TULKAREM (Berita SuaraMedia) – Anggota Dewan Legislatif Palestina Dr. Hassan Kharisha dari Tulkarem menyerukan sebuah "Perlawanan penuh Palestina menentang pendudukan dan pembagian daerah, menyebut mereka musuh bersama bagi warga Palestina. "Kebrutalan Israel dan kejahantannya terhadap orang-orang kami di Tepi Barat, termasuk menduduki Yerusalem, telah mulai menimbulkan perkelahian di antara orang-orang kami, yang masih menunggu kemungkinan adanya perdamaian, yang mana pendudukan Israel gunakan sebagai sebuah tameng dan yudaisasi Yerusalem dan tempat-tempat suci Islam dan Kristen yang ada di sana, sementara ada pembagian dan kelanjutan dari penyelesaian pendudukan tersebut," Kharisha mengatakan.
"Jika semua kejahatan brutal Israel tersebut dan kawanan praktik pemukim menentang rakyat kami, tidak mempersatukan kami, saya tidak percaya ada hal lain yang bisa mempersatukan kami lagi," ia menambahkan.
"Kejahatan Israel di Silwan dan Yerusalem, dan bangkitnya serangan-serangan para pemukim ilegal terhadap para petani biasa dan pencuri dari hasil-hasil panen mereka membuka jalan untuk mendorong masalah-masalah pada sebuah ledakan besar yang populer di hadapan perebutan pendudukan ini," Anggota Parlemen tersebut melanjutkan.
Kharisha menuduh Netanyahu dan anggota pemerintahannya menghasut dunia ketika berpura-pura mencapai perdamaian, ketika mereka memobilisasi kelompok ekstrimis dan pemukim untuk meningkatkan kejahatan terhadap warga Palestina.
Hal ini mengharuskan para pemimpin Palestina untuk mengevaluasi ulang situasi dan membuat keputusan tegas terhadap kenyataan, yang dikendalikan oleh kekuatan militer dan bukan hak-hak sipil, Kharisha menyimpulkan.
Sementara itu, seruan yang menentang pendudukan dan serangan yang banyak dilakukan oleh Israel juga dibuat oleh juru bicara untuk sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam mengatakan pada Jum’at waktu setempat bahwa serangan apapun di Gaza akan dihadapkan dengan perlawanan yang kuat.
Komentar-komentar Abu Obeida mengikuti ucapan-ucapan yang dibuat oleh komando angakatan darat Israel Eyal Eisenberg, yang memperingatkan bahwa perang selanjutnya di Gaza akan menjadi sebuah "putaran yang lebih menyakitkan, kompleks, dan berkuasa penuh" dalam sebuah wawancara dengan situs kantor berita Israel, Ynet.
Pejabat Brigade Al-Qassam mengatakan bahwa Israel mempersiapkan pendapat publik internasional untuk pelanggaran lain yang terdapat di Jalur tersebut, "seolah-olah Operasi Cast Lead pada tahun 2008 tidak banyak menumpahkan banyak darah." Perang Desember 2008 tersebut menyisakan 1.400 warga Palestina dan 13 warga Israel tewas.
Eisenberg, yang memimpin perang tersebut, ditegur oleh pengacara umum militer Israel karena membesar-besarkan otoritasnya "dalam sebuah sikap yang membahayakan nyawa yang lainnya" dalam sebuah serangan selama penyerangan tersebut yang di dalamnya adalah daerah yang sangat padat penduduk di Tel Al-Hawa yang dimeriami peluru tersebut.
Jurist Richard Goldstone, dalam penyelidikannya yang dimandatkan PBB, menemukan bahwa tiga peluru meriam berdaya ledak tinggi dan tujuh artileri peluru fosfor putih ditembakkan di sebuah kamp PBB selama serangan tersebut.
Komando tersebut mengatakan kepada kantor berita Ynet "Kami memiliki kemampuan untuk menghadapi sebuah ledakan serius bagi Hamas. Kami memiliki banyak peralatan, dan semua peralatan tersebut sah, bahkan menargetkan pajabat-pejabat senior. Dan kami seharusnya tidak ragu-ragu untuk menggunakan peralatan tersebut."
Abu obeida mengatakan bahwa Israel menggunakan ancaman-anacaman ini sebagai perang psikologis, namun bersikeras bahwa pernyataan Eisenberg tidak membuat takut siapapun atau membingungkan perlawanan tersebut. Ia menambahkan bahwa tindakan Israel menunjukkan bahwa pihaknya mempersiapkan peluncuran perang yang lain di Jalur tersebut.
Israel mengklaim bahwa proyektil yang ditembakkan dari Gaza mengandung fosfor adalah upaya-upaya untuk membenarkan agresi terhadap daerah pedalaman pantai, juru bicara tersebut mengatakan. (ppt/aqm/mn) www.suaramedia.com

Post a Comment