Ramadhan yang kita jalani ini sudah mencapai penghujung bulan, Idul Fitri yang kita nantikan sebagai hari kemenangan sebentar lagi tiba dimana kita kembali ke fitrah kita sebagai manusia. Namun sebelum kita memasuki hari yang fitri itu marilah kita ( saya, anda dan kita semua ) sejenak menengok kebelakang, dan mengkoreksi ibadah-ibadah kita di hari-hari bulan Ramadhan yang telah kita lalui.
1. Ibadah Mahdah ( Ibadah Ritual )
Coba lihat apakah kemarin Sholat kita, Puasa kita, ibadah sunnah kita benar-benar khusuk, ikhlas atau tidak, apakah kita benar-benar bisa mengendalikan nafsu kita atau malah kita justru ceroboh mengemudikan kendaraan nafsu kita sehingga tabrak sana, tabrak sini. Ingat Rasul saw bersabda, orang yang kuat bukanlah orang yang bisa membanting orang lain, tapi orang kuat adalah orang yang dapat mengendalikan diri ketika dia marah. Karena inti dari puasa adalah mengendalikan hawa nafsu agar lebih terarah ke perbuatan positif dan mengikuti akal.
2. Ibadah Muamalah kita ( Politik, Ekonomi, Hankam, Sosial Budaya )
Ramadhan tahun ini kita menjalani tanpa adanya Negara yang menerapkan Syariat Islam secara kaffah, kita masih bersistem pada sistem Taghut ( Berhala) yaitu Sekulerisme, kapitalisme, demokrasi beserta keturunannya, yang menyebabkan kesengsaraan pada rakyat kita.
Saat kita khusuk beribadah puasa cobaan ashobiyah menghampiri kita, kita hampir saja terpancing pada jebakan kaum kafir yaitu pertengkaran kita dengan Malaysia, saudara seiman dan sebangsa kita yang terpaksa harus terpisah oleh batas-batas negara jahiliyah hasil dari kelicikan penjajah di masa lalu. Kita dipancing terus menerus untuk bertengkar dengan Negeri Jiran itu, entah karena sebuah pulau, atau kebudayaan primitif kita yang masih mengandung kemusyrikan diklaim negeri Jiran itu. Rasul Saw bersabda barangsiapa mati dalam keadaan ashobiyah maka dia bukan umatku lagi (kafir).
Cobaan yang paling hebat di bulan Ramadhan ini adalah cobaan atas kesetiaan kita kepada Kitab Suci Al Qur’an oleh orang-orang Freemasonry yang anti agama dan penyembah Iblis di sebuah gereja di Florida Amerika Serikat yang hendak membakar Al Quran pada tanggal 11 September 2010. Karena sesungguhnya para penghina Islam itu adalah orang-orang Freemason alias anak buah Dajjal, namun kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena tidak adanya Institusi negara Khilafah yang menerapkan Syariat Islam secara kaffah atau menyeluruh, dan siap mengobarkan Jihad untuk membela kehormatan Islam dan menghukum para penghinanya dengan hukuman setimpal.
LOOK BEYOND THE GLORY
La izzata illa bil Islam, la Islamata illa bis syariah, la syariaata illa bil Daulah Khilafah.
There’s not glory without Islam, Not Islam without Syaria, And not Syaria without Chaliphate.
Tiada Kejayaan tanpa Islam, tak sempurna Islam tanpa Syariat, dan tak akan tegak Syariat tanpa Negara Khilafah.
saya pribadi atas nama pena Pemikir Ideologi dan keluarga mengucapkan
”Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum minal aidin wal faidzin”“Semoga Allah menerima amal-amal kita, Dan semoga Allah menjadikan kita termasuk dari orang-orang yang kembali dari perjuangan Ramadhan sebagai orang yang menang.”
Selamat menyambut hari kemenangan dan merayakan Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir Batin. Semoga kita kembali ke fitrah.
Dan Semoga ini merupakan Lebaran terakhir tanpa adanya KHILAFAH. Amin
[Gema Pelajar Pembebasan Indonesia]

Post a Comment