Syabab.Com - Kapitalisme tengah berada di ambang kematian dan inilah saatnya untuk sistem ekonomi baru, demikian disampaikan oleh Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad saat berpidato di sesi sidang Majelis Umum PBB di markas besar PBB di New York. "Orde diskriminatif kapitalisme dan pendekatan hegemoni tengah menghadapi kekalahan dan kian mendekati akhir," katanya.
Ungkapan Ahmadinejad terkait keruntuhan kapitalisme global tersebut bukanlah hal yang baru, kaum Muslim para pejuang Khilafah sejak awal mengatakan kehancuran Sistem Kapitalisme. Sekelompok kaum Muslim di Amerika sendiri terkait keruntuhan kapitalisme ini pernah menjadi bahan perbincangan.
Sebuah konferensi khilafah yang mengangkat tema "fall of capitalism and rise for islam" yang diadakan di Chicago, mengurai fakta keruntuhan sistem rusak tersebut. Mereka bahkan menawarkan solusi ampuh untuk menggantinya dengan Sistem Khilafah, yang pernah berjaya selama 13 abad lamanya, bukan pada demokrasi.
"Struktur pemerintahan yang tidak demokratis dan tidak adil dari badan-badan pengambil keputusan di bidang ekonomi dan politik internasional merupakan alasan di balik sebagian besar penderitaan yang dihadapi manusia saat ini," kata Ahmadinejad, seolah masih berharap pada demokrasi.
Presiden Ahmadinejad juga menyerukan kepada sejumlah negeri Muslim untuk bersatu, terutama dalam menghadapi Israel. Ahmadinejad menandai hal tersebut dalam sebuah pertemuan dengan Sekjen Liga Arab Amr Moussa, Selasa, 21/09/08.
Presiden Iran dan Amr Mousa keduanya sepakat untuk bekerjasama antara Iran dan negeri-negeri Arab dapat memelihara persatuan dan solidaritas sejumlah negeri Muslim.
Namun tidak jelas bentuk persatuan yang ditawarkan. Padahal bagi kaum Muslim bentuk persatuan nyata itu ada ketika kaum Muslim bersatu di bawah naungan Khilafah. Inilah bentuk nyata persatuan bagi kaum Muslim, bukan di bawah PBB atau pun Liga Arab.
Hanya saja, dapatkah para penguasa negeri Muslim saat ini untuk menerima Khilafah dan bersegera mewujudkannya? Faktanya mereka masih berkolaborasi dengan permaianan Barat serta senjata ampuhnya, seperti demokrasi dan nasionalisme. Namun, bagaimanapun juga, Khilafah pasti kembali. [m/dtk/prstv/syabab.com]

Post a Comment