Showing posts with label Felix Siauw. Show all posts

993829_388290044640256_1198299733_n.jpg (960×353)1. kita berdua tahu bahwa bersama itu tidak selamanya | namun tetap sulit bagiku membayangkan bila saatnya

2. sementara masa berpisah saja sudah demikian sengsara | bagaimana bila dipisah tanah dan dunia lagi terpejam mata

3. kosong hati dan renggang jiwa saat menjauh dari dirimu | bersamamu itu penawar dan bercanda denganmu itu candu

4. begitulah resah kualihkan jadi doa saat meninggalkanmu | dan rindu kutumpahkan dalam sujud mengadu pada Tuhanmu

5. kita memang makhuk yang lemah lagi tak kuasa | dipermainkan oleh kasih sayang amanah Sang Kuasa

6. karenanya aku tak sanggup meninggalkanmu dalam keadaan lemah | karenanya kelalaianmu itu pasti tersebab bimbinganku yang salah

7. karena bisa jadi malam ini adalah saat bersama terakhir | jangan sampai sedih dan sesal adalah yang terakhir diukir

8. yang kita tahu ialah tiada sesiapa yang tahu ketentuan mati | apakah engkau yang lebih dekat atau aku yang mendahului?

9. takkan pernah aku meninggalkanmu dalam keadaan tidak ridha | karena ridha Allah pada istri itu tergantung ridha suaminya

10. aku tak menjamin bila aku pergi maka aku bisa pulang kembali | pun tidak bisa menjamin saat aku pulang engkau masih menanti

11. bila tak mengenal tawakal sungguh cinta hanya menyiksa | namun bila kita berserah pada-Nya maka itu bagian karunia

12. mungkin ini cara Allah melatih kita bersiap menuju perpisahan hidup | mungkin ini cara Allah membuat kita melakukan yang terbaik

13. memanfaatkan setiap waktu yang ada memaafkan setiap dosa yang ada | bercanda selagi sempat dan membimbingmu selagi ada masa

14. merancang masa depan anak-anak bersamamu | menyiapkan saat berpisah juga bersama buah-buah hatimu

15. hidup ini beribadah pada Allah sampai tiada penyesalan | karena meninggalkan dunia sedang belum cukup bekalan

16. engkau titipan Allah maka harus disiapkan untuk dikembalikan | begitupun aku titipan Allah yang kelak juga akan didatangi kematian

17. semoga pertemuan dan perpisahan itu bagian ibadah | semoga kesenangan dan kerinduan ini membawa berkah

18. "bila ini pertemuan yang terakhir kali | bagaimana aku membahagiakan istri?"
[www.globalmuslim.web.id]


innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun | telah berpulang Kiai Sahal Mahfudz | ulama ikhlas pembela Al-Qur'an dan As-sunnah | mohon doanya..

saya pribadi belum pernah bertemu beliau Kiai Sahal | namun sudah kagum dengan pemikiran dan amal beliau dalam menjaga kaum Muslim 

utamanya di tahun 2005, Kiai Sahal yang waktu itu Rois 'Aam NU dan Ketum MUI | memfatwakan haramnya "sekularisme-pluralisme-liberalisme"

semoga Allah memberi balasan terbaik pada Kiai Sahal Mahfudz | dan jadi teladan bagi kita benar dalam berdakwah |[www.globalmuslim.web.id]

images (126×140)1. jangan katakan "percuma hijab kelakuan jahat" | tapi berhijablah dan berlakulah baik agar engkau jadi contoh

2. jangan bilang "percuma shalat masih maksiat" | tapi shalatlah dan taatlah agar engkau jadi teladan

3. daripada menunjuk-nunjuk dengan tanganmu | lebih baik tunjukkan kebaikan lewat dirimu

4. pintar mencari kesalahan orang | tak membuat dirimu otomatis benar

5. banyak orang yang berbuat salah | tidak berarti engkau harus ikut-ikutan

6. "mendingan pacaran tapi hijab, atau hijab tapi pacaran" | syaitan memang pintar berlindung dari kata "mendingan"

7. tidak ada kata "mendingan" dalam dua kemaksiatan | yang boleh kata "mendingan" dalam dua ketaatan

8. yang baik dari sesama tentu jadikan contoh taat | yang jelek dari saudara jangan jadikan penghalang taat

9. ketaatan nggak perlu alasan | maksiat nggak perlu legitimasi | toh Allah menghitung amal kita sendiri-sendiri 
[www.globalmuslim.web.id]

993829_388290044640256_1198299733_n.jpg (720×264)Sangat sedikit manusia yang menggunakan akalnya untuk menemukan Tuhannya dan jati dirinya. Padahal kalau mau jujur dan jernih berpikir siapapun akan menemukan kebenaran Islam. Pengalaman Felix Siauw (24 tahun) bisa menjadi pelajaran. Berikut kisahnya.
Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa adanya, tanpa reserve”. Begitulah kira-kira pernyataan yang akan selalu aku ingat di dalam hidup ini.
Waktu itu aku masih seorang penganut Kristen Katolik. Di usiaku yang masih 12 tahun, banyak pertanyaan tentang kehidupan yang belum terjawab. Ada tiga pertanyaan yang paling besar yang muncul dalam benakku, yaitu darimana asal kehidupan ini, untuk apa adanya kehidupan ini, dan akan seperti apa akhir kehidupan ini. Lalu, “Kenapa tuhan pencipta kehidupan ini ada tiga, yakni ada tuhan bapa, tuhan putra dan roh kudus? Darimana asal tuhan bapa?”, atau “Mengapa tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu mati, lalu bangkit lagi?” Aku diskusikan itu dengan orang tuaku atau dengan rohaniawan, tapi jawabannya mengambang dan tak memuaskan.
Ketidakpuasan itu lalu mendorongku  untuk mencari jawaban langsung dari Alkitab yang katanya datang dari tuhan. Betapa terkejutnya aku, aku baru tahu jika  14 dari 27 surat di Injil perjanjian baru ternyata ditulis oleh manusia, yaitu Santo Paulus. Lebih terkejut lagi ketika mengetahui bahwa sisa kitab yang lainnya juga merupakan tulisan tangan manusia yang dibuat setelah wafatnya Yesus. Konsep trinitas yang menyatakan tuhan itu tiga dalam satu dan satu dalam tiga ternyata adalah hasil konggres di kota Nicea pada tahun 325 M.
Setelah mengetahui itu, kuputuskan bahwa agama yang kuanut tidaklah pantas untuk dipertahankan.  Aku pun memutuskan untuk menjadi seorang yang tidak beragama, tetapi tetap percaya kepada Tuhan. Aku berkesimpulan bahwa semua agama tidak ada yang benar, karena sudah diselewengkan oleh penganutnya. Tanpa sadar waktu itu aku sudah  menjadi manusia yang sinkretis dan pluralis.

Bertemu Ustad Muda
Waktu terus bergulir. Ketika aku kuliah di IPB memasuki semester ketiga, pemahamanku mulai berubah.  Itu bermula dari perdebatanku dengan seorang teman tentang kebenaran. Syamsul Hadi, demikian nama temanku itu, mengatakan bahwa kebenaran hanya akan ditemukan di dalam Alquran.  Aku pun berusaha mencarinya. Aku lalu dipertemukan dengan Ustad Fatih Karim, aktivis Islam. Lewat pertemuanku dengannya di Masjid Kampus itulah,  perkenalanku  dengan Alquran dimulai.
Kepadanya, aku menceritakan tentang pengalaman hidupku termasuk berbagai pertanyaan besar yang belum terjawab tentang kehidupan. Kami lalu berdiskusi hingga mencapai suatu kesepakatan tentang adanya Tuhan pencipta alam semesta. Aku pun akhirnya paham bahwa adanya Tuhan, atau Sang Pencipta memanglah sesuatu yang tidak bisa disangkal dan dinafikan bila kita benar-benar memperhatikan sekeliling kita.
"Tapi masalahnya ada lima agama yang mengklaim mereka punya petunjuk bagi manusia untuk menjalani hidupnya. Yang manakah yang bisa kita percaya?" tanyaku saat itu.
"Apapun diciptakan pasti mempunyai petunjuk tentang caranya bekerja,"  jawab Ustad Fatih. Lalu ia menambahkan, "Begitupun juga manusia, masalahnya, yang manakah kitab petunjuk yang paling benar dan datang dari Sang Pencipta atau Tuhan yang Maha Kuasa?" Lalu dibacakanlah ayat dalam Alur'an: ”Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (TQS al-Baqarah [2]:2)
Mendengar ayat itu, aku terpesona dengan ketegasan, kejelasan serta ketinggian maknanya. ”Mengapa penulis kitab itu berani menuliskan seperti itu?” pikirku.
Seolah membaca pikiranku, Ustad Fatih  melanjutkan, "Kata-kata ini adalah hal yang sangat wajar bila penulisnya bukanlah manusia, ciptaan yang terbatas, Melainkan pencipta. Not creation but The Creator. Bahkan Alquran menantang manusia untuk mendatangkan yang semacamnya!"
Pikiranku saat itu bergejolak. Dalam hatiku berkata, "Mungkin inilah kebenaran yang selama ini aku cari!". Tetapi ada beberapa keraguan di benakku. ”Mengapa agama yang sedemikian hebat malah terpuruk, menjadi pesakitan, hina dan menghinakan dirinya sendiri?" tanyaku.
Ustad itu menjelaskan bahwa Islam tidak sama dengan Muslim. Islam sempurna, mulia dan tinggi, tidak ada satu pun yang tidak bisa dijelaskan dan dijawab dalam Islam. Islam adalah sistem kehidupan. Sangat luar biasa penjelasannya.  Sesuatu yang belum pernah aku dengar sebelumnya. Aku pun mulai sadar akan kelebihan dan kebenaran Islam. Keraguanku mulai luntur.

Masuk Islam
Aku pun akhirnya bisa menemukan jawaban sempurna atas ketiga pertanyaan besarku.  Ternyata aku ini berasal dari Sang Pencipta dan itu adalah Allah SWT. Aku hidup untuk beribadah kepada-Nya  sesuai dengan perintah-Nya yang tertulis di dalam Alquran. Alquran itu dijamin datang dari-Nya.  Setelah hidup ini berakhir, kepada Allah lah aku akan kembali dengan membawa amal ibadah  selama hidup untuk dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang diturunkan oleh Allah. Setelah yakin dan memastikan untuk jujur pada hasil pemikiranku ini, maka aku memutuskan, ”Baik, kalau begitu saya akan masuk Islam!"

Banyak tantangan setelah itu.  Maklum aku hidup dalam lingkungan keluarga yang sangat tendensius kepada Islam. Di mata mereka orang Islam itu jahat dan jorok. Orang tuaku bilang aku sinting dan kerasukan setan. Tapi mau bagaimana lagi, aku tak akan mengorbankan kebenaran yang kucari selama ini. "Tidak, sama sekali tidak,” pikirku. Aku yakin bahwa Allah lah yang harus didahulukan. Kini orang tuaku bangga kepadaku.
Setelah masuk Islam, aku menemukan ketenangan sekaligus perjuangan. Aku  bangga kepada Islam. Mudah-mudahan, sampai akhir hidup, aku  dan keluargaku, tetap berada di barisan pembela Islam yang terpercaya. Janji Allah sangat jelas, dan akan terbukti dalam waktu dekat. Allahu Akbar! 
[sumber/www.globalmuslim.web.id]

Bahaya Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme
Wacana Pluralisme dan temen-temennya ini tak pernah habis menghantui dan merusak kaum Muslim. Walaupun MUI telah mengeluarkan fatwa haramnya paham sekularisme, liberalisme dan pluralisme pada tahun 2005,  tetap saja pluralisme melenggang kangkung diusung media.
Walhasil, umat Islam pun menjadi bingung, semua yang pro dan kontra dengan sepilis (sekulerisme-pluralisme-liberalisme) ini semua mengatasnamakan Islam, mana yang harus dipercaya, yang mana yang harus diikuti menjadi samar. Banyak diantara kaum muslim akhirnya yang memilih untuk tidak perduli. Oleh karena itu tulisan ini bertujuan untuk meletakkan sebuah pemahaman yang benar tentang faham Sekularisme, Liberalisme dan Pluralisme.
Secularism means:
• in philosophy, the belief that life can be best lived by applying ethics, and the universe best understood, by processes of reasoning, without reference to a god or gods or other supernatural concepts.
• in society, any of a range of situations where a society less automatically assumes religious beliefs to be either widely shared or a basis for conflict in various forms, than in recent generations of the same society.
• in government, a policy of avoiding entanglement between government and religion (ranging from reducing ties to a state church to promoting secularism in society), of non-discrimination among religions (providing they don’t deny primacy of civil laws), and of guaranteeing human rights of all citizens, regardless of the creed (and, if conflicting with certain religious rules, by imposing priority of the universal human rights).
Secularism can also mean the practice of working to promote any of those three forms of secularism.
Retrieved from “http://en.wikipedia.org/wiki/Secularism• Secara filosofi, pandangan yang menganggap bahwa kehidupan dapat dijalani paling baik dengan menggunakan etika, dan pengertian paling baik dari alam semesta, melalui proses argumentatif, tanpa merujuk kepada tuhan atau (banyak) tuhan atau konsep supernatural.
• Pada masyarakat, semua dari kisaran situasi dimana suatu masyarakat lebih sedikit yang secara otomatis mengasumsikan kepercayaan agama sebagai andil besar atau dasar daripada masalah dalam berbagai bentuk daripada generasi belakangan di masyarakat yang sama.
• Pada pemerintahan, kebijaksanaan yang menghindari keterkaitan antara pemerintahan dan agama (berkisar dari mengurangi keterikatan pada negara-gereja sampai mempromosikan sekularisme pada masyarakat), non-diskriminasi pada agama (memaksa mereka untuk tidak mengingkari keutamaan dari hukum sipil), dan menjamin HAM semua warganegara (dan, bila bermasalah dengan aturan agama tertentu, dengan memprioritaskan hukum hak asasi universal)
Sekularisme juga bisa berarti mempraktekan atau berusaha untuk mempromosikan/menyebarkan salah satu dari tiga bentuk sekularisme diatas. 
Liberalism is a political current embracing several historical and present-day ideologies that claim defense of individual liberty and private property as the purpose of government. It typically favors the right to dissent from orthodox tenets or established authorities in political or religious matters. In this respect, it is sometimes held in contrast to conservatism. Since liberalism also focuses on the ability of individuals to structure their own society, it is almost always opposed to totalitarianism and collectivist ideologies, particularly communism.
Retrieved from “http://en.wikipedia.org/wiki/Liberalism
Liberalisme adalah gerakan politik mencakup pandangan kuno dan modern yang menjamin kebebasan individual dan kepemilikan privat sebagai tujuan dari pemerintahan. Cirinya melindungi hak untuk bertentangan dari dalil/pengajaran agama atau menetapkan kewenangan dalam masalah politik atau agama. Dalam pembahasan ini, liberalisme terkadang kontras dengan konservatisme. Karena liberalisme memfokuskan kepada kemampuan individual dalam membentuk struktur masyarakat, maka hampir selalu bertentangan dengan totaliterisme dan ideologi kolektif (sosialis), khususnya komunisme

In the social sciences, pluralism is a framework of interaction in which groups show sufficient respect and tolerance of each other, that they fruitfully coexist and interact without conflict or assimilation
Pluralism also implies the right of individuals to determine universal truths for themselves.
Retrieved from “http://en.wikipedia.org/wiki/Pluralism
Pada ilmu sosial, pluralisme adalah kerangka aktivitas interaksi dimana suatu kelompok menunjukkan rasa hormat yang baik dan toleransi satu samalain, mereka saling mengakui dan berinteraksi tanpa konflik atau asimilasi.
Pluralisme juga bahwa individu-individu mempunyai hak untuk memutuskan “kebenaran universal” untuk mereka.
Pluralisme Agama

Dari pemaparan diatas telah sangat jelas sekali bahwa sesungguhnya sekularisme adalah cara memandang kehidupan tanpa agama (outside the religion), dalam definisi modern juga bisa dikatakan memisahkan agama dari kehidupan publik (negara). Awal munculnya pandangan ini adalah ketika terjadi konflik antara agama katolik dan para cendekiawan di eropa yang berlangsung pada abad pencerahan (enlightment ages) sekitar abad 16 sampai abad 17, yang sebelumnya dilalui oleh abad gelap (dark ages) yaitu sekitar abad ke 5 sampai dengan abad ke 15. Penyebutan abad gelap ini adalah karena begitu tak teraturnya masyarakat eropa pasca runtuhnya kekaisaran romawi (roman empire) pada tahun 410.
Keruntuhan romawi ini mengakibatkan banyak sekali tuan-tuan tanah (landlords) yang mempunyai wilayah memisahkan diri menjadi suatu masyarakat tertentu, yaitu masyarakat feodal dengan feodalisme sebagai pandangan hidupnya. Disini strata masyarakat biasanya terbagi 6 yaitu bangsawan (landlords), ksatria (knights), rahib (clerics), prajurit (troops) cendekiawan (scholars) dan rakyat (people). Abad gelap ini juga sering disebut abad agama (age of faith) dikarenakan katolik yang dilegalkan menjadi agama negara pada tahun 391 sebelum romawi runtuh.Dikatakan abad agama juga karena besarnya peranan rohaniwan dalam negara, termasuk melegalisir para tuan tanah untuk mengeksploitasi rakyatnya, dan anggapan tuan tanah adalah wakil dari tuhan adalah umum dalam masa ini. Gereja membentuk doktrin untuk terus melanggengkan hubungan antara penguasa-rohaniwan ini, misalnya St. Augustine seorang uskup di kota Hippo (sekarang Annaba, Algeria) dalam bukunya City of God (413-426) menyatakan bahwa “seharusnya umat kristiani tidak perlu peduli dengan kejadian di duia tetapi fokus kepada penyelamatan (salvation) dan hidup setelah mati di dalam kota surgawi” (Rosenwain, 2005). Doktrin-doktrin semacamnya juga diberlakukan pada sains, misalnya teori geosentris yang dikemukakan oleh gereja yang ditentang oleh Nicolaus Copernicus dengan teori heliosentrisnya akhirnya berujung pada dianiayanya cendekiawan ini, begitu pula yang terjadi pada Galileo Galilei dengan teori bumi bulatnya. Dalam kemasyarakatan doktrin gereja berhak menentukan ajaran mana yang sesat (heretics) dan ajaran mana yang baik menurut mereka sendiri sehingga kejadian ini menimbulkan banyak sekali protes bagi rakyat sipil dan para cendekiawan. Keadaan ini terus berlanjut hingga abad ke 16.
Pada abad ke 17 dan 18 terjadi abad pencerahan (enlightment age) yang diawali oleh banyaknya pemikir dan cendekiawan yang melihat bahwa alasan terjadinya abad gelap adalah karena campur tangannya agama (katolik) dalam urusan negara, karena mereka memandang justru kemunduran yang sangat besar terjadi pada masa pemerintahan agama ini. Para kaum protestan pun menulis bahwa periode abad gelap adalah periode katolik yang terkorupsi sehingga tidaklah murni lagi. Puncaknya terjadi pada masa renaissance (kelahiran kembali) dimana para pemikiran para cendekiawan dan rakyat biasa melawan kepada tuan tanah dan rahib, karena dinilai selama abad gelap agama dengan hak suci mereka (divine rights) telah menjadi sesuatu yang melegitimasi eksploitasi terhadap mereka oleh tuan tanah, dan menuntut agar agama tidak lagi dihubungkan dengan negara (sekular). Disinilah sekularisme lahir.
Setelah itu, para pemikir kemudian mengganti nilai-nilai serta standar-standar yang ada pada masyarakat agar jangan sampai mengambil kembali agama untuk diterapkan dalam masyarakat. Ide-ide derivat sekularisme inilah yang akhirnya mengejewantah dalam pemikiran yang lain yaitu liberalisme, pluralisme, kapitalisme dan akhirnya demokrasi.
Sama seperti Liberalisme, pemikiran ini pun dibangun atas dasar pemisahan agama dari negara. Para pemikir seperti John Locke (1632-1704)dan Baron de Montesquieu menyerukan hak dasar manusia yaitu “life, liberty and property” sebagai suatu yang sangat diperlukan dalam menciptakan suatu pemerintahan dan hidup yang stabil, sehingga tidak terjadi lagi eksploitasi manusia oleh manusia yang lain, raja bukanlah figur suci yang mempunyai hak yang lebih di mata hukum dan lain-lain, serta dan pemikir seperti Voltaire dan Immanuel Kant yang sangat vokal terhadap pengekangan kebebasan atas nama tuhan oleh agama. Inilah yang akhirnya mendasari demokrasi, yaitu sistem pemerintahan yang berkedaulatan rakyat, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Mereka memilih sendiri pemerintahan mereka, membuat sendiri hukum untuk mereka taati sendiri. Kedua pandangan ini (liberalisme dan demokrasi) oleh Adam Smith dan David Ricardo dituangkan dalam bentuk kebebasan ekonomi dimana keuntungan terbesar akan diperoleh apabila setiap individu dijamin haknya secara penuh oleh pemerintah untuk memiliki sesuatu, tanpa atau dengan campur tangan yang seminimal mungkin dari pemerintah yang saat ini kita kenal dengan sistem ekonomi kapitalisme. Didalam sistem pergaulan nilai-nilai ini akhirnya menyamar menjadi budaya individualisme serta hedonisme. Di dalam sistem politik berubah menjadi opportunisme dan didalam pendidikan menjadi materialisme. Intinya adalah bahwa setiap orang dilahirkan bebas (liberty) dan hanya ia yang berhak menentukan jalan hidupnya tanpa campur tangan atau dipengaruhi orang lain.
Dalam hal kehidupan beragama, pluralisme atau sinkretisme adalah turunan dari sekularisme, dimana pandangan ini menyatakan pluralitas (beragamnya) manusia, pendapat atau agama adalah suatu fakta yang tidak dapat ditawar-tawar lagi sehingga agar tidak menimbulkan konflik dan masalah di dalam kehidupan bermasyarakat, maka tidak boleh ada manipulasi nilai-nilai kebenaran oleh suatu kelompok, agama atau individu manapun. Kebenaran itu relatif dari mana kita memandang. Dengan kata lain semua agama adalah sama.
Walhasil, dapat kita simpulkan bahwa sesungguhnya kemunculan sekularisme ini sendiri adalah dikarenakan oleh pemikir dan cendekiawan serta rakyat jelata yang dikecewakan oleh sistem pemerintahan agama (katolik), dan pemikiran derivatnya yaitu liberalisme dan pluralisme, termasuk kapitalisme dan demokrasi adalah produk yang sengaja disiapkan untuk menjadi tameng agar masyarakat eropa tidak lagi terjerumus pada trauma masa lalu, bersatunya negara dan agama.
Berbeda dengan Islam, sejarah telah membuktikan bahwa kejayaan islam justru tercapai ketika Islam tidak hanya diposisikan sebagai agama ritual tetapi juga sebagai aturan hidup yang mengatur seluruh aspek dalam kehidupan. Menarik bila mengutip pernyataan Michael H. Hart, dalam kata pengantar bukunya yang berjudul 100 Tokoh paling Berpengaruh di Dunia, bahwa dia menempatkan Muhammad Rasulullah saw. menjadi tokoh nomor satu adalah karena Muhammad mempunyai kekuasaan spritual dan politis yang tidak dipisahkan satu sama lain. Sejarah tidak bisa berbohong bahwa abad keemasan umat muslim (Islamic golden age) pada saat kekhilafahan abbasiyyah dan awal kekhilafahan utsmaniyyah (750 M – 1500 M) telah menyatukan lebih dari 1/3 dunia, kekuasaan membentang dari sebagian eropa (andalusia/spanyol) hingga dataran balkan yang kekuatan laut maupun daratnya ditakuti di dunia. Juga tertulis dengan tinta emas dalam sejarah peradaban manusia karya besar pemikir dan saintis muslim seperti al-Khawarizmi dengan teori matematikanya, al-Kindi dengan pemikirannya, Ibnu Sina dengan ilmu kedokteran dan kesusasteraannya yang telah menulis Asas Pengobatan (Canons of Medicine) serta ilmu optik, Ibnu Khaldun dengan sejarahnya dan Ibnu Rusyd dengan fikihnya. Pada pendidikan pun tak kalah hebatnya Imam Ad Damsyiqi telah menceritakan sebuah riwayat dari Al Wadliyah bin Atha yang menyatakan bahwa di kota Madinah ada tiga orang guru yang mengajar anak-anak. Khalifah Umar bin Khatthab memberikan gaji pada mereka masing-masing sebesar 15 dinar (1 dinar = 4,25 gram emas) (sekitar 5 juta rupiah dengan kurs sekarang). Atau pada masa Khalifah Harun al-Rasyid dimana tidaka ada warga negara yang miskin sehingga zakat bagi orang miskin tidak dibagikan.
Semua gambaran tersebut adalah fakta yang terjadi ketika Islam dan kehidupan tidak dipisahkan. Ini karena Islam adalah sebuah sistem hidup, sebuah ideologi yang tidak bisa diterapkan secara sebagian. Ia juga tidak bisa dicangkokkan dengan ideologi lain semacam sekularisme dan sosialisme, dikarenakan Islam adalah metode hidup yang khas. Dan untuk menerapkan Islam yang kaaffah maka sesungguhnya diperlukan suatu institusi yang harus ada untuk menjamin terlaksananya semua aturan-aturan Islam, institusi inipun haruslah khas yang terpancar dari Islam, tidak yang lain, yaitu Daulah Khilafah Islamiyyah.
Oleh karena itu, sebagai seorang yang berusaha untuk melaksanakan semua aturan yang telah dibebankan oleh Allah SWT kepada kita, hendaknya kita tidak mengambil pandangan-pandangan yang tidak berasal dari Islam maupun memperjuangkannya, apalagi pandangan itu telah terbukti mudharatnya bagi kehidupan kita, agar kita dapat mempertanggungjawabkan perbuatan kita di akhirat nanti
Barangsiapa mencari agama (diin) selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi(TQS ali-Imran [3]: 85)
Aturan-aturan Islam dalam masalah publik (negara) sejatinya justru harus dikembalikan lagi kepada umat muslim, semua muslim di dunia ini harus faham bahwa sesunggunya akar permasalahan yang menyebabkan bangkitnya barat dan terpuruknya Islam adalah satu: sekular (memisahkan agama dari negara).
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS al-Maaidah [5]: 50)
Akhirul kalam, kita harus benar-benar waspada terhadap pemikiran orang-orang yang bertujuan ingin menjauhkan kita dari Islam, sunnah rasul-Nya dan aturan-aturan (syari’at-Nya), meskipun terkadang penganut sekularisme ini ”kelihatan” berdalil ataupun rasional, namun akhirnya kita diajak untuk mengikuti kepada nilai-nilai kufur. Semoga Allah SWT melindungi kita dari hal-hal yang seperti itu.
wallahua’lam bi ash-shawab
[www.globalmuslim.web.id]

menghormati ibu itu dengan memenuhi haknya | yaitu ditaati karena Allah, disayangi karena Allah dan didoakan karena Allah 

memuliakan ibu itu dengan kewajibanmu | merendahkan suaramu, bersabar melayaninya dan membuat dia tertawa 

berbakti pada ibu itu saat masih hidup ataupun wafat | menjaga nama baiknya, beramal atas namanya dan memuliakan kerabatnya

menyayangi ibu itu mengingati pengorbanan darah dan airmatanya | susah terjaganya di waktu-waktu malam karena kasih sayangnya

mengasihi ibu itu tidak menyia-nyiakan doa dan pintanya kepadamu | tidak mengkhianati sujud diakhir malamnya memohon ketaatanmu

mengutamakan ibu itu mudah | menjawab panggilannya tanpa berat hati dan memohon keridhaannya dalam setiap langkah

berbaik pada ibu bukan dengan menghitung dosa dan kekurangannya | namun berkhidmat dengan kebaikan dan kebenaran tanpa menyakitinya

salam kebaikan bagi ibu | tanpamu takkan ada aku

[www.globalmuslim.web.id]

1522084_474104169368958_570410580_n.jpg (604×452)

1. ini kisah yang saya ingin anda ambil pelajaran, cukup disimak, dan tak perlu ajukan pertanyaan setelahnya, ok 
2. satu waktu, di mail sy terdaftar puluhan tanya yg menanti dijawab, satu persatu saya buka dan jawab semampu ilmu yg terbatas
3. ada tanya singkat dari seorg akhwat "afwaan jiddan, felixsiauw manhajnya apa ya?" | jwb saya "ahlu sunnah wal jama'ah"
4. karena begitulah seharusnya manhaj setiap Muslim, mengikuti sunnah nabi dan bersatu dalam al-jama'ah Islam, syarat surga, ujar Rasul
5. tanya kedua dr akhwat yg sama "afwaan ada yg bilang ke ana bahwa ustad aktivis HTI ?" | mulai aneh, sy jawab "betul, sy aktivis HTI"
6. lalu dijawab "afwan ustad bukan ahlussunnah wal jama'ah dan bermanhaj salafusshalih ustad dari HTI tdk semanhaj dgn ana "
7. DEG! terdiam semenit sy di monitor, coba resapi kalimat barusan dgn teliti, khawatir setan telah merasuk menjadi prasangka buruk
8. sy coba baca lagi, khawatir ada ambiguitas kalimat, coba pahami dengan kacamata khusnu dzann, namun tak dapat pembenaran itu
9. masyaAllah, masyaAllah, istighfar berkali-kali sy coba lafalkan, harapkan itu bermanfaat agar airmata tak berlinang keluar
10. terus terang, kami mualaf | sudah biasa bagi kami dicaci-maki kaafirin saat kami coba jelaskan Islam pada mereka
11. terus terang, ayah kami belumlah Muslim, dan itu meniscayakan kami berbangga dengan Islam saat lingkungan justru mengolok-olok kami
12. dan tak sekalipun kami keluarkan airmata saat beradu dengan kaafirin | sungguh, lebih menyedihkan saat harus berargumen dengan Muslim
13. menurut kami, cobaan itu bukan berat bila datang dari kaafirin, itu biasa | tapi menyakitkan saat harus datang dari kawan kami
14. belum sampaikah ayat Al-Qur'an "Muhammad Rasulullah dan orang2 yg bersamanya, keras thd kaum kafir, tetapi kasih-sayang sesama mereka"
15. seharusnya lebih hati-hati bagi kita untuk berucap, apalagi pada umat yang syahadatnya satu | kasih-sayang adalah panduan
16. dari hadits2 disimpulkan, manhaj hanya ada 2; 1) ahlusunnah wal jama'ah atau 2) selain ahlusunnah wal jama'ah
17. dari hadits2 juga dsimpulkan, hanya manhaj ahlusunnah wal jama'ah yg diizinkan mendapat surga Allah, dan yang lainnya tidak
18. oh.. mungkin itu yang dimaksud, kami bukan termasuk ahlusunnah wal jama'ah dan ikuti salafusshalih | tak ada tempat bagi kami di surga
19. takabbur, menolak kebenaran dan meremehkan manusia | sayalah yg berhak atas surga Allah, sedang engkau hina dan tak berhak akan surga
20. masyaAllah, masyaAllah, sementara masih banyak musuh yang mesti dihadapi, ada pula yang rusak barisan | ironis
21. bila memang kami tersalah, sudi kiranya kami dinasihati, itu hak kami | begitulah akhlak seorang Muslim pada yang lainnya
22. bila memang kami tersesat, mengapa tiada tabayun (konfirmasi) kepada kami? | anggapan dan informasi sepihak bukanlah dalil
23. apalah arti JAMAAH TABLIGH,HTI, PKS, Tarbiyah, Ikhwanul Muslimin? Ia hanya kendaraan dakwah | Allah akan menghisab hambanya satu persatu
24. ada masa saat lisan diri tak terbantu jamaah dakwah, ada saat dimana amal pribadi tak tersangkut dengan nama partai dan klaim
25. Allah bolehkan beragam kelompok dakwah, walau bisa Allah satukan hati kita semua? | tapi Allah inginkan kita berlomba dalam kebaikan
26. salah satu kebijakan dlm berdakwah adl berdiam lisan dalam beda, dan berbaik sangka sesama saudara | indahnya Islam
27. bilapun mengkritik, maka pemikirannya yang dikritik dengan dalil, bukan jama'ah atau bahkan individunya | indahnya Islam
28. saat kami jadi Muslim, sy diajarkan bahwa ikatan aqidah melebihi segalanya | bahkan melebihi ikatan keluarga kami yg blm Muslim
29. karena itulah, sedih sekali, saat saksikan saudara yg engkau bela malah berkata yang tak pantas pada saudaranya yg lain
30. siapapun kita,JAMAAH TABLIGH HTI, PKS, Tarbiyah, Ikhwanul Muslimin,ataupun harokah dakwah lainnya kita adalah SAUDARA | yangg DARAH dan KEHORMATANNYA pasti akan kami bela.
31. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk mencoba menjadi yg terbaik | bukan menganggap diri paling baik
32. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk menjaga lisan dan tangan kami dari saudara kami sendiri
33. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk berlomba dalam kebaikan, bukan sibuk mencari aib saudara dan diam melihat kemunkaran penguasa
34. zzz.. zaman sekarang, masih ada juga yg melihat orang berdasarkan harakahnya
35. sekali lagi, saya hanya ingin anda mengambil pelajaran, cukup disimak dan renungkan, dan tak perlu ajukan pertanyaan, ok ( USTADZ FELIX SIAUW /
www.globalmuslim.web.id)


1. banyak yang merasa dirinya mencintai dan berkorban | namun sebetulnya itu hanya nafsu yang menuntut korban

2. banyak yang merasa dirinya dicintai dan disayangi | tapi sebetulnya ia hanya dimanfaatkan dan merusak diri

3. bukan cinta bila tanggung jawab saja dia tidak berkenan | nafsulah yang berbuat tanpa banyak pikir di depan jalan

4. kata-kata dirangkai jadi janji namun tanpa jaminan apapun | engkau merasa dicinta namun didepan hanya ada penyesalan

5. hari ini canda tawa masih ada karena ada nafsu yang dirasa | esok hari bila semua sudah direnggut habis lantas apa yang tersisa?

6. siapa yang menjamin cinta terus ada tanpa lekang? | siapa jamin akan terus ada diantaranya kasih sayang?

7. sesungguhnya hanya Allah saja | Dialah pemberi kasih dan sayang

8. "sungguh yang beriman dan beramal saleh, Allah Yang Maha Pengasih akan menanamkan pada (hati) mereka kasih sayang" (QS 19:96)

9. maka hanya dengan menaati Allah semata | seorang hamba peroleh kemampuan mencinta

10. sungguh hanya dengan menaati Allah saja | maka seorang hamba menjadi layak dicinta

11. mencintai dalam ketaatan adalah mencintai ketaatannya | dicintai karena Allah adalah dicintai karena ketaatanmu

12. mencinta karena ketaatan itu indah karena berpahala | dicinta karena Allah itu menenangkan sebab tanpa dosa

13.jangan bilang cinta kalau tiada taat | jangan rasa dicinta bila diajak maksiat
[www.globalmuslim.web.id]

1. suami yang membiarkan istrinya terbuka auratnya | sepertinya yang tidak peduli dan sayang pada istrinya

2. mobil bagus aja punya garasi dan ditutup terpal pula | masak aurat istrinya dilihat semua lelaki dia malah tega

3. hpnya dipasang anti-peek supaya nggak diintip manusia | aurat istrinya dinikmati berpasang mata tak mengapa

4. kewajiban suami adalah membimbing dan menasihati | membesarkan hati istri agar mau menaati Allah dan suami

5. karenanya suami pun harus beri teladan ketaatan pada istri | agar istri bersemangat menaati Allah bersama-sama suami

6. lebih heran lagi ada suami malah melarang istrinya menutup aurat | sudahlah tidak menyayangi istrinya juga melawan Allah?

7. menjadi suami itu berarti mengambil tanggungan ayahnya | untuk mengawal istri jauh dari neraka dan membimbingnya ke surga

8. dan awalnya juga tandanya adalah hijab yang jadi pakaiannya | kehormatan diri dan pembatas dirinya dari maksiat dan dimaksiati

9. bagaimana bila istrinya yang belum mau menaati suaminya dan Allah? | tenang hati wanita bukan terbuat dari batu keras tak bercelah

10. perintahkan dengan kalimat lembut sarat pengertian | yang bukan hanya didengar namun juga dirasakan

11. berdoa pula pada Allah pemilik segala hati manusia | agar mudahkan petunjuk dan istiqamah pada istrinya

12. sediakan jalan bagi istri baginya agar mudah menutup auratnya | fasilitasi dan semangati bukan dipatahkan dan dicela usahanya

13. kenalkan dia dengan gabungan para salihah agar bersih akalnya | agar satu pandangan dan satu perasaan tentang taat pada-Nya

14. adalah tugas suami untuk tidak menyerah dalam membimbing | menasihati dan menyayangi istri agar taat pada Allah semata 
[www.globalmuslim.web.id]

Akhir Mei 2012 lalu, sebuah video di upload ke youtube. Judulnya "More Pavement to Rome". Video itu tak berisikan lagu-lagu atau rekaman biasa. Di dalamnya tampak seorang laki-laki berwajah sipit, tengah asyik berbicara di depan Collosum di Roma, Italia. Di video yang lainnya, dia juga berbicara di depan Gereja Vatikan, di Roma, Italia juga. 

Menariknya, dia berbicara lantang dalam bahasa Indonesia. Sesosok itu tegas mengatakan bahwa "suatu saat kota Roma ini akan takluk di tangan Islam," tegasnya. Di video itu tampak kala dia berbicara sambil terekam, orang-orang Italia berseliweran di belakangnya. Tapi laki-laki itu makin kencang dan lantang menyuarakan akan tiba saatnya bagi keruntuhan kota Roma. "Janji Rasul bahwa Roma akan takluk oleh Islam," paparnya lagi. 

Sesosok itu adalah felix Siauw. Dia ini laki-laki masih muda. Dia menggeluti Islam di usia 16 tahun. Matanya memang sipit, karena dia keturunan Tionghoa. Tapi Felix malah menggebu. Dia menulis beberapa buku yang membangkitkan inspirasi. Salah satu yang fenomenal adalah bukunya yang berjudul "Muhammad Al Fatih 1453". Popularitas buku ini luar biasa. Jika dibanding novel "Laskar Pelangi" atau pun "Anak Sejuta Bintang", kisah inspiratif dalam buku karya Felix itu jauh di atasnya. Karena di dalamnya berisikan kisah penaklukan kota Konstantinopel di tangan Islam. Kala itu dipimpin oleh Sultan Muhammad Al Fatih. Dialah Sultan yang ditakdirkan untuk menaklukan Konstantinopel. Kini kota itu bernama Istanbul, setelah direbut oleh Islam. 

fotoKonstantinopel dulunya adalah kota dahsyat. Kota yang jadi idola para pelancong seluruh dunia. Saking hebatnya, Napoleon Bonaperte, Raja Perancis yang membahana, mengatakan "Bila seluruh dunia ini adalah sebuah negara, yang layak jadi ibukotanya adalah Konstantinopel."

Kota itu kemudian ditaklukan oleh Islam dibawah komando Al Fatih  di tahun 1453. Itu bukan sekedar penaklukan biasa. Bukan sekedar perang merebutkan harta semata. Tapi juga perang untuk mewujudkan janji Allah SWT (bisyarah). Nah, dalam buku itu Felix menggambarkan dengan apik tentang bisyarah itu. Karena di era itu, seluruh umat Islam berlomba-lomba ikut dalam pertempuran merebut Konstantinopel, dalam rangka untuk mewujudkan bisyarah tadi. Begitulah dahsyatnya. Dibanding suasana sekarang, tentu kondisi itu bak langit dan bumi. Islam kini kehilangan percaya diri. 

Nah, selain Konstantinopel, kota Roma juga dijanjikan Rasul bakal jatuh ke tangan Islam. Sebuah Hadist menyebut demikian. Felix pun menggebu ingin seperti Al Fatih. Alhasil dia pun berjalan-jalan ke Roma sendirian. Tanpa pasukan maupun senjata perang. Felix berdiri di depan Colloseum di Roma, seraya memberi peringatan. Bahwa kota ini sewaktu-waktu akan jatuh ke tangan Islam. 

Memang sosok Felix ini rada menarik. Karena dia anak muda yang memiliki motivasi tinggi. Tak heran, saban hari dia selalu di undang ceramah ke seluruh Indonesia. Kebanyakan menyampaikan kisah tentang Sultan Al Fatih 1453, dalam merebut Konstantinopel itu. 
Sebagian pemikiran Felix, terangkum dalam wawancara lengkap dengan Irawan Santoso dariMAHKAMAH beberapa waktu lalu. Simak petikan lengkapnya.   

Ketika merebut Konstantinopel, Utsmaniyah memiliki pasukan elit. Ini adalah pasukan elit yang dibentuk pertama kali dalam sejarah militer. Bisa anda gambarkan? 
fotoYa, nama pasukan elit itu adalah Janisarries. Janisarries ini berperan sebagai pasukan ujung tombak. Sebagai pasukan yang terakhir. Utsmaniyah memiliki tiga lapis pasukan. Lapis pertama adalah pasukan azab. Mereka terdiri dari para pemuda, relawan-relawan. Ini adalah pasukan garis depan. Setelah banyak yang meninggal disitu (pertempuran), syahid, barulah kemudian pasukan sipahis maju. Pergantian antara pasukan azab dan pasukan sipahis ini berkisar 2 atau 3 jam sekali. Setelah lelah. Mereka bergantian maju ke garis depan. Begitulah taktik ketika mengepung Konstantinopel. Nah, pasukan yang terakhir ini adalah janisarries. Mereka pasukan pendobrak.

Apa sebenarnya keunggulan pasukan Janisarries ini? 

Mereka sebagai pasukan kapikulu, pasukan penjaga pintu, mereka dikumpulkan di barak-barak dari setiap ulama. Mereka diberikan semangat-semangat untuk fisabilillah. Mereka disampaikan tentang Konstantinopel dalam sebuah Hadist Nabi, mereka diberikan tentang janji takluknya Roma, dan mereka memang pasukan yang terbaik. Mereka diimingi pahala yang luar biasa. Pasukan yang sangat mengerikan itu adalah bila dilandasi oleh keyakinan. Beda dengan pasukan azab. Pasukan ini hanya relawan. Mereka belum terlatih secara fisik. Begitu juga dengan pasukan sipahis. Mereka dikumpulkan dari daerah-daerah. Tidak distandarisasi untuk penaklukan (Konstantinopel).

Jadi Janissari ini semacam Kopassus ketika itu. Pasukan khusus. Mereka mendapat pembinaan yang lebih, pelatihan yang lebih.

Menariknya ketika mereka dikumpulkan oleh Sultan Muhammad Al Fatih ketika akan melaksanakan Sholat berjamaah pertama kali di Masjid Hagia Sophia. Harus ditentukan siapa yang menjadi imam. Proses seleksi pun dilakukan. Al Fatih kemudian bertanya, "Siapa diantara kalian yang pernah sekali saja meninggalkan sholat wajib? Silahkan duduk!". Ternyata tidak ada yang duduk. Semuanya berdiri.
fotoAl Fatih bertanya lagi. "Siapa diantara kalian yang pernah sekali saja meninggalkan sholat Tahajud? Silahkan duduk!". Lalu setengah dari pasukan itu pun duduk. Setengahnya lagi masih berdiri. Kemudian Sultan Al Fatih melontarkan pertanyaan lagi. "Siapa diantara kalian yang pernah sekali saja meninggalkan sholat rawatib? Silahkan duduk".

Ternyata yang sisa setengah itu semuanya duduk. Yang berdiri tegak hanya Sultan Al Fatih seorang diri. Dialah yang layak menjadi imam. Karena dia tak berhenti sholat Tahajud dan sholat Rawatib. Begitulah Sultan Al Fatih itu. Selain dia memang seorang Sultan, dia juga memposisikan dirinya sebagai seorang Imam. Memang pemimpin yang terbaik.

Jadi begitulah metode untuk memilih pemimpin? 

Siapa yang layak jadi imam? Yang pertama, yang paling banyak hafalannya (Al Quran). Yang kedua, yang paling banyak (hafalan) Hadist. Ketiga, siapa yang duluan berhijrah. Keempat, siapa yang paling tua. Nah, Sultan Muhammad Al Fatih memenuhi unsur satu dua tiga itu. Dia yang dianggap paling bertakwa kepada Allah SWT. Walau usianya baru 21 tahun. Selain jadi pemimpin, dia pun memang layak jadi imam.

Dalam gambaran Roger Crowly, peneliti asal Inggris, dia menyebut bahwa seolah pasukan Islam berambisi merebut Konstantinopel karena terdorong harta rampasan perang. Apakah benar seperti itu? 

Memang dia menggambarkan seolah pasukan Islam hanya mengejar harta rampasan perang. Tapi dalam hukum perang, setiap kota yang berhasil direbut, diberikan waktu 3 hari untuk menjarah. Tapi ternyata di Konstantinopel hal itu tidak terjadi. Karena kalau memang itu terjadi, tentunya kota Konstantinopel tidak bisa kita lihat seperti sekarang, Istanbul. Tentunya bakal banyak artefak yang hilang. Faktanya justru gereja di sana masih banyak. Orang-orang Yunani juga masih eksis di sana. Mereka malah memiliki propinsi sendiri. Artinya mereka tidak dibunuh. 
fotoBahkan kemudian Sultan Al Fatih juga sempat melantik seorang Patriakh, semacam uskup bagi orang Kristen Katolik. Untuk orang Kristen Ortodoks namanya ya Patriakh itu. Yang dilantik itu bernama Genadius Polarius. Dia terkenal kok. Ada gambarnya kalau Al Fatih sedang melantik si Genadius itu. Terlihat bagaimana al Fatih lagi memberikan sebuah firman kepada Genadius. Firman itu dalam bahasa Turki berarti keputusan, semacam Keppres begitulah. Jadi urusan-urusan orang Kristen di Istanbul kemudian diserahkan kepada Patriakh itu. Jadi soal pembunuhan terhadap orang-orang Kristen itu bohong sama sekali. Islam tidak begitu.

Malahan lagi, ketika berhasil merebut Konstantinopel, Al Fatih mengumpulkan seluruh perempuan-perempuan yang berhasil ditangkap. Secara hukum, mereka kemudian dijadikan budak. Dan itu termasuk bagian dari gonimah (harta rampasan perang). Tapi oleh Al Fatih para perempuan itu kemudian ditebus dengan uangnya sendiri. Karena kalau tidak, mereka akan dijadikan budak. Para perempuan itu diberi opsi oleh Al Fatih, mau keluar meninggalkan Konstantinopel atau tetap di sini. Begitulah Al Fatih. Makanya orang-orang di Istanbul sampai kini wajahnya tidak Eropa maupun tidak Asia. Campuran.

Ada juga penulis Barat yang menyebut 50 ribu orang dicungkil matanya oleh Al Fatih. Lha, bagaimana bisa? Wong ketika itu populasinya aja tidak sampai segitu? Jelas itu tuduhan yang aneh.

Perang Utsmaniyah vs Romawi dalam merebutkan Konstantinopel itu kan mirip dengan kisah perang Sparta vs Troy. Kala itu Sparta mengepung Troy selama 10 tahun, di tempat yang sama. Anda melihat apakah ada korelasinya? 

Kalau saya melihatnya bukan pengepungan Troya. Tapi kejadian dan kemenangan itu memang diperuntukkan kepada Muhammad Al Fatih. Dalam beberapa kasus, banyak literatur yang bilang dia terinspirasi oleh Alexander Yang Agung. Tapi menurut saya, justru dia terinspirasi oleh Salahuddin Al Ayubbi. Karena pengepungan Jerusalem oleh Salahuddin, itu sangat menginspirasi Al Fatih. Buktinya 72 kapal perang yang dipindahkan lewat daratan, itu bukan pertama kali dilakukan Al Fatih.

Hampir mirip, walaupun tidak sefenomenal Al Fatih, pernah juga dilakukan oleh Salahuddin dalam salah satu perangnya. Dia pernah membuat kapal di suatu tempat, kemudian kapal itu diangkat sampai ke Laut Merah. Tapi dia diasembling (dirakit). Nah bedanya dengan Al Fatih, kapal itu dipindahkan utuh. Jadi sangat fenomenal. Namun pemindahan kapal itu, baik ketika era Salahuddin, ternyata sangat efektif sekali untuk memenangkan pertempuran melawan pasukan perang Salib.

Bukan itu saja. Al Fatih juga memperlakukan empat alat perang baru. Ini sejarah dalam dunia perang ketika itu. Meriam. Ini baru pertama kali diperkenalkan dalam peperangan, ya sejak Al Fatih mengepung Konstantinopel itu. Lalu menara tinggi. Ini yang membuat tentara Kristen terheran-heran ketika melihat menara tinggi tiba-tiba muncul dalam sehari. "Kami pun tidak akan mampu membuat menara semacam itu dalam empat bulan, tapi kalian mampu membuatnya dalam sehari," begitu kata prajurit Konstantinopel. Yang ketiga, adalah mortal. Ini untuk menembak kapal-kapal yang berlindung di balik tembok. Karena meriam tidak mampu menjangkaunya, sebab kapal itu berlindung di balik tempok Konstantinopel. Makanya dibikin satu proyeksi dengan sudut ketinggian. Ini menggunakan teori fisika. Alhasil kapal-kapal berhasil banyak dihancurkan dengan teknik itu.

Itulah keunggulan Al Fatih. Dia belajar dari sejarah dan bahasa. Dua kelebihan itu dimiliki Al Fatih. Dia menguasa 8 bahasa. Kehidupan keseharian dia juga banyak dihabiskan di perpustakaan, menghabiskan buku-buku sejarah. Itulah kehebatan dia.

Oke. Setelah kekalahan Barat di Konstantinopel 1453 itu, apa yang terjadi di Eropa? 

Eropa itu kemudian tercerahkan karena Islam. Masa kegelapan mereka itu berada di tahun 1453. Selama masa itu mereka melakukan pencerahan (Rennaisance). Kemudian mereka mendapatkan merkantilisme dengan program 3G yakni Gold, God and Glory. Gantian Barat menaklukkan Timur.

Apa yang sudah diberikan Islam oleh Barat? Mereka tercerahkan. Karena mereke menemukan bahwa agama itu tidak seharusnya mengungkung. Setelah mereka tahu itu, mereka pun bangkit. Awalnya kan Barat itu tunduk pada sistem gereja. Sistem pemerintahan dan agama diatur seluruhnya oleh Gereja. Ketika Rennaisance, sistem ini kemudian dibuang. Gereja hanya boleh mengatur individu. Lalu ada kekosongan di politik dan lain-lain. Muncullah kemudian demokrasi, monarkhi dan lainnya itu. Diadopsi lagi dari Yunani.

Mereka tak lagi memakai sistem agama. Mereke menentukan baik dan buruk itu menurut ukuran mereka sendiri saja. Agama cukup dirumah saja. Kata Thomas Jefferson, "Antara aku dan Tuhan, tak boleh dicampuri orang lain." Itulah prinsip yang kemudian berkembang di Barat. Itulah sekulerisme.
fotoMuncul kemudian JJ Reassou dengan Trias Politica. Muncul juga Machiavelli, Montesqquieu dan lainnya. Nah, ide ini kemudian memunculkan ideologi. Ideologinya apa? Itulah sekulerisme. Nah, ciri orang yang sudah mendapat ideologi, mereka pasti akan bergerak. Seperti juga ketika Arab mendapatkan ideologi Islam. Mereka menyebarkannya ke seluruh dunia. Jadi proses 3G tadi, adalah proses penyebaran ideologi.

Salah satu prinsip sekulerisme adalah bahwa di kehidupan ini Tuhan tidak hadir. Jadi kehidupan ini diatur oleh diri sendiri saja. Dari situlah kemudian muncul kapitalisme dalam sistem ekonomi. Jadi kalau disebutkan neoliberalisme, itu adalah kapitalisme. Kapitalisme itu adalah subsistem dari sekulerisme. Jadi yang bermain sekarang adalah kapitalis.

Satu-satunya yang diusung dalam kapitalisme adalah uang. Karena mereka menganggap Tuhan itu tidak ada dalam pencarian rezeki. Jadi satu-satunya nilai kebahagiaan dalam orang sekuler adalah materi. Lihat saja sekarang, ada training bagaimana mendapatkan untung 5 Milyar dalam 2 detik. Intinya adalah duit, duit dan duit. Seolah kalau tidak ada duit, manusia tidak
akan bahagia.

Baik. Kita melenceng sedikit ke soal khilafah. Menurut anda bagaimana runtuhnya Khilafah? 

Khilafah runtuh ketika ada satu hal yakni kelemahan pemahaman yang sangat dalam pada kaum muslimin. Jadi sangat lemah dalam membedakan yang mana yang boleh diambil dari Barat dan mana yang tidak boleh. Ada yang kebablasan. Semua yang dari Barat boleh kok diambil asal baik. Tapi Barat kan menentukan baik dan buruk itu, berdasarkan penilaian mereka sendiri. Kalau di Indonesia seperti kelompok JIL.

Ada juga yang sangat prefentif. Yang memandang semua yang dari Barat itu tidak boleh. Televisi, percetakan, teknologi baru, dianggap haram semuanya. Nah, gara-gara hal-hal yang begitu, berlebihan yang halal, dan berlebihan yang haram, umat ini menjadi kacau. Termasuk percetakan tidak boleh ketika itu. Padahal percetakan adalah hal yang sangat penting. Di kala itu percetakan merngubah dunia. Islam tidak punya percetakan, ya alhasil jadi mati. Tapi itu terjadi bukan di era Sultan Muhammad al Fatih. Jauh setelah dia. Sebab yang lain adalah khilafah runtuh karena melemahnya jihad. Lalu ditinggalkannya bahasa Arab.

Bahasa Arab, mengapa? 
Ya sangat penting pengaruhnya. Islam menjadi kacau karena banyak yang tak paham bahasa Arab. Bahasa itu sangat penting. "The Lord had said", bahasa Indonesia-nya apa? "Lord" itu dalam bahasa Inggris bisa berarti "Tuhan" atau "tuan". Artinya "Tuhan telah berkata". Tapi bisa pula dimaknakan "Tuan telah berkata". Ini jelas akan menjadi kacau. Sama halnya dengan Rabbi.  Dalam bahasa Arab dan Yahudi bisa berbeda maknanya. Dalam Yahudi, rabbi itu bermakna "ruh". Dalam bahasa Arab berarti "Tuhan".

Di kita sajalah, antara Indonesia dan Malaysia saja bisa berbeda makna. Bahasanya sama tapi maknanya bisa beda. "Saya butuh dua pensil". Kalau di Malaysia, menyebut kalimat itu bisa digampar orang. "Butuh" itu bermakna jelek. Artinya sama dengan alat kelamin laki-laki. Itulah pentingnya bahasa. Jadi bayangkan bila tidak memahami bahasa Arab, apakah bisa memahami Islam? Tidak mungkin itu.

Lalu apakah Islam akan bangkit lagi? 
Pasti. Itu adalah janji Rasul. Sistem khilafah kemudian akan bangkit lagi. Dan Islam akan kembali lagi menguasai dunia. Ada Hadist yang menyebut bahwa Islam akan bangkit lagi seperti ular yang kembali ke sarangnya. Nah, berarti yang paling ujung kan adalah Indonesia. Setelah Indonesia, kan Islam tidak ada lagi. Bisa jadi bangkitan Islam itu akan dimulai dari Indonesia juga. Wallahuallam bis Shawab. 
[www.globalmuslim.web.id]


Sosoknya masih muda. Matanya sipit. Khas seperti orang Tionghoa. Karena dia memang orang China asli. Dia menganut Islam sejak berusia 18 tahun. "Karena saya sudah mencari, dan Islam adalah agama yang paling logis," tuturnya. Itulah Felix Siauw. 

Suatu siang di pertengahan Mei 2012 lalu, sesosok Felix berjalan pelan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di jalan Sudirman, Jakarta.  Dia sengaja diundang untuk memberi ceramah di salah satu perusahaan minyak asal China. Kebetulan perusahaan itu berkantor di gedung BEI itu. 

Selintas, sosok Felix tak seperti uztadz kebanyakan. Tak ada janggut di dagu. Tak ada sorban di kepala. Dia berbatik dan bersandal ria saja. Tak ada para "pengawal"nya. Dia datang sendiri. Tangan kanannya menenteng sebongkah kotak berisi buku-buku karyanya, "Muhammad Al Fatih 1453". Itulah buku karangannya. Tangan kirinya sibuk menyeret koper, yang juga berisi buku dan laptop untuk bekal ceramahnya. 

Bila sekilas melihat tampangnya, tentu khalayak tak akan yakin dia seorang Ustadz. Tapi begitu dia berceramah, hampir seluruh yang mendengar, takjub dibuatnya. Felix berceramah berlandaskan kisah sejarah. Dia fasih menceritakan tentang epos di tahun 1453. Kisah itu adalah perjuangan Muhammad Al Fatih memimpin penaklukan Islam atas Konstantinopel. Felix berceramah bak mempresentasikan makalah. Tak heran dia pun melabelkan dirinya sebagai enterpreuner Islam. 

Kisah yang disampaikan Felix memang luar biasa. Bila tak percaya, silahkan saja simak tausiah-nya yang tersebar lebar di youtube. Ketik saja "felix siauw" sebagai key word-nya. Anda akan bisa menyimak bagaimana pemaparan Felix mengkisahkan kepahlawanan Muhammad Al Fatih dalam merebut Konstantinopel, yang kala itu adalah kota kebanggaan Barat. 
Selain menuliskan sebuah buku, Felix pun berkeliling Indonesia dan luar negeri, hanya untuk men-saleskan kisah 1453 itu. Bisa dibilang, dia fanatik luar biasa atas kisah itu. Buktinya, ketiga anaknya, diberi nama "Muhammad Al Fatih 1453". Begitulah. "Saya sampai kerepotan mengurus akta kelahiran anak saya, karena ada angka 1453-nya," paparnya sambil tersenyum. 

Nah, untuk tahu bagaimana sebenarnya kisah 1453 itu, simak petikan wawancara khusus Irawan Santoso dari MAHKAMAH dengan Felix Siauw, beberapa waktu lalu.  

Bagaimana situasi di tahun 1453 kala terjadi perang dua adidaya antara Utsmaniyah versus Romawi itu? 
Sebelum menceritakan 1453, kita perlu lihat dulu kejadian sebelum di tahun itu. Tahun 1453 memang dikatakan Barat bahwa saat itu merupakan pertengahan dari abad gelap mereka, menuju abad pencerahan. Karena tidak ada perdebatan di kalangan sejarahwan bahwa masa gelap itu berakhir dari abad 15. Mereka menspesialisasi abad gelap itu di tahun 1453. Tahun yang sama dengan kejatuhan Konstantinopel. Kenapa saya bisa katakan begitu? Karena dulu kala Islam bangkit, di abad 7, muncul di tanah Arabia, ada dua generasi yang berganti. Dari era Khulafaur Rasyidin hingga Umayyah dan berganti ke Abbasiyah.

Jadi sewaktu Muhammad Al Fatih itu menaklukkan Konstantinopel, dia sebenarnya masih dalam ke-khilafahan Abbasiyah. Karena kekehilafahan Abbasiyah ini sejatinya tidak ada (pasukan perang). Karena mereka secara de jure memegang tampuk kepemimpinan Islam di seluruh dunia, tapi kekuatan dia sebenarnya tidak ada. Karena mereka sudah dalam masa "malas berperang". Mereka lagi dalam suasana kemewahan. Mereka bisa dibilang sempat meninggalkan jihad. Karena mereka sudah memasuki titik puncak. Dalam setiap peradaban memang pasti selalu mengalami titik puncak seperti itu itu. Istilahnya golden age (masa emas).

Nah, kala golden age itu para khalifah-khalifah itu jadi terlena. Ketika terlena itu, khalifah-khalifah itu kemudian membuat sebuah kebijakan, yang intinya mereka tidak ingin pusing. Kebijakan itu adalah menempatkan budak-budak mereka di perbatasan. Mereka menjaga budak-budak ini. Konsep ini hampir sama juga dengan di Eropa. Di sana juga para bangsawan ditempatkan di pinggiran wilayah. Mereka inilah yang menjaga perbatasan. Nah, di Islam itulah yang dikenal Mamluk.

Mamluk itu bisa anda ceritakan juga? 
Mamluk ini siapa? Kalau diceritakan memang panjang. Mamluk ini berasal dari kata "abdunmamluk" artinya budak yang dimiliki. Siapa Mamluk ini? Merujuk pada orang-orang Turki. Karena dulunya orang-orang Turki ini budaknya orang Arab. Mereka ditempatkan dipinggiran, kemudian diberi legitimasi oleh seorang Sultan. Bila dalam era sekarang, Sultan-sultan itu ibarat Gubernuran. Setingkat Wali (Gubernur). Para Mamluk ini beri kewenangan di pinggiran untuk berperang dengan orang-orang kafir.
fotoHal inilah yang kemudian memunculkan Dinasti Mamluk. Dinasti Mamluk ini sangat banyak. Ada di Mamluk Mesir, ada pula Mamluk di daerah Asia kecil. Inilah yang kemudian memunculkan Bani Saljuk. Mereka ini asli orang-orang Turki. Termasuk Salahuddin Al Ayubbi ini keturunan Mamluk Turki juga. Lambat laun, ternyata Bani Saljuk ini sangat perkasa dan mampu membentuk pasukan tempur yang hebat. Makanya secara de jure Abbasiyah yang berkuasa, tapi secara de facto yang punya kekuatan itu adalah kegubernuran Utsmani ini.

Jadi kala itu Utsmaniyah masih sebagai propinsi saja? 
Iya mereka masih propinsinya Abbasiyah. Makanya ketika Sholat Jumat, yang selalu disebut dalam doa adalah para Khalifah di Baghdad. Mereka dimuliakan dan ditakuti. Ketika Baghdad ditaklukan dan berpindah ke Mesir, para khalifah itu juga tetap disebut (dalam Sholat Jumat). Karena memang Khalifah ini pusat kekuasaan. Setiap penaklukan memang perlu minta ijin kepada khalifah.

Bagusnya orang-orang Utsmani ini, mereka tidak melakukan kudeta, walaupun mereka memiliki kekuatan. Mereka tetap melayani khalifah, karena khalifah sebagai amirul mukminin.   
Saking kuatnya Utsmani, sebenarnya secara de facto yang memimpin itu adalah Utsmani. Mereka yang face to face dengan Asia Kecil termasuk Konstantinopel.

Lalu tentang Konstantinopel itu sendiri, bagaimana petanya? 
Jadi sebelum Muhammad Al Fatih menyerang Konstantinopel, Konstantinopel itu adalah sebuah wilayah yang sudah dikeliling oleh wilayah Islam. Karena Islam sudah nyeberang selat Dardanel menguasai wilayah Balkan. Serbia, Bosnia itu sudah dikuasai. Jadi sebelah barat sudah ditaklukan Islam, sebelah Timur juga sudah dikuasai. Jadi Konstantinopel itu ibarat duri dalam daging. Tapi kenapa Konstantinopel masih bisa hidup? Karena mereka dibantu orang-orang Genoa. Orang-orang Genoa ini punya perkemahan di Laut Mati.

Jadi Konstantinopel ini terjepit di tengah, tapi masih punya logistik-logistik dari beberapa wilayah, termasuk Malta itu. Jadi bagi orang Barat, Konstantinopel ini patut dipertahankan, karena kalau kota ini jatuh, mereka habis. Karena bila Konstantinopel jatuh, pasti kota Roma akan bahaya.
Jadi clash ini bukan sekedar perang Timur dan Barat. Tapi sudah perang Islam dan Kristen. Hegemoninya disitu. Jadi perseteruan diantara dua agama ini memang sudah dari dulu. Termasuk dalam Perang Salib itu, yang memang dimulai oleh orang Kristen di tahun 1095. Kemudian terjadi perang peradaban. Puncaknya adalah di tahun 1453 itu yang ditandai dengan runtuhnya Romawi Timur ditangan Islam.

Perang ini apakah juga terkait dengan perekonomian? 
Iya tentu saja. Bagaimana pun Konstantinopel itu adalah pintu masuk buat orang-orang Eropa. Karena kapal-kapal dagang mereka bersandar di sana. Konstantinopel jadi pusat perdagangan orang Eropa saat itu. Karena Konstantinopel itu gerbang antara Barat dan Timur. Jadi posisi kota itu sangat penting.

Jadi begitu kota itu takluk di tangan Islam, aktivitas perdagangan mereka terganggu. Makanya banyak catatan negatif yang ditulis oleh para pedagang. Inilah yang banyak dikutip oleh Roger Crowly (penulis buku "1453 Detik-Detik Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Islam"-red). Efeknya justru banyak sekali diperoleh oleh Barat. Ketika Konstantinopel takluk, Barat justru mendapatkan pencerahan pemikiran.

Seperti apa pencerahan pemikiran yang Barat dapatkan itu? 
Ya sebelum Islam masuk ke daerah Barat itu, mereka kan menganggap agama itu sebagai pembelenggu. Budak. Makanya ketika mereka Rennaisance, orang-orang Barat mengatakan "gantung raja yang terakhir dengan menggunakan usus pendeta yang terakhir". Karena mereka menilai agama itu membuat kita menjadi jumud. Tidak bisa melakukan apa pun. Mereka tidak  menemukan kebebasan berpikir dengan adanya agama mereka. Ketika mereka meneliti kimia, dianggap salah. Kemudian dibakar. Ketika ada yang mengatakan bumi itu bulat, dianggap menentang gereja dan dipenjara. Ada yang mengatakan matahari itu pusat tata surya, lalu dibunuh. Nah, dengan kejadian ini orang-orang Barat menyimpulkan tidak akan bisa maju bila terus dibelenggu dengan agama itu.

Hal itulah yang membuat mereka mencerahkan. Setelah melihat Islam. Dan itu mereka akui sendiri.

Justru setelah Barat kalah pada 1453, malah membuat mereka cerah?
Barat itu kan baru mulai muncul di abad 15. Para pemikir Barat baru muncul di abad 17, seperti Isac Newton dan lainnya itu. Jangan lupa, Newton itu mengambil rujukan dari mana? Dia mengutip dari kitab orang Muslim semua. Artinya Islam berperan besar dalam kebangkitan barat. Makanya mereka mengatakan kita (Barat) tak akan menemukan kebangkitan bila tak melihat Islam.

Makanya sejak itu ramai penerjemahan kitab-kitab (buku-buku) karya orang Islam ke bahasa Romawi, Yunani dan lainnya. 

fotoKembali ke peristiwa di 1453. Kita tahu salah satu kekuatan pasukan Utsmaniyah adalah pasukan elit bernama Janissari. Bisa digambarkan bagaimana pasukan itu? 
Bisa dikatakan pasukan elit pertama kali di dunia itu adalah bentukan Islam. Umar Bin Khattab yang pertama kali membentuk pasukan elit. Kemudian itu disempurnakan oleh Sultan Muhammad Al Fatih. Contohnya, saat ini kalau militer bermain drumband, itu pertama kali dilakoni oleh pasukan Janissari. Mereka bermain musik dalam rangka memberikan semangat kepada pasukan dan membuat ketakutan kepada musuh. Ketika pengepungan Konstantinopel, musik-musik yang dimainkan oleh pasukan Janissari itu diakui membuat takut tentara Konstantinopel. Roger Crowly juga menggambarkan itu.

Lagu-lagu itu yang dimainkan dengan tamborine dan alat lainnya, di lengkapi dengan teriakan-teriakan "Allahu Akbar", "Laillah ha Illaullah" membuat ciut nyali pasukan Romawi. Itu gambaran secara institusi.

Lalu ada yang menggambarkan juga, wajar bila memang Utsmaniyah menguasai dunia karena memang mereka memiliki pasukan elit seperti itu. Pasukannya itu sanggup tidur ditanah, kemudian bangun di pagi hari, tak takut mati. Ketika diajak perang tidak sulit, sama seperti diajak kondangan saja. Begitu perang, juga pasukannya maju dengan semangat. Mereka seperti singa, bukan seperti manusia kala bertempur. Malah ada yang menggambarkan, 100 pasukan Islam bila disuruh bergerak pasti akan lebih senyap dan lebih cepat dibanding 100 pasukan Kristen. Tidak ada sumpah serapah diantara pasukannya. Begitu gambarannya. 

Ini yang kemudian diadopsi secara utuh oleh Barat. Barat kemudian membentuk pasukan-pasukan elit juga. Setelah mereka melihat Janissari itu. Barat hanya memiliki knight saja. Ketika Perang Salib, Barat memang membentuk pasukan juga. Tapi di dalamnya adalah para perampok, para pendosa dan lainnya. Nah, Islam tidak seperti itu. Pasukan Islam adalah pasukan khusus.

Situasi waktu itu, sebelum Utsmaniyah berperang, tak sulit mengumpulkan pasukan. Sempat dibuka pendaftaran untuk siapa saja yang ingin ikut berperang. Di utamakan para pemuda yang belum menikah. Jadi saat itu, bagi siapa yang mendaftar kemudian ditolak karena tidak memenuhi syarat, pasti akan malu sekali. Itu ibarat sebuah dosa. Dan tidak ada orang tua, yang anaknya tidak masuk dalam pasukan itu. Karena masuk dalam pasukan itu adalah sebuah status yang tinggi sekali.

Apa yang mendasari masyarakat Islam saat itu berlomba-lomba untuk ikut berperang menaklukan Konstantinopel itu? 
Masyarakat kala itu sudah mengenal pula materilistis. Tapi yang sangat mendasari adalah adanya sebuah Hadist Nabi Muhammad SAW, "Suatu saat Konstantinopel takluk ditangan Islam, ditangannya-lah sebaik-baiknya pasukan, dan dialah sebaik-baiknya pemimpin". Nah dengan Hadist itu saja orang ramai-ramai bergerak, semua berburu nafsu untuk ikut berperang. Tidak ada yang tidak ingin ikut berperang.


Bersambung....
[www.globalmuslim.web.id]


Jakarta - Ironis, negeri ini di kuasai oleh para murtadin yang tak peduli dengan rakyatnya. Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi salah satunya, liberalisme pada kebijakan kondomisasi pada Pekan Kondom Nasional 2013 itu juga menunjukkan ketidakpeduliannya pada kegelisahan mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam. 

Logika yang dipakai Nafisah Mboi bagai kebijakan 'muka badak', tidak pas dengan keumuman masyarakat Indonesia. Alih-alih program membagikan kondom untuk menekan free sex itu salah kaprah karena justru makin menyuburkan pergaulan bebas dengan membagikan kondom secara langsung. Seakan-akan pemerintah berbisik kepada rakyatnya “ente boleh ngesex dengan siapa aja asal pake Kondom”

Jika digabungkan dengaan biaya kampanye di televisi dan media periklanan media lainnya tak kurang uang rakyat habis untuk urusan 'lendir'#Kondomisasi sebesar Rp 30,2 Miliar! Angka yang fantastis ketika di Sumatera Utara ingin memerdekakan diri karena ketidakadilan pemerintah pusat Jawa. 
Tahun 2012 lalu, terungkap kebijakan pemerintah SBY ini berhaluan Liberal Sekular yang disokong zionisme untuk melahirkan kehidupan bebas tanpa batas di Indonesia. Transparansi Anggaran (FITRA), melalui Uchok Sky Khadafi menyatakang bahwa lelang pengadaan Kondom Tahun 2012 Anggaran 2012 mencapai 25 Milyar, tender pengadaan Kondm dimenangkan oleh PT Kima Farma Trading & Distribution.
“Dan alokasi dalam Pagu Anggaran APBN Tahun 2012 sebesar Rp 25,2 miliar,” kata Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi
Lebih parah lagi, Komisi IX DPR sebagai mitra kerja merasa belum pernah mendapat penjelasan dari pihak Kemenkes tentang kebijakan tersebut. Namun, anggaran APBN 2012 untuk program pengadaan kondom itu telah ada sebesar Rp 25,2 miliar dan di tahun ini dana itu meningkat menjadi 50 M, hebat bukan..!!
Ssst, tunggu dulu... jangan-jangan 'rampak gendang' ini bagian skenario memperpanjang irama 'pengalihan isu' agar bising negeri ini dan lupa fokus pada kasus korupsi SBY dan Boediono, seperti penggunaan isu penyadapan dan kasus Tempo vs jilbab hitam itu dan gembar-gembor Pekan Kondom Nasional.
Senada dengan ungkapan Hanibal jurnalis senior, ia mengungkap dalam facebooknya bahwa pemerintah akan dapat bahan untuk pengalihan isu agar rakyat lupa dan hilang fokusnya, ia mengatakan...
"Wah, dapat bahan lagi buat memperpanjang irama gendang... Tapi jika teman-teman jeli, sebenarnya ini satu fakta lagi bahwa reaksi atas penyadapan itu memang agak lebay. O ya, kemarin seorang teman cerita ke saya, bahwa di awal November dia sempat bertemu dengan seorang pejabat tinggi negara. Pejabat itu sempat membuka clue bahwa akan ada rame-rame soal penyadapan, dan juga soal tempo... hehehe... "
Betapa malangnya negeri ini...
Apakah budget puluhan milyar itu sudah tepat sasaran? 
Ternyata program Pekan Kondom Nasional 2013 berhasil menghemat anggaran pelacur dan waria, karena 600 kondom yang dibagikan beserta brosur bahayanya HIV / AIDS ludes dalam 30 menit oleh para anggota Ikatan Waria Madiun (Iwama) dan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Madiun. Tapi bagi sebagian rakyat tak memperoleh bagian apapun. 

Program Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Madiun ini mengungkapkan dalam aksi solidaritas itu, tidak hanya kondom yang dibagikan secara gratis, tapi mereka juga membagikan brosur terkait ajakan untuk menghindari seks bebas. Juga tentang pengetahuan mengenai penularan HIV/AIDS sekaligus pencegahannya.
Hemat kami, solusinya bukan cuma ajakan mencegah AIDS dan fres sex, seharusnya siapkan sebidang tanah kuburan dengan ancaman neraka agar mereka jera, takut dan segera bertaubat kepada Allah! 
Kultwit Felix Siauw:
01. hari ini 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia | untuk memperingatkan manusia soalan penyakit yang masih belum ada obatnya

02. anehnya Kemenkes bersama KPAN (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional) serta DKT Indonesia | malah punya program "Pekan Kondom Nasional"

03. mereka (Kemenkes, KPAN, DKT) pikir bahwa membagi-bagi kondom gratis pada "kelompok resiko tinggi penularan AIDS" bisa menyetop AIDS

04. karena itulah 1-7 Desember ini mereka akan membagi kondom gratis | pada pekerja seks dan pelanggannya, generasi muda, kaum gay dan waria

05. logika Kemenkes dan Komisi Penanggulangan AIDS | "anda boleh seks bebas, asal pake kondom" | ini sesat dan menyesatkan

06. padahal penyebaran AIDS terbesar jelas-jelas melalui hubungan seks bebas | lha kok malah mempromosikan seks bebas? #TolakFreeSex

07. bukannya malah memperbaiki perilaku nista maksiat yang menyebabkan penularan AIDS | malah mensponsorinya dengan memberi kondom gratis?

08. padahal nyata-nyata penelitian semuanya memberikan data bahwa kondom tidak membantu pencegahan AIDS?

09. "Protect yourself, Protect Your Partner" itu temanya | hubungan seks bukan sama istri nggak masalah asal pake kondom | subhanallah!

10. jelas-jelas dalam Islam melarang mendekati zina | eh malah disponsori untuk berzina | jelas-jelas melawan Allah dan Rasul?

11. lalu bagaimana remaja yang disasar oleh "Pekan Kondom Nasional" ini? | mereka bakal mikir "berarti ngeseks aman ya kalo pake kondom?"

12. PKN (Pekan Kondom Nasional) ini jelas perlu ditolak dan dihentikan | secara solusi medis salah dan secara Islam menyesatkan

13. dan kita tahu yang menggagas program anti-AIDS seperti "pakailah kondom" dan "jangan gonta-ganti pasangan" | adalah dunia barat

14. AS sendiri selalu konsisten mengadakan "National Condom Week" pada 1-14 Februari | langkah inilah yang ditiru Kemenkes

15. Kemenkes dan KPAN harusnya sadar bahwa AS dan negara barat justru tak sanggup membendung AIDS dengan program seperti itu | gagal total

16. lalu apa keuntungan dari program bagi kondom gratis ini? | pada ummat ya tidak ada, selain keuntungan promosi gratis perusahaan kondom

17. 2008 saja Komisi Perlindungan Anak Indonesia sudah merilis data anak SMP 62.7% kehilangan keperawanan | Kemenkes hanya memperparah

18. awal AIDS adalah pergaulan bebas | sekarang Kemenkes dan KPAN malah menyuruh orang bergaul bebas #TolakFreeSex

19. ini contoh bahwa negara yang tidak berlandaskan Islam selalu membebek barat | dengan cara-cara liberal yang menyesatkan ummat

20. menyelesaikan masalah dengan masalah yang lebih besar | menutupi maksiat dengan maksiat yang lebih nyata #TolakFreeSex

21. dalam Islam sederhana saja | hubungan seks itu terlarang kecuali pada suami-istri | simpel-mengena-solutif

22. maka harusnya negara bukan membagi kondom gratis | harusnya malah melarang dengan tegas perilaku seks bebas itu

23. lha tidak disponsori saja maksiat sudah akan mencari jalannya sendiri kok | ini malah negara ikut-ikutan maksiat? subhanallah

24. beginilah bila aturan Islam bukan menjadi asas dan dasar negara | negaranya pasti akan jauh dari berkah dan ridha Allah

25. namun tetap kewajiban kita berdakwah dan menyampaikan kebenaran | jangan menyerah dan lakukan apa yang kita mampu

26. #TolakFreeSex dan segala bentuknya termasuk "Pekan Kondom Nasional" Kemenkes | AIDS dicegah bukan dengan bagi kondom gratis

27. uang rakyat jangan mau dipakai untuk Kemenkes buat beli kondom dan dibagi gratis untuk kemaksiatan | istighfar..

28. gabung dengan aksi-aksi penolakan "Pekan Kondom Nasional" | bagi semua opini #TolakFreeSex sebagai bentuk kepedulian kita

29. share the words, care other people | sampaikan bahwa "Pekan Kondom Nasional" ini ialah ide menyesatkan | jangan sampai ummat tertipu

30. dan sampaikan solusi Islam pada semuanya agar mereka merindukan penerapan Islam dalam semua lini | agar berkah negara ini dan ummatnya

"Dan diantara kalian ada sekelompok orang seolah-olah melakukan perbaikan padahal mereka sedang melakukan kerusakan, mereka hendak menipu Allah padahal mereka menipu diri mereka sendiri" 
#negeRIberduka #tolakKondomisasi
[www.globalmuslim.web.id]
Powered by Blogger.