Showing posts with label Densus 88. Show all posts


Terkait penembakkan mati ditempat terduga teroris pada Malam Tahun Baru di Tangerang Selatan, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto menyatakan kejanggalan yang sering terjadi pada penanganan terduga teroris. “Mengapa harus ditembak mati?” tanyanya retoris kepada mediaumat.com, Jum’at (3/1) melalui sambungan telepon selular.
Menurutnya, polisi dengan segala kemampuan, kelengkapan dan ilmu pengetahuannya sebenarnya mampu menangkap hidup-hidup keenam atau ketujuh orang terduga teroris di Tangerang Selatan. Katakanlah para terduga tersebut bersenjata, toh kenyataannya senjatanya pun jauh di bawah kecanggihan senjata polisi.  “Tapi mengapa ditembak mati?” tanyanya lagi.
Lalu muncullah narasi tunggal, daftar ini dan daftar itu, yang kebenarannya bisa iya bisa tidak. “Masalahnya kan tidak terkonfirmasi kepada yang bersangkutan karena sudah ditembak mati,” sesal Ismail.
Ismail dengan nada yang tinggi pun mengingatkan. “Ini terduga teroris lho! Terduga itu artinya baru diduga, artinya bisa iya bisa tidak. Beda dengan tersangka, kalau tersangka itu kan memang berdasarkan penyidikan lalu dituduhkan bahwa dia itu melakukan tindak pidana,” terangnya.
Tetapi meski tersangka —tersangka apa pun juga termasuk tersangka korupsi— kan tidak boleh ditembak. “Ini mengapa baru terduga saja malah langsung ditembak mati? Kalau alasannya si terduga melawan kan sebenarnya bisa dilumpuhkan tanpa harus menembak mati, tembak bius kan bisa!” gugatnya.
Polisi kan lembaga penegak hukum, Ismail mengingatkan, tugasnya menangkap dan membawanya ke pengadilan, bukan lembaga eksekusi yang menembak tanpa proses peradilan. Namun sayangnya, dipengadilan pun belum tentu mendapatkan keadilan seperti halnya yang dialami oleh Ustadz Abu Bakar Baasyir.
“Meski barang bukti dan kesaksian menunjukkan ia tidak bersalah tetapi tetap saja divonis bersalah oleh hakim,” pungkasnya.(mediauma/www.globalmuslim.web.id)

bubarkan+densus+88.jpg (640×479)
Semenjak digulirkannya BNPT dan Densus 88 Anti Teror. Kehadirannya diharapkan mulanya mampu menjawab keinginan masyarakat terhadap keingin tahuan publik tentang permasalahan teroris. Namun, sepertinya proyek Anti Teror ini sesungguhnya telah melegalkan pembunuhan tanpa pengadilan.
Kasus terakhir adalah aksi Densus 88 dalam penggerebekan di Wilayah Ciputat 1 Januari lalu. Perlawanan sembilan jam itu, telah berhasil menewaskan ke 5 pelaku teror. Sementara dari pihak kepolisian, 1 orang mengalami luka-luka. Seperti drama sebuah adegan film aksi, sepertinya setiap detail diceritakan secara heroik. Tentu cerita reka kan dibuat. Lagi-lagi barang-barang sitaan tersebut, melibatkan buku-buku jihad. Yang sesungguhnya tidak bisa dikatakan sebagai sumber inspirasi para terduga teroris tersebut.
Kinerja Densus 88 yang melakukan pengadilan lapangan ini, mendapatkan banyak protes dari berbagai kalangan. Tak terkecuali pula dari Ketua MPR RI. Tentu ini melahirkan sebuah pertanyaan, bila semuanya ditembak mati, hendak kapan muara teroris ini terungkap?
Drama 9 jam kepungan Polisi kepada 5 anggota terduga teroris itu seperti adegan pertunjukkan pahlawan yang ingin membuktikan jatidirinya. Namun sayangnya, 9 jam perlawanan itu seperti adegan kosong belaka. Kalau memang mengincar mati para terduga, seharusnya Densus 88 bisa selesaikan kurang dari satu jam. Kasus-kasus pengepungan juga sebelumnya seperti demikian. Hingga kini pun, tidak bisa terungkap muara dari terorisme ini.
Neta S Pane Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan bahwa aksi bunuh mati terduga teroris di Ciputat untuk bagai aksi rekayasa Teroristainment ala BNPT, ia menyatakan bahwa ada hal yang sangat menarik untuk dianalisa penggerebekan terduga teroris di Ciputat kemarin, yang kemudian berlanjut ke Banyumas dan Rempoa.Menariknya penggerebekan ini dilakukan dalam suasana malam Tahun baru.
Seolah polri ingin membangun suasana dramatis, sehingga isu penggerebekan teroris ini ibaratadegan sinetron. Memang patut dipertanyakan, ada apa di balik penggerebekan teroris, kok selalu dilakukan di bulan Desember. Padahal kalau polri mau, kapan
saja para teroris itu bisa ditangkap. Sebab data-datasejumlah terduga teroris tersebut sudah diketahui polri dan tempat-tempat persembunyiannya sudah lengkap di tangan polisi. Sepertinya penangkapan teroris di setiap desember menjadi agenda sibuk Densus 88.
Pengalihan Isu Ala Pemerintah
Di awal tahun ini, sengaja sepertinya pemerintah melakukan serangan kepada terduga teroris. Sebab tentu laporan intelijen terkait struktur, aktivitas, bahkan bisa jadi diantara para pengkader teroris itu sendiri diantara mereka adalah intelijen. Sehingga sangat mungkin pemerintah mengetahui tentang seluruh elemen teroris ini. Kita menyadari hal tersebut, karena hingga kini tak bisa ada satupun fakta yang menjawab tentang perkembangan teroris menurut pandangan Pemerintah ini.
Lagi-lagi ini seperti iklan dalam sebuah film drama menarik. Dikarenakan di awal tahun ini, Pemerintah telah membuat berbagai kebijakan yang mencampakkan. Salah satunya deklarasi BPJS atau JKN terhitung 1 Januari 2014. Selain itu, tanpa ada kabar dan pelibatan informasi matang, pemerintah mengeluarkan kebijakan kenaikan LPG 12 kg. Selain kasus Century, Korupsi dan yang terkait lainnya. Lagi-lagi ini memberikan tudingan, bahwa drama terorisme adalah alat pengalihan isu. Bahkan bisa jadi, Densus 88 dan BNPT ingin menunjukkan kepada tuannya, yaitu Australia dan Amerika Serikat, bahwa Teroris itu masih ada di negeri ini sehingga aliran dana akan semakin lancar mengalir kepada kantong penguasa.
Densus 88 dan BNPT, sepertinya juga menjadi alat bagi Amerika Serikat dan Australia untuk mengatrol gerakan islam di Indonesia. Maklum dakwah keislaman telah menjadi warna penting pasca arus reformasi tahun 1998.  Krisis Myanmar, Suriah dan Palestina, telah memberikan dorongan besar bagi ummat islam di Indonesia untuk mewujudkan negeri yang menerapkan syariah secara sempurna. Tak heran, Episode-episode baru terorisme kedepan sepertinya masih menghiasi tahun 2014 ini.
Bubarkan Densus 88
Selain tindakannya telah menyimpang dari harapan masyarakat, selain itu kegiatan Densus 88 sudah dinilai tidak efektif, maka sepatutnya Densus 88 dibubarkan. Selain itu, para pejabat yang terlibat didalamnya harus diperiksa dan diadili sesuai kebijakan yang mereka lakukan.
Pembubaran Densus 88 dan organisasi bentukan BNPT, tidak efektif dalam membumi hanguskan perkara teror. Mereka hanya fokus kepada dugaan orang-orang yang sangat dekat dengan islam radikal. Dan sesuai dengan arahan “big boss” Amerika Serikat dan Australia.
Pemerintah semestinya sadar, bahwasannya diluar dari para terduga teroris itu, sebenarnya masyarakat lebih banyak diteror di pihak lainnya. Premanisme merajalela, Pungli liar serta tindakan main hakim aparat kepolisian adalah teror terdahsyat yang membahayakan masyarakat. Bahkan Densus 88 sebaiknya efektif dialihkan membantu dalam menangkapi para penjahat Koruptor dan pembunuhan berantai yang kian marak di negeri ini.
Selain itu pendidikan kontra terorisme dan kontra radikalisme di berbagai tingkat pendidikan, utamanya perguruan tinggi adalah akal-akalan dari kaum Sepilis untuk membuat generasi muda menjauhi islam. Ini terlihat tatkala BNPT banyak melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi baik di dalam negeri dan luar negeri. Bahkan BNPT melakukan tindakan intelijen berlebihan pada warga negara indonesia.
Selain hal tersebut, kasus tersebut sebenarnya bisa dimusnahkan asalkan penguasa negeri ini sadar. Kepemimpinan yang bertitik tolak dari Demokrasi Kapitalisme tak akan memberikan kesejahteraan dan ketaqwaan. Inilah alasan utama terjadinya tindakan teroris itu. Sehingga selayaknya pemerintah menjadikan aturan negeri ini kembali kepada Al-Quran dan As-sunnah secara sempurna.

Rizqi Awal
Peneliti Politik dan Pertahanan di Lembaga Analisis Politik Indonesia
Ketua BE BKLDK Nasional

[www.globalmuslim.web.id]

250934_620.jpg (620×356)
Jakarta - Pengamat kontra-terorisme Harits Abu Ulya menyebutkan ada dua kejanggalan dalam penggerebekan teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu, 1 Januari 2014. Pertama, Harits meragukan ada baku tembak. "Ini tidak jelas. Karena kesaksian warga yang hadir berbeda dengan keterangan aparat," ujar Harits, Kamis, 2 Januari 2014. "Kata warga sekitar, tidak ada baku tembak. Mereka langsung dilumpuhkan.”

Harits curiga praktek pelumpuhan secara tiba-tiba ini adalah modus yang diulang. Seperti yang terjadi beberapa bulan lalu, ketika seorang terduga teroris dieksekusi tanpa diinterogasi. “Padahal, aparat belum tahu mereka siapa,” katanya.

Dia juga meragukan ada polisi yang tertembak peluru teroris. Sebab, jika ditelisik, tidak ada proyektil atau selongsong peluru di area penggerebekan. Ia menduga polisi hanya menggunakan peluru hampa. “Itu kalau jurnalis mau teliti, apa ada proyektil berserakan?” katanya. "Saya tak yakin ada aparat yang tertembak kakinya."

Kejanggalan kedua, soal seorang terduga teroris bernama Nurul Haq. “Menurut Kabag Penum Rianto, dia sudah tertangkap September lalu," ujar Harits. "Tapi sekarang ikut dalam rombongan Ciputat."

Seperti diberitakan, Densus 88 menggerebek teroris di rumah kontrakan di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu dinihari. Dalam penggerebekan ini, lima terduga teroris meninggal di tempat kejadian dan satu lagi tewas saat mengendarai motor di ujung gang saat penggerebekan berlangsung.

Hasil identifikasi yang dilakukan polisi menyebutkan bahwa enam terduga teroris ini sebagai Daeng alias Dayat Hidayat, Nurul Haq alias Dirman, Oji alias Tomo, Rizal alias Teguh alis Sabar, Hendi, dan Edo alias Amril. Kelompok ini diduga merupakan pelaku penembakan polisi di Cirendeu, Ciputat, Pondok Aren, dan di depan gedung Komisi pemberantasan Korupsi. 

[tmp/www.globalmuslim.web.id]

CIPUTAT, TANGGERANG - Detesemen Khusus 88 Antiteror Polri menembak mati 6 orang yang mereka tuduh sebagai teroris dalam pengerebekan disebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Jalan KH. Dewantoro, gang H Hasan RT 04/07 Kampung Sawah, Ciputat, Tanggerang Selatan.
Drama penggerebekan yang diiringi hujan tembakan dari Densus 88 kepada para tersangka yang ada dikontrakan tersebut berlangsung selama 9 jam sejak Selasa (31/12/2013) pukul 18:30 malam hingga Rabu (1/1/2014) dini hari tadi.

“Pagi ini yang berhasil dilumpuhkan Polri berjumlah 5 orang. Seluruhnya tewas. Semalam dari 2 yang lebih dulu dibekuk, 1 tewas. Jadi total "teroris" yang meninggal berjumlah 6 orang, sedangkan 1 lagi tengah diperiksa,” kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius di Tangsel.

Berikut nama-nama yang tewas dalam penggerebekan di Tangerang Selatan :
1. Dayat alias Daeng
2. Nurul Haq alias Dirman
3. Ozi alias Tomo
4. Rizal alias Teguh alias Sabar
5. Edo alias Amril
6. Hendi

Orang-orang yang dituduh oleh polisi sebagai teroris tersebut diduga sebagai pelaku penembakan polisi di Pondok Aren, dan punya kaitan dengan kelompok pengebom Wihara Ekayana. Mereka juga dituduh terkait dengan kelompok Badri cs yang lebih dulu ditangkap di Solo. Badri cs adalah kelompok yang tergabung dalam jaringan Poso.

Satu orang yang meninggal ditembak tim Densus 88 diidentifikasi sebagai Hidayat, sementara 5 lainnya belum diketahui. Ke enam Jenazah saat ini telah berada di RS Polri Kramat Jati untuk diotopsi. (an/dbs)

Foto: Detik.com
[www.globalmuslim.web.id]

JAKARTA  - Mustofa Nahrawardaya, Aktivis muda Muhammadiyah dan  Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) itu mensinyalir melalui akun Twitter @MustofaNahra, bahwa Muhammadiyah sedang menjadi incaran Detasemen Khusus Antiteror Polri (Densus 88).
Ormas dan lembaga Islam yang lain akan bernasib serupa dengan menyusul Muhammadiyah. Umat Islam perlu waspada.
“Beberapa bulan ini Muhammadiyah sedang diincar Densus. Yang lain menyusul!” tulis @MustofaNahra. 

Mustofa menyatakan, bahwa Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sempat mendapat kritikan keras dari Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin. Din menilai Densus 88 dan BNPT suka brutal tak berperikemanusiaan.

Menurut Mustofa, sejumlah kader Muhammadiyah telah menjadi korban tudingan Densus 88. “Beberapa kader Muhammadiyah ditangkap, lalu dilepas kembali dari Densus, namun tidak direhabilitasi. Ini aparat dzolim!” ungkap @MustofaNahra.
Mustofa juga mengingatkan, tak hanya Muhammadiyah yang dibidik Densus 88, tetapi juga seluruh ormas Islam dan lembaga Islam.
“TERORISME adalah balas dendam lama dari Poso. Seluruh Ormas Islam, Lembaga Islam siap-siaplah menerima pengadilan paling brutal ini,” tulis @MustofaNahra.
Tak hanya itu, Mustofa juga menuding ada kepentingan berbau kristenisasi dan SARA dalam operasi Densus 88.
“Silahkan cek, dari 400 Densus 88, berapa % yang Muslim dari mereka? Wajar saja kalau Muslim dijadikan obyek tembak! Pondok Pesantren dilempari granat, lalu Kyayinya ditangkepin, santrinya ditembakin. Ini proyek terorisme apa proyek nyawa? #terorisme,” tulis ‏@MustofaNahra.
Rehabilitasi Nama Korban Salah Tangkap & Dikembalikan
Edi Nuvian, sebelumnya hari Sabtu (14/12) diciduk Resmob Polda Metro Jaya di rumahnya di Bekasi Timur karena adiknya Iwan alias Arqam alias Behay tertangkap di Lamongan.
Meski tidak tersangkut atas keterlibatan adiknya, Edi Minggu malam (15/12) sudah dikembalikan ke rumahnya jam 22.00 wib dan tanpa rehabilitasi nama baiknya. Meski sebelumnya sudah pernah dipanggil Densus 88 pada kasus beberapa bulan lalu dan kembali beraktivitas seperti biasa, tiba-tiba Desember ini di gerebek lagi.
Sikap tendensius tersebut sebenarnya bisa disebut sebagai "Argumentum ad populum" yang berarti menyudutkan (pernyataan) seseorang dengan mengaitkannya sebagai bagian dari kelompok tertentu. Ini sangat disayangkan dan gegabah.
Ketika ditangkap Edi sempat bertanya kepada penyidik kenapa ditangkap? Ia dimintai keterangan tentang gudang mebel. "Kenapa mau tanya masalah gudang saja pakai gaya penggerebekan segala, bukan dengan surat panggilan?" Ucap Edi. Namun Polisi berkilah bahwa memang demikian prosedurnya.
Keluarga Edi menyayangkan penggerebekan tersebut karena membuat istri dan anak-anaknya yang masih balita trauma bahkan ikut tengkurap ketakutan.
Densus 88 harus merehabilitasi nama-nama korban salah tangkap atau yang sudah dikembalikan. Karena ketika korban sudah sampai rumahnya pada Ahad malam, apesnya Senin pagi (16/12) harian Warta Kota memberitakan ia di tangkap. Tentu ini membuat geger kampungnya di Rawa Sapi Bekasi dan merusak nama baik keluarga karena menjadi gunjingan tetangga.
Desak Densus 88 membentuk tim Humas terkait penangkapan dan pengembalian korban salah tangkap aparat Kafir ini.
Akun whistle blower Idjon Djanbi melansir sentimennya pada Densus 88 yang dinilainya berlebihan dan Agen Mossad.

PENGUMUMAN :
KEPADA SELURUH RAKYAT INDONESIA. BERHATI HATILAH
MULAI SAAT INI DENSUS KURAP 88 MULAI MELANCARKAN OPERASI AWAL TAHUN ATAS PERMINTAAN DARI MAJIKAN AUSTRALIANYA MENGALIHKAN ISU PENYADAPAN DENGAN MENANGKAP TERDUGA TERORIS.
DAN GORIES MERE MULAI BERSELINGKUH LAGI DENGAN POPY DARSONO SERTA DIBANGUNNYA MARKAS AGEN MOSSAD DI PANGANDARAN.

JIKA KALIAN MENEMUKAN ORANG ASING DISEKELILING ANDA TIDAK USAH DITANGKAP LANGSUNG ASAH PARANG DAN DIMASSA AJA . PASTI MEREKA DARI DENSUS KURAP 88

Sinterklas moderen saat ini bernama DENSUS 88, membawa parsel dari rumah-rumah umat ISLAM. Parsel yang sangat memprihatinkan karena agen kristenisasi ala DENSUS 88 ini berupa aktivis Islam. [intel/jabir/voa-islam/www.globalmuslim.web.id]

Berkenaan dengan pernyataan kepala BNPT Ansyaad Mbai yang dimuat di www.detik.com pada Kamis, 19 Desember  2013 dengan judul“Jejak Teroris Di Indonesia: Dari NII, Bermuara di Abu Bakar Ba’asyir”. Dalam berita tersebut tertulis:
“Siapa yang desain itu? Abu Bakar Ba’asyir,” kata Ansyaad di Jakarta, Kamis (19/12/2013). Ba’asyir divonis 15 tahun karena terbukti terlibat dalam pelatihan teror di Aceh.
Sementara Sartono adalah ayah kandung Farhan, teroris yang tewas dalam penyergapan di Solok September 2012 lalu. Farhan sendiri tergabung dalam Hisbah Solo yang merupakan sayap gerakan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Baasyir
Kutipan tersebut bermuatan fitnah dan tendensius maka Jamaah Ansharut Tauhid sangat keberatan dimuatnya kutipan tersebut, terlebih tidak ada konfirmasi kepada kami sebagai bentuk cover both side yang sangat diperhatikan dalam sebuah kode etik jurnalistik. Kami menyayangkan media sekelas detik.com bisa memuat berita itu tanpa ada konfirmasi dari pihak yang dirugikan.
Menanggapi pernyataan tersebut, dalam rilis yang diterima redaksi petang ini, JAT menyampaikan pernyataan sebagai berikut:
  1. JAT menolak semua pernyataan yang bersumber dari Ansyaad Mbai bahwa gerakan teror di Indonesia di desain oleh Ust. Abu Bakar Ba’asyir serta membantah keras JAT mempunyai sayap gerakan bernama Hisbah Solo. Pernyataan tersebut adalah hanya sebuah upaya penggiringan dan penyesatan opini masyarakat terhadap institusi Jamaah yang dipimpin oleh seorang ulama yang jujur pejuang syare’at Islam yaitu Ust. Abu Bakar Ba’asyir.
  2. Pernyataan yang dikeluarkan kepala BNPT Ansyaad Mbai merupakan fitnah besar dengan mengeluarkan pernyataan tanpa bukti dan fakta yang jelas. Dan ini merupakan kebiasaan buruk Ansyaad Mbai yang selalu dilakukan berulang-ulang sehingga tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat negara.
  3. Kami menghimbau melalui Menkopolhukam untuk membubarkan BNPT yang dikepalai oleh seorang yang suka memfitnah dan menebar isu seperti Ansyaad Mbai, karena telah melecehkan institusi negara dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan tanpa fakta yang menyebabkan keresahan di masyarakat.
  4. Kami meminta kepada pengelola detik.com untuk menarik berita tersebut dan meminta maaf secara tertulis dan memuatnya di situs yang dikelola. Jika permintaan ini tidak dipenuhi maka kami akan mengambil langkah untuk mengadukan media tersebut kepada Dewan Pers.
Demikian pers release ini kami sampaikan, wa makkaru makarallah wallahu khoiru maakirin.
Jakarta, 17 Shaffar 1435H/20 Desember 2013
Jamaah Ansharut Tauhid
a.n
Ust. Nanang Ainur Rofiq
[www.globalmuslim.web.id]

Bukannya mengungkap akar masalah terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) malah mewaspadai WNI yang berjihad ke Suriah. “Apa maksudnya mewaspadai? Mengingat jihad itu tidak pernah berkonotasi negatif. Di sisi Allah, jihad itu adalah amalan yang sangat tinggi, yang menang mulia yang meninggal syahid!” tegas Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto kepada mediaumat.com, Jum’at (20/12) melalui sambungan ponsel.
Sedangkan Suriah adalah negeri Muslim yang saat ini rakyatnya sedang dizalimi secara luar biasa oleh tiran Basar Assad. “Nah, rakyat ini memerlukan bantuan untuk melawan, mengingat saat ini Assad dibantu oleh negara-negara kafir termasuk Rusia dan Cina,” ungkapnya.
Karena itu membantu saudara Muslim di sana menjadi sebuah keutamaan. “Maka justru aneh, dalam kondisi seperti itu BNPT malah menyatakan mewaspadai kaum Muslim yang berjihad ke Suriah,” ungkapnya.
Sementara, BNPT tidak pernah menyatakan hal yang seharusnya dikatakan. Tidak mau mengungkap siapa sebenarnya yang menjadi teroris yang telah mengacaukan berbagai negara termasuk Indonesia. Jadi, BNPT tidak pernah membahas akar masalah munculnya terorisme di berbagai negara.
“Padahal kalau mau mengamati secara seksama, akar masalahnya adalah kedzaliman yang dilakukan negara-negara Barat dan Amerika terhadap negeri-negeri Muslim,” pungkasnya.(mediaumat/www.globalmuslim.web.id)

images (123×79)Jakarta - Sekitar 50 orang WNI terbang ke Suriah untuk ikut berperang. Mereka masuk dari negara-negara yang bertetangga langsung Suriah. 

Ada kekhawatiran kepulangan mereka akan membawa konflik di Indonesia. Ini mencontoh kasus para 'alumni' Afghanistan yang kemudian membentuk kelompok teror di Indonesia.

"Bahayanya mereka di sana ikut pelatihan. Persis seperti situasi di Afghanistan," kata Kepala BNPT Ansyaad Mbai di Jakarta, Kamis (19/12/2013).

Menurut Ansyaad ada belasan ribu militan yang tergabung dalam berbagai kelompok masuk ke Suriah. Mereka datang dari berbagai negara dan masuk melalui negara-negara sekitar Suriah.

"Kita harus antisipasi, mereka pulang dengan kemampuan perang, mereka bisa tingkatkan aksi terornya di kita," ujarnya.

Ansyaad menegaskan, pihaknya akan bertindak tegas apabila kelompok yang berangkat ke Suriah tersebut berbuat kekerasan di Indonesia, maka aparat akan mengambil langkah tegas.

"Kita lakukan pengejaran, penangkapan, kalau sudah lakukan aksi kekerasan," kata Ansyaad.

[detik/www.globalmuslim.web.id]

BNPT undang tiga gembong deradikalisasi dari Timur Tengah
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) tak henti-hentinya melakukan upaya deradikalisasi yang menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta beberapa waktu lalu sebagai upaya deislamisasi sehingga membahayakan aqidah umat Islam.
Kali ini, BNPT telah mendatangkan dua ulama mantan petinggi Jamaah Islamiah (JI) dari Mesir dan seorang lagi dari Jordania dalam rangka misi deradikalisasi.
“Makanya kami minta bantuan ketiga tokoh ini untuk datang dan berdialog dengan para tokoh JI di Indonesia,” ujarnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Ansyaad Mbay saat diskusi menangani radikal terorisme di Indonesia, seperti dikutipviva.co.id, Sabtu 7 Desember 2013.
Kedua tokoh tersebut adalah Syaikh Hisyam al-Najjar dan Syekh Najih Ibrahim, keduanya mantan petinggi Jamaah Islamiah dari Mesir. Sedangkan Syaikh Ali Hasan al-Halabi adalah tokoh otoritas fatwa dari Jordania.
“BNPT telah melakukan pendekatan untuk mengundang para tokoh ini sejak satu tahun lalu. Bahkan kami mengutus langsung Wakil Menteri Agama untuk melakukan komunikasi langsung,” jelasnya.
Ketiga orang tersebut mulai besok akan berangkat ke Nusakambangan untuk berdialog dengan para mujahid dan ulama yang kini ditahan. Diduga ketiga orang tersebut juga didatangkan untuk berdebat dengan ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Dialog itu akan berlangsung selama dua hari.
Selanjutnya ketiga tokoh ini akan menemui para mujahidin di Lapas Cipinang, Jakarta selama satu hari. Kemudian ditutup rangkaian diskusi di beberapa kampus diantaranya Universitas Indonesia.
“Kami berharap para ulama ini bisa meluruskan dan memberi penjelasan pikiran radikal. Pikiran radikal ini yang menjadi pemicu terjadinya berbagai tindakan teroris seperti peledakan bom. Tindakan hukum petugas tidak meredakan semangat jihad yang salah di pikiran para teroris,” tuding Ansyaad.
Untuk diketahui, BNPT sebelumnya telah mengutus 3 orang “kacung” terbaiknya, Abdurrahman Ayyub, Abdul Hakim dan Nasir Abbas untuk menantang debat ustadz Abu Bakar Ba’asyir dengan mendatangkan murid Syaikh Nashiruddin Al Albani dan meminta izin menulis buku bantahan Tadzkiroh.
Ustadz Abu Bakar Ba’asyir mengajukan berbagai persyaratan terkait debat tersebut. Diantaranya ia meminta ustadz Aman Abdurrahman juga diikutsertakan dalam debat, lalu harus ditempat terbuka dan diliput media. Namun sekian lama ketiganya tak memberikan respon. Abdurrahman Ayyub bahkan menghindar ketika ditanya wartawan.
Ketika ketiganya berkunjung lagi ternyata mereka tak menyinggung permintaan Ustadz Ba’asyir. Maka ustadz Ba’asyir pun menantang ketiganya untuk bermubahalah, namun lagi-lagi sama seperti sebelumnya mereka tak memberikan tanggapan apapun. Apakah ketiga orang yang didatangkan dari Timur Tengah itu akan melakukan debat terbuka sesuai syarat yang diajukan ustadz Ba’asyir? Kita lihat saja! [Widad/vvn/shoutussalam/www.globalmuslim.web.id]

JAKARTA  – Soal penyadapan oleh Badan Intelijen Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sejumlah pejabatnya, DirekturAn Nahsr Institute, Munarman SH merekomendasikan agar Presiden SBY mewaspadai Densus 88 yang sudah menjadi agen Australia dan Amerika di Indonesia. Menurutnya, biang kerok penyadapan tersebut adalah Densus 88 melalui alat-alat sadapnya. Karenanya, Munarman mengusulkan agar Densus 88 dibubarkan.
”Jadi, klo SBY mau marah, marah dulu pada Densus. Jangan cuma menghentikan kerjasama militer. Pertama, secara politik dia harus putuskan hubungan diplomatik, jangan hanya kepada Australia tapi kepada Amerika juga. Yang kedua, Densus itu mesti dibubarin, alat-alat sadapnya mesti disita, karena itulah yang menjadi kuncinya,” tutur Munarman kepada Kiblatnet di kantornya, di bilangan Jakarta Pusat pada Kamis, (21/11/ 2013) kemarin.
Munarman dengan tegas menuding Densus 88 sebagai pihak yang paling bertangungjawab atas penyadapan tersebut. ”Densus 88 bertanggungjawab atas penyadapan itu karena dia ujung tombak penyadapan itu,” ujar advokat dan mantan ketua umum YLBHI ini.
Alasan yang diutarakan Munarman, alat-alat dan fasilitas yang digunakan oleh Densus 88 itu merupakan bantuan dari Australia dan Amerika. Kemudian, NSA -lembaga intelijen AS-, melalui satelitnya bisa menyadap melalui alat yang diberikan. Melalui alat-alat itu, bukan saja pejabat negara, semua rakyat indonesia juga bisa disadap.
Karenanya, Munarman mendesak agar intelijen Indonesia bereaksi dengan memeriksa Densus 88 yang menjadi alat utama penyadapan itu. Karena, Densus 88 itu dibantu oleh Australia dan Amerika. Lewat itulah mereka menyadap pejabat-pejabat itu. [PurWD/Kiblatnet/www.globalmuslim.web.id]

Oleh : Idjon Djanbi Team

Anda harus menahan Napas melihat Gambarnya
dikutip seutuhnya dari sumber : https://www.facebook.com/notes/idjon-djanbi/data-dan-gambar-pembantaian-warga-poso-tanggal-22-januari-2007-oleh-wereng-cokla/157362574459730
WARGA YANG MASIH HIDUP, BERSEMBUNYI, KETAHUAN, KEMUDIAN DITUSUK SAMPAI MATI, DISERET KELUAR DAN DIKULITI MUKANYA
WARGA YANG MASIH HIDUP, BERSEMBUNYI, KETAHUAN, KEMUDIAN DITUSUK SAMPAI MATI, DISERET KELUAR DAN DIKULITI MUKANYA


JIKA HITLER MAMBANTAI YAHUDI KARENA MELINDUNGI RAKYATNYA
TAPI DENSUS KAMPRET 88, MEMBANTAI RAKYATNYA UNTUK MAJIKAN ASUNYA

Pada tanggal 22 Oktober 2006, Saat Malam Takbir terjadi bentrokan di TanahRuntuh, Kelurahan Gebang Rejo, Poso Kota antara ratusan warga setempat denganpuluhan aparat kepolisian dari satuan Brimob. Bentrokan terjadi sekitar pukul21.15 WITA di saat warga sedang mempersiapkan tempat pelaksanaan Sholat Ied.
Satu orang warga menjadi korban pada peristiwaini, Syaifuddin alias Udin, yang tewas tertembak pada bagian pantat. Selainjatuh korban jiwa, juga terdapat 3 orang yang mengalami luka tembak, antara lainRizki alias Kiki Omo, menderita 3 luka tembakan dibagian dada dan 1 tembakandipaha sebelah kanan. Sedangkan Maslan, warga jl. Pulau Irian Jaya tertembakdibagian paha. Kedua korban luka dirawat di RS Umum Posoada penyerangan olehBrimob pada warga yang dikatakan daftar pencarian orang (DPO) dan menghasilkanrumah-rumah penduduk yang rusak serta adanya warga yang meninggal, akibattembakan para aparat yang membabi buta. Tetapi anehnya, tidak ada penjelasanapalagi penghentian operasi yang banyak melukai masyarakat.

Pada tanggal, 23 Oktober 2006 bentrokan berulanglagi antara ratusan pengantar jenazah Udin dengan anggota Brimob di Jalan PulauSeram. Massa melempari aparat Brimob dengan batu dan dibalas dengan melepaskantembakan yang menciderai tiga penduduk sipil, salah satunya adalah GalihPamungkas, anak berusia 3,5 tahun yang sedang bermain di depan rumahnya

Pada tanggal 20 Nopember 2006, Tim Pencari Faktakasus Gebang Rejo, Poso melalui Menteri Politik dan Keamanan, Widodo AS,menyampaikan laporan hasil investigasi kepada publik, namun 10 butirrekomendasi yang diantaranya meminta kepada petinggi polri untuk segera memintamaaf kepada umat Islam Poso secara umum dan kepada keluarga korban atasperistiwa tanggal 22 Oktober 2006 (point a) tidak disampaikan secara terbuka.
Bentrok 22 Oktober 2006 ini menjadi penanda akanmunculnya kebijakan keamanan baru terhadap masalah Poso
Masalah tersebut belum reda, awal 2007 dimulai denganpenyergapan dan penembakan yang terjadi pada 11 Januari 2007 lalu yangmenumbangkan 3 warga (2 meningga). Dari keterangan warga dan saksi mata, tidakada satu warga pun yang memegang senjata layaknya aparat yang telah siap dengananeka senjata otomatis.
Kemudiantanggal 22 Januari 2007 merupakan hari yang paling berkabung untuk masyarakatPoso, karena dari 15 warga yang ditembak tidak ada satu pun DPO. Mereka memburuwarga seperti memburu Kelinci dan dijadikan Tester. Ini artinya, aparat tidaklagi berlaku adil pada masyarakat. Di Tutup tutupi oleh Komnas HAM, Pernyataandi media Masa hanya Isapan jempol belaka. TimAnti Teror Polri telah menembaki juga lokasi perumahan warga Poso. Tetapi RAIDini dilanjutkan 11 hari kemudian dan memakan korban jiwa yang sangat banyaksekali.


KAMPRET KOMNAS HAM  DAN DAN KONTRAS JUSTRU MELAKUKAN KONSPIRASI UNTUKMENUTUPI KEJAHATAN KEMANUSIAAN
Mendengar kejadian Tersebut,  Komnas HAM Langsung menurunkan Tim diLapangan untuk menyelidiki pelanggaran HAM yang terjadi, seperti biasamemanggil media massa dan memberikan keterangan Pers, itu hanyalah Basa Basi,mereka sebenarnya mengais rejeki ditengah penderitaan Rakyat dan BangsaIndonesia yang bantai, permasalahan hanya sampai di situ, seperti kasus kasussebelumnya.  Titik !

BASA BASI KOMNAS HAM
Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Zoemrotin KSusilo menegaskan, secara umum polisi telah melakukan pelanggaran hak asasimanusia (HAM) dalam menangani kasus-kasus kekerasan di Poso, Sulawesi Tengah(Sulteng). “Kita sedang mengklarifikasi hasil temuan kita di Poso apakahtelah terjadi pelanggaran HAM berat ataukah masih dalam taraf pelanggaran HAMbiasa yang dilakukan polisi,” ujar Zoemrotin Pelanggaran HAM sepertimenghilangkan nyawa belasan orang sehingga jelas telah melanggar hak hidupseseorang, hilangnya rasa aman masyarakat karena tindakan aparat yang menangkaporang dengan cara-cara represif, bahkan adanya kasus-kasus salah tangkap warga diPoso lalu dilepaskan kembali, menurut Zoemrotin sebagai tindak pelanggaran HAMoleh aparat. Dikatakan, penyelidikan terhadap pelanggaran HAM di Poso akandilihat dari pihak aparat JUGA MASYARAKAT.  Tentu kita bertanyakepada Komnas HAM, dalam Kasus ini,MASYARAKAT MANA YANG MELAKUKANPELANGGARAN ?Sampai saat ini Komnas HAM tidak bisa membuktikan jika adawarga Poso yang melakukan pelanggaran HAM.

BEGAJULK ASING DAN JABLAI BELANDA SEDANG MELAKUKAN KONFRENSI PERS... CARMUK, TAPI HASILNYA NOL PUTUL, BERARTI MEREKA ADALAH PEMINUM DARAH RAKYAT INDONESIA DITUKAR DENGAN DOLAR
BEGAJULK ASING DAN JABLAI BELANDA SEDANG MELAKUKAN KONFRENSI PERS… CARMUK, TAPI HASILNYA NOL PUTUL, BERARTI MEREKA ADALAH PEMINUM DARAH RAKYAT INDONESIA DITUKAR DENGAN DOLAR

“Hasil dari klarifikasi kita dengan Polri, kita sudah mendapatkanlaporan lisan bahwa sudah ada perkembangan di mana Polri sedang mengusut kasuspelanggaran HAM dalam kejadian 22 Oktober di Poso. Semua ini kita pantau,”tegasnya.
Mengenai kasus tewasnya 4 warga di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) karenaditembak polisi, Komnas HAM kata Zoemrotin, baru akan turun ke Bangkeppertengah- an Maret untuk menyelidiki kejadian itu.


PERNYATAAN KAPOLDA SULTENG (SALAH SATU PEMILIK REKENING BABI GENDUT)BRIGJEN POL BADRUN HAITI

BIGJEN POL BADRODIN HAITI, KAPOLDA SULTENGG, MEMBANTAH TERJADI PEMBANTAI WARGA OLEH ANAK BUAHNYA.... DIA SALAH SATU PEMILIK REKENING GENDUT
BIGJEN POL BADRODIN HAITI, KAPOLDA SULTENGG, MEMBANTAH TERJADI PEMBANTAI WARGA OLEH ANAK BUAHNYA…. DIA SALAH SATU PEMILIK REKENING GENDUT
Sementara itu, Kapolda Sulteng Brigjen Pol Badrodin Haiti yang ditemui di acarayang sama mengatakan, silahkan saja dilakukan pengusutan kasus pelanggaran HAMterkait penegakan hukum oleh polisi di Poso.
“Silahkan diusut sesuai ketentuan yang ada, dan kalau memang benar adapelanggaran HAM, kita akan proses,” tantangnya.Dikatakan, upaya pengejaran terhadap para perusuh di Poso sampai saat inimasih terus dilakukan, dan sebuah tim gabungan sedang dikirim ke Pulau Jawauntuk mengejar para daftar pencarian orang (DPO) Polri dalam kasus Poso yangbersembunyi di beberapa daerah di Jawa.

PERYATAAN  KEPALA BNPT ANSAAD  MBAY
KEPALA BNPT, ANSYAAD MBAY JUGA MEMBANTAH TERJADINYA PEMBANTAIAN WARGA POSO OLEH KEPRAT KEPOLISIAN
KEPALA BNPT, ANSYAAD MBAY JUGA MEMBANTAH TERJADINYA PEMBANTAIAN WARGA POSO OLEH KEPRAT KEPOLISIAN

EMPO.CO, Jakarta : Ansyaad berharap publik tak menilai Densus 88 dari satusisi saja. Densus hanya menjalankan tugas dan tentunya tak perlu mengumbarkerumitan dan kesulitan yang mereka hadapi. Apalagi dikaitkan dengan pelanggaranHAM, justru tim ini dibentuk untuk melindungi HAM masyarakat.
Permintaan pembubaran Densus 88 kembali muncul setelah beredarnya video yangberisi tindakan kekerasan oleh satuan tersebut. Video itu diduga merupakanrekaman peristiwa 18 anggota Densus 88 dan Brimob kala menangkap 14 wargaKalora, Poso, Desember 2012 lalu.
Ansyaad mengatakan ideologi jihad tertanam kuat di pikiran para teroris itu.Bahkan sejumlah teroris muda pun seringkali melakukan perlawanan yang membabibuta. Jika pun akhirnya tertangkap, sangat sulit membuat mereka mengaku.
PERNYATAAN DAN FORENSIK GAMBAR OLEH IDJON DJAMBI TEAM, AKAN MEMBANTAH SEMUAPERNYATAAN PEMBANTAI RAKYAT DI ATAS, DAN KITA AKAN MENAGIH JANJI DAN PERNYATAANMEREKA DI ATAS. !!!

Saya sudah melihat Konflik diseluruh Indonesia, tapi ini yang paling Biadab,anda semua sudah menonton Videonya di Yotube, tapi apakah anda melihatbagaimana keadaan Korban setelah disiksa ? semua Korban yang di siksa berjumlah17 orang dan semuanya Mati.

Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 22 Januari 2007, di Poso, tampaalasan yang jelas, Densus dan Polisi turun dengan kekuatan Penuh menggunakanMunisi Tajam dan kendaraan Lapis Baja, melakukan Swiping dan Penggrebekan tidakada satupun warga yang lolos dari penyiksaan. Kejadian tersebut terjadi di duaLokasi yang berbeda dengan Pola pembantaian yang Berbeda diantaranya Jln. dikawasan Tanah Runtuh  P. Madura Kel. Gebangrejo korbantewas 22 januari 2007 15 orang., Kelurahan Gebang Rejo Poso  korbantewas 31 Oktober 2006 2 orang… Yang babak belur puluhan orang….beberapa di antaranya tukang ojek yg kebetulan melintas di depan Polres Pososaat terjadinya Penggerebekan. Gambar dibawah ini akan bercerita bagaimanapenderitaan Warga Tanah Runtuh  P. Madura Kel. Gebangrejo dibantai. dengan alasan mencari Perusuh di Poso Densus Kampret 88 Menangkap warga yangmelintas siapapun bahkan PNS sebuah RSU Poso pun Tak Luput
Berbagai Pola pembantai yang dilakukan oleh Keparat Densus 88 secarasistemasitis dan di dikontrol penuh oleh atasannya, tidak mungkin hal ini tidakdilihat oleh Komandannya saat melakukan tindakan biadab ini. saat melakukanpenggrebekan, sangat jelas terlihat di Video bagaimana mereka, menyiksakemudian menembak Mati, tidak berhenti sampai di situ, Mayatnyapun diperlakukandengan tidak Wajar, seperti, mencongkel keluar Pelor yang bersarang di anggotabadannya, warga yang bersembunyi di bawah lantai, langsuing ditusuk sampai matikemudian Kulit Mukanya di Kuliti. Sangat Biadab
Warga yang masih Hidup, akan ditusuk dengan AITOR OLEH ANGGOTA DENSUS 88
Warga yang masih Hidup, akan ditusuk dengan AITOR OLEH ANGGOTA DENSUS 88
SETELAH TEWAS DI TUSUK, WARGA DISERET KELUAR, PERSIAPAN DI KULITI
SETELAH TEWAS DI TUSUK, WARGA DISERET KELUAR, PERSIAPAN DI KULITI
WARGA YANG TEWAS, SAAT SEBELUM DIKULITI MUKANYA
WARGA YANG TEWAS, SAAT SEBELUM DIKULITI MUKANYA
SETELAH DITUSUK BERKALI KALI HINGGA TEWAS, WARGA TERSEBUT DISERET KELUAR DAN DIKULITI MUKANYA
SETELAH DITUSUK BERKALI KALI HINGGA TEWAS, WARGA TERSEBUT DISERET KELUAR DAN DIKULITI MUKANYA
PERHATIKAN WAJAH KORBAN YANG TEWAS INI, SELURUH PEMUKAAN WAJAHNYA DICACAH DAN DI KULITI, MIRIP TINDAKAN KANIBALISME DI PEDALAMAN AMAZON, TENTU KITA BERTANYA MEREKA INI APARAT ATAU KEPARAT ?
PERHATIKAN WAJAH KORBAN YANG TEWAS INI, SELURUH PEMUKAAN WAJAHNYA DICACAH DAN DI KULITI, MIRIP TINDAKAN KANIBALISME DI PEDALAMAN AMAZON, TENTU KITA BERTANYA MEREKA INI APARAT ATAU KEPARAT ?
SETELAH MEMBANTAI WARGA, WERENG COKLAT DENSUS KURAP 88, BERUSAHA MENGHILANGKAN JEJAK, DENGAN MENYIRAMKAN AIR KERAS KE LUKA KORBAN, AGAR LUKA MENGURAI DAN TIDAK BISA DI IDENTIFIKASI DAN DI OTOPSI ULANG... (METODA BARU)
SETELAH MEMBANTAI WARGA, WERENG COKLAT DENSUS KURAP 88, BERUSAHA MENGHILANGKAN JEJAK, DENGAN MENYIRAMKAN AIR KERAS KE LUKA KORBAN, AGAR LUKA MENGURAI DAN TIDAK BISA DI IDENTIFIKASI DAN DI OTOPSI ULANG… (METODA BARU)
ANAK INI MASIH BERUSIA 16 TAHUN, KARENA TAKUT DI BERSEMBUNYI, AKHIRNYA DIKETAHUI OLEH DENSUS 88, DISURUH ANGKAT TANGAN, SAAT TANGAN DIANGKAT, TANGAN TERSEBUT DI TEMBAK, TIDAK BERHENTI SAMPAI DISITU, APARAT POLISI TERSEBUT MENEMBAK BAGIAN PERUTNYA HINGA DIA TERJEREMBAB DAN MEREGANG NYAWA
ANAK INI MASIH BERUSIA 16 TAHUN, KARENA TAKUT DI BERSEMBUNYI, AKHIRNYA DIKETAHUI OLEH DENSUS 88, DISURUH ANGKAT TANGAN, SAAT TANGAN DIANGKAT, TANGAN TERSEBUT DI TEMBAK, TIDAK BERHENTI SAMPAI DISITU, APARAT POLISI TERSEBUT MENEMBAK BAGIAN PERUTNYA HINGA DIA TERJEREMBAB DAN MEREGANG NYAWA
APARAT WERENG COKLAT DENSUS KURAP 88, BERUSAHA MENYEMBUNYIKAN MAYAT WARGA, PERHATIKAN DJERIGEN MERAH, WARGA TERSEBUT SEDANG MENGANGKUT AIR, DICEGAT KEMUDIAN DITEMBAK
APARAT WERENG COKLAT DENSUS KURAP 88, BERUSAHA MENYEMBUNYIKAN MAYAT WARGA, PERHATIKAN DJERIGEN MERAH, WARGA TERSEBUT SEDANG MENGANGKUT AIR, DICEGAT KEMUDIAN DITEMBAK
MAYAT WARGA BERGELIMPANGAN DIMANA-MANA
MAYAT WARGA BERGELIMPANGAN DIMANA-MANA
APARAT WERENG COKLAT DENSUS KURAP 88, SELALU BERKOAR KOAR, BAHWA WARGA MELAWAN MENGGUNAKAN SENJATA API, SAMPAI DETIK INI, MEREKA TIDAK BISA MEMBUKTIKAN JIKA WARGA MELAWAN MENGGUNAKAN SENJATA API. APAKAH ANDA MELIHAT ADA SENJATA API TERCECER DI TKP ?
APARAT WERENG COKLAT DENSUS KURAP 88, SELALU BERKOAR KOAR, BAHWA WARGA MELAWAN MENGGUNAKAN SENJATA API, SAMPAI DETIK INI, MEREKA TIDAK BISA MEMBUKTIKAN JIKA WARGA MELAWAN MENGGUNAKAN SENJATA API. APAKAH ANDA MELIHAT ADA SENJATA API TERCECER DI TKP ?
SETELAH DITEMBAK SAMPAI MATI, MAYAT WARGA DISERET DAN DIKUMPULKAN
SETELAH DITEMBAK SAMPAI MATI, MAYAT WARGA DISERET DAN DIKUMPULKAN
BEBERAPA MAYAT WARGA YANG SUDAH TEWAS, MASIH DIPERLAKUKAN TIDAK MANUSIA, BAHKAN LEBIH RENDAH DARI HEWAN
BEBERAPA MAYAT WARGA YANG SUDAH TEWAS, MASIH DIPERLAKUKAN TIDAK MANUSIA, BAHKAN LEBIH RENDAH DARI HEWAN
LOGIKA MANA YANG DIPAKAI? APAKAH APARAT -APARAT INI MEMILIKI AKAL YANG SEHAT, ATAU MEREKA SAKIT JIWA ATAU ADA DENDAM LAIN ? SALAH SATU JENAZAH WARGA, HIDUNGNYA DI CULOK DENGAN MUNISI....
LOGIKA MANA YANG DIPAKAI? APAKAH APARAT -APARAT INI MEMILIKI AKAL YANG SEHAT, ATAU MEREKA SAKIT JIWA ATAU ADA DENDAM LAIN ? SALAH SATU JENAZAH WARGA, HIDUNGNYA DI CULOK DENGAN MUNISI….
LAGI-LAGI TV ONE DAN METRO TV YANG SELAMA INI GETOL MENYIARKAN TENTANGTERORIS, DIAM SERIBU BAHASA, SEOLAH OLAH STASIUN TELEVISINYA SEDANG KEHILANGANSINYAL PEMANCAR…

TENTU KITA BERTANYA DALAM HATI, APAKAH INI CINTA ?
APAKAH INI SAYANG ?
LOGIKA MANA YANG DIGUNAKAN
APAKAH INI PENGAYOM DAN PELINDUNG
UNDANG-UNDANG DAN PROTAP MANA YANG DI GUNAKAN OLEH MEREKA

KOMISI 3 DPR RI TIDAK SEPENUHNYA MELINDUNGI WARGA NEGARA INDONESIA DARI TINDAKAN BIADAB ANAK EMASNYA BERNAMA WERENG COKLAT

JANGAN SALAHKAN JIKA RAKYAT SANGAT MEMBENCI MEREKA
MEREKA DIANGGAP SAMPAH

SUDAH SAAT NYA MEREKA DI BURU OLEH RAKYAT INDONESIA DAN DIBUBARKAN
JANGAN JADIKAN KONSPIRASI TERORIS UNTUK MEMBANTAI WARGA NEGARA SENDIRI….

TERIMA KASIH KEPADA REKAN SAYA
MR X DARI DENSUS 88, ANDA ADALAH PAHLAWAN YANG MASIH MEMILIKI HATI NURANI
MAU MEMBUKA MATA RAKYAT INDONESIA TENTANG PROYEK PEMISKINAN WARGA NEGERA INDONESIA YANG DILAKSANAKAN OLEH KEPOLISIAN…
SEMOGA TUHAN YANG MAHA KUASA MEMBALAS KEBAIKAN ANDA…

CINTAILAH YANG DI BUMI
NISCAYA YANG DILANGIT AKAN MENCINTAIMU
dikutip seutuhnya dari sumber : https://www.facebook.com/notes/idjon-djanbi/data-dan-gambar-pembantaian-warga-poso-tanggal-22-januari-2007-oleh-wereng-cokla/157362574459730

Powered by Blogger.