Giliran Inggris, Muslimah Hizbut Tahrir Akan Gelar Aksi Protes Mengecam Pelarangan Niqab

Syabab.Com - Pemerintah Barat terus menerus menyerang keyakinan Islam, salah satunya upaya pelarangan niqab dan hijab (jilbab) di Perancis. Kaum Muslimah di Barat tidak tinggal diam menyikapi hal tersebut. Mereka bangkit untuk mempertahankan Islam dan bangkit menyerang balik ide-ide Barat yang rusak, termasuk di Inggris. Muslimah Hizbut Tahrir Inggris akan mengorganisir Aksi Protes Mengecam Perancis dalam Pelarangan Niqab, Sabtu, 25 Septermber 2010. Pada tanggal 14 September, Senat Perancis meratifikasi RUU pelarangan menutup wajah di semua ruang publik di seluruh negeri atas nama melindungi 'kebebasan' dan 'kesetaraan'. Perempuan di Perancis tidak akan lagi diizinkan untuk mengenakan niqab di jalan-jalan, dalam taman, di tempat transportasi umum, dan di semua gedung-gedung pemerintah, termasuk rumah sakit dan sekolah-sekolah.

Setelah sebelumnya, para Muslimah Hizbut Tahrir di Australia bersama komunitas masyarakat Muslim lainnya di negeri tersebut menggelar rapat umum mengutuk upaya pelarangan niqab, kini giliran Muslimah Hizbut Tahrir Inggris untuk menggelar aksi serupa. Kali ini menyoroti serangan pemerintah Perancis yang tengah berupaya melarang penggunaan niqab di negeri tersebut.
Seperti yang disampaikan dalam publikasi mereka, aksi protes akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 25 September 2010 di Londong, UK.
"Selain jilbab, sekolah-sekolah Muslim, pengadilan Syariah, perkawinan, dan larangan menara masjid, penutup wajah (niqab) hanyalah keyakinan Islam terbaru yang telah diserang oleh pemerintah Barat. Dalam serangan pada niqab saat ini, bukan hanya secarik pakaian yang diadili, tetapi Islam dan posisinya di Barat dan dunia," ungkap panitia seperti dikutip dari publikasi mereka.

Menurutnya, pelarangan hijab dan niqab tersebut ditujukan untuk memaksa kaum Muslimah meninggalkan nilai-nilai Islam mereka diganti dengan nilai-nilai liberal sekuler Barat.

"Sudah lama, para politis di Barat memberikan label pakaian Muslimah sebagai simbol penindasan, sementara mengabaikan epidemi kekerasan, pelecehan seksual yang membuat wanita menderita di bawah nilai-nilai liberal," tegasnya lagi.

"Sebagai Muslimah, kita tidak bisa lagi menerima kebohongan tersebut untuk melemparkan agama kita. Kita harus beralih mengubah secara drastis pada debat ini dan menunjukkan bahwa hanya Islam saja yang dapat menjamin penghargaan atas perempuan, melindungi keluarga, dan memecahkan berbagai persoalan sosial yang tengah menghantui masyarakat liberal Barat."

Demikianlah, kaum Muslimah di Barat benar-benar tidak berdiam diri ketika keyakinan Islam diserang oleh pemerintah Barat. Mereka bangkit dan berdiri untuk mempertahankan Islam serta menunjukkan kebohongan nilai-nilai Barat.

Subhanallah, jika di Barat saja, kaum Muslimahnya berani menunjukkan identitasnya sebagai seorang Muslimah, lalu atas alasan apa kaum Muslimah di negeri ini malah menerima nilai-nilai Barat dan merendahkan nilai-nilai Islam? Buktinya, banyak kaum perempuan Muslim di negeri ini yang bangga dengan kebebasan dan menyepelekan perintah jilbab.

Sudah saatnya, kaum Muslimah bangkit, bersatu untuk mempertahankan Islam sebagai satu-satunya deen yang mampu mengangkat kembali derajat perempuan pada posisi yang mulia. [m/f/htb/syabab.com]