesuai karakter mereka, yakni: dominasi atau hancurkan!
Mereka telah gagal mendominasi Palestina karena perlawanan Hamas. Dan, kini mereka masuk pada tahap selanjutnya: hancurkan.Hari-hari ke depan, kita akan menyaksikan bagaimana mereka melakukan penghancuran di Palestina, seperti ketika Amerika Serikat yang dikendalikan lobi Yahudi menghancurkan Irak dan kemudian menguasainya.
Ford semula tidak begitu percaya keterlibatan Yahudi internasional dalam berbagai peperangan dan peristiwa besar di dunia. Ia melakukan penyelidikan, menggali fakta-fakta, dan menyewa investigator. Penyelidikan Ford ini kemudian dikenal sebagai Jewish Question. Dari penyelidikan itu, Ford yakin tangan-tangan Yahudi Internasional bermain dalam berbagai peristiwa dunia. Dan, menurutnya, tangan-tangan itu harus dipatahkan. ”Ancaman sesungguhnya bagi Amerika Serikat adalah Yahudi terpelajar itu,” kata Ford.
Melalui Dearborn Independent, surat kabar kecil yang dibelinya di Michigan, Ford menurunkan hasil investigasinya yang membeberkan kebusukan Yahudi Internasional di Amerika. Salah satu temuan Ford adalah Protokol Zionis. Dokumen ini berisi strategi Yahudi Internasional menguasai dunia, politik internasional, keuangan dan bisnis, media, dan juga budaya.
Publikasi terhadap Protokol Zionis tersebut menuai kecaman. Ford dianggap anti-Semit. Dokumen itu oleh kalangan Yahudi dinilai palsu. Ford tidak ingin terjebak perdebatan asli atau palsu. Ia mengatakan, ”… dari apa yang saya ketahui, semua yang terjadi sekarang ini di dunia, sesuai dengan isi dokumen itu.”
Artikel-artikel di surat kabar Dearborn Independent memicu kemarahan kalangan Yahudi. Mereka menuntut Ford minta maaf. Bisnisnya dipersulit sampai mengalami krisis keuangan. Dalam situasi sulit itu, Ford dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan mobil secara misterius. Pada 1977, artikel-artikel Ford itu dibukukan dalam The International Jew. Buku ini sempat menjadi buku terlaris, terjual lebih dari 10 juta copy. Kalangan Yahudi memborong buku ini, membakarnya, merazia toko-toko buku, dan bahkan mencurinya di perpustakaan untuk dimusnahkan.
Kini, Zionis Israel yang tangannya merambah ke seluruh dunia menghancurkan Palestina. Anak-anak menunggu ajalnya. Dunia Arab hampir tidak melakukan apa-apa. Mereka menjadi penonton Palestina dihancurkan. Dan, kita di sini sibuk dalam urusan politik dan bertengkar antarkita–yang jangan-jangan bagian dari protokol itu. Wallahu a’lam bishawab.
sumber: republika.co.id
Spoiler for komentar2
Quote:
Original Posted By amdfreakz 
thanks gan atas infonya....
Amerika memang dari dulu selalu berada dibelakang Israel, tapi apa ya alasannya sampe begitu getolnya amerika dalam mendukung israel? Apakah dulu ada peranan orang-orang israel dalam pembentukan negara amerika? Ataukah memang dari dulu dalam pemerintahan amerika sudah dikuasai oleh orang-orang israel???
Sampai-sampai mereka membutakan mata mereka tentang keadaan palestina dengan korban-korbannya, dimana israel jelas-jelas telah melakukan kejahatan perang dan melanggar HAM..
Dengan dalih salah sasaran, mereka menyerang rumah sakit, truk2 pembawa bantuan, dan yang paling parah mereka juga menyerang gedung UNRWA yang jelas2 merupakan lembaga bantuan milik PBB.
Dimanakah otak meraka? Dimanakah pikiran mereka? Dimanakah rasa perikemanusiaan mereka??
SAVE PALESTINE NOW!!!!
thanks gan atas infonya....
Amerika memang dari dulu selalu berada dibelakang Israel, tapi apa ya alasannya sampe begitu getolnya amerika dalam mendukung israel? Apakah dulu ada peranan orang-orang israel dalam pembentukan negara amerika? Ataukah memang dari dulu dalam pemerintahan amerika sudah dikuasai oleh orang-orang israel???
Sampai-sampai mereka membutakan mata mereka tentang keadaan palestina dengan korban-korbannya, dimana israel jelas-jelas telah melakukan kejahatan perang dan melanggar HAM..
Dengan dalih salah sasaran, mereka menyerang rumah sakit, truk2 pembawa bantuan, dan yang paling parah mereka juga menyerang gedung UNRWA yang jelas2 merupakan lembaga bantuan milik PBB.
Dimanakah otak meraka? Dimanakah pikiran mereka? Dimanakah rasa perikemanusiaan mereka??
SAVE PALESTINE NOW!!!!
Quote:
Original Posted By K4nda 
BUKALAH MATA KALIAN WAHAI UMAT ISLAM DAN KRISTEN, SUNGGUH MEREKA YAHUDI ISRAEL (ZIONIS) ADALAH MUSUH UMAT BERAGAMA SELURUH DUNIA...!!! MEREKALAH YG MENGADU DOMBA NEGARA2, (CHINA vs TAIWAN), (KOREA UTARA vs KOREA SELATAN), (INDIA vs PAKISTAN, dll...) DENGAN KEKUATAN EKONOMI DAN KECERDASAN MEREKA...!!!!
BUKALAH MATA KALIAN WAHAI UMAT ISLAM DAN KRISTEN, SUNGGUH MEREKA YAHUDI ISRAEL (ZIONIS) ADALAH MUSUH UMAT BERAGAMA SELURUH DUNIA...!!! MEREKALAH YG MENGADU DOMBA NEGARA2, (CHINA vs TAIWAN), (KOREA UTARA vs KOREA SELATAN), (INDIA vs PAKISTAN, dll...) DENGAN KEKUATAN EKONOMI DAN KECERDASAN MEREKA...!!!!
Quote:
Original Posted By jikijie 
kalian salah semua analisanya,,
yang bener pereonomian amerika itu disokong sama kekuatan ekonomi pengusaha yahudi yang bermukim di amerika secara turun temurun,,,salah atunya yang namanya George Soross,,
pada tahu khan orang tuh,klo gak tahu berarti kuper,,,
yang ngebiayain proyek persenjataan amerika ya pengusaha2 itu,termasuk sejak jamannya perang dunia 2 dulu,,waktu itu sih tujuannya buat ngalahin jerman yang banyak menindas orang yahudi,,jd secara gak langsung orang2 yahudi itulah yang bikin amerika jadi kekuatan super power kya sekarang,,
makanya gak heran kalo amerika ngirimin banyak senjata canggih ke israel,,orang itu sebenernya memang punya orang mereka sendiri amerika cuma minjem,,n itung2 amerika bayar utang budi sama orang2 yahudi yang telah membesarkan negara paman Sam trsebut,,
Sedangkan soal presiden US,Setiap calon harus dapat simpati pengusaha yahudi kalo ingin melenggang ke kursi no.1,,jadi jangan harap orang anti israel bisa jadi presiden AS,termasuk kaskuser yang lagi ngelindur pengen jadi Presiden AS,,
jadi intinya AS n Israel bagaikan kepompung,,huahh!!
maksudnya bersahabat erat n gak mungkin terpisahkan,,soalnya mereka itu sebenernya simbiosis mutualisme,,saling menguntungkan gt loh,,
so klo ditanya Who Is The real boss,,
Ya Israel,,amerika cuman kacungnya Israel,kacung yang mulut,mata dan telinganya disumpel duitnya orang Yahudi,,
karena sekali saja orang Yahudi menarik investasinya di amrik,,hancurlah amerika,,efeknya bisa 10kali lebih parah dari krisis globel kemaren,,,
sekian sedikit pencerahan dari saia,,,,,,,,,
kalian salah semua analisanya,,
yang bener pereonomian amerika itu disokong sama kekuatan ekonomi pengusaha yahudi yang bermukim di amerika secara turun temurun,,,salah atunya yang namanya George Soross,,
pada tahu khan orang tuh,klo gak tahu berarti kuper,,,
yang ngebiayain proyek persenjataan amerika ya pengusaha2 itu,termasuk sejak jamannya perang dunia 2 dulu,,waktu itu sih tujuannya buat ngalahin jerman yang banyak menindas orang yahudi,,jd secara gak langsung orang2 yahudi itulah yang bikin amerika jadi kekuatan super power kya sekarang,,
makanya gak heran kalo amerika ngirimin banyak senjata canggih ke israel,,orang itu sebenernya memang punya orang mereka sendiri amerika cuma minjem,,n itung2 amerika bayar utang budi sama orang2 yahudi yang telah membesarkan negara paman Sam trsebut,,
Sedangkan soal presiden US,Setiap calon harus dapat simpati pengusaha yahudi kalo ingin melenggang ke kursi no.1,,jadi jangan harap orang anti israel bisa jadi presiden AS,termasuk kaskuser yang lagi ngelindur pengen jadi Presiden AS,,
jadi intinya AS n Israel bagaikan kepompung,,huahh!!
maksudnya bersahabat erat n gak mungkin terpisahkan,,soalnya mereka itu sebenernya simbiosis mutualisme,,saling menguntungkan gt loh,,
so klo ditanya Who Is The real boss,,
Ya Israel,,amerika cuman kacungnya Israel,kacung yang mulut,mata dan telinganya disumpel duitnya orang Yahudi,,
karena sekali saja orang Yahudi menarik investasinya di amrik,,hancurlah amerika,,efeknya bisa 10kali lebih parah dari krisis globel kemaren,,,
sekian sedikit pencerahan dari saia,,,,,,,,,
3000 orang sudah tewas di palestina....who is the real terorist???
artikel terkait : 66 Bukti Sejarah Pembelaan Amerika terhadap Zionis Israel
sumber

Post a Comment