Showing posts with label Belanda. Show all posts

Belanda-Arnoud Van Doorn-politisi belanda yang memeluk Islam melaksanakan Umrah-1-jpeg.image
Van Doorn (ketiga dari kiri)
Setelah meninggalkan partai sayap kanannya yang anti-Islam untuk memeluk Islam, mantan politisi Belanda Arnoud Van Doorn telah mengunjungi tanah suci untuk melaksanakan Umrah pertamanya. Ia mengaku sangat bahagia.
“Menemukan Islam adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” kata Doorn terharu saat berbicara kepada surat kabar Al-Madinah.
Tak lama setelah menjadi Muslim, Doorn berangkat ke Makkah dan Madinah bulan ini untuk melaksanakan ibadah Umrah. Kedatangannya disambut baik oleh Kepala Kepresidenan dua Masjid Suci Syaikh Abdurrahman As-Sudais dan Imam Masjid Nabawi, yaitu Syaikh Ali Al-Hudaifi serta para pejabat lainnya.
Doorn mendapatkan taushiyah dari Imam Masjid Nabawi mengenai bagaimana menjadi Muslim yang baik dan bagaimana menjalankan keislaman di negeri Barat.
Doorn menunjukkan kegembiraannya mengunjungi tanah suci. Ia menulis perasaannya di akunTwitter-nya.
“Shalat di tempat yang sakral Raudhah #Madinah,” ujar Doorn dalam tweet-nya.
“Pertemuan yang menginspirasi dengan Imam Masjid Nabawi, yang terhormat Ali Al-Hudaifi,” tulisnya di tweet lainnya.
Doorn mengatakan sangat bahagia setelah melaksanakan ibadah Umrah.
“Baru saja selesai #Umrah. Saya sangat bahagia dan bersyukur berada di sini :-) ,” katanya lagi dalam twitter-nya.
Dia juga mengekspresikan rasa terima kasih atas dukungan dari umat Islam di Arab Saudi.
“Saya berterimakasih atas semua dukungan dan sumber daya yang kami terima untuk menyebarkan Islam di Belanda,” tulisnya  dalam tweet-nya yang lain.
Kunjungan Doorn ke tanah suci merupakan undangan dari Canadian Da’wah Association.
Doorn, mantan anggota Partai Kebebasan (PVV) telah memeluk Islam pada awal tahun ini setelah mempelajari lebih dalam tentang ajaran yang lurus ini.
Dahulunya, ia bersama Geert Wilders menjadi salah satu tokoh politik yang membantu produksi film anti-Islam berjudul “Fitna” yang mengaitkan Al-Qur’an dengan kekerasan.
Tetapi setelah itu, Doorn mulai membaca lebih banyak tentang Islam dan biografi Nabi Muhammad (shalallahu ‘alaihi wa sallam) yang menyebabkannya memeluk Islam. Allahu Akbar!(arrahmah/www.globalmuslim.web.id]

Belanda-sekolah_islam_belanda-mutunya-pun-meningkat-jpeg.image_1.jpg (650×330)
Salah satu sekolah Islam di Belanda
AMSTERDAM : Dari hari ke hari kian banyak saja warga Belanda yang memeluk Islam. Bahkan politisi dari partai sayap kanan Belanda yang paling membenci Islam pun belum lama ini menjadi Muslim.
Adalah Yayasan Pencarian Islam (DIF) Belanda yang memfasilitasi Van Doorn Arnoud, anggota partai politisi sayap kanan Geert Wilders itu ketika memutuskan memeluk Islam. Termasuk juga tokoh lainnya, seperti Yusuf Eates.
Yayasan Pencarian Islam Belanda yang tekun memberikan pemahaman Islam ini kembali menggelar hajatan keenam Hari Konversi Nasional. Lebih dari 1.000 mualaf menghadiri acara tersebut.
“Saya sangat senang hari ini,” kata Hans, seorang pria berusia 72 tahun, seperti dikutip Republika Online dari onislam.net, Senin (8/4/2013).
Hans memeluk Islam setelah banyak bertanya dengan istri dan anaknya. “Ketika saya melihat bagaimana anak dan istri saya begitu damai dengan keimanan mereka. Sekarang, saya mencoba untuk memahami Islam,” ungkapnya.
Hans sendiri merupakan satu dari sembilan pria paruh baya yang memeluk Islam. Saat ini, jumlah mualaf di Belanda mencapat 15 ribu orang atau naik 3.000 orang ketimbang tahun lalu.
Karena itu, yayasan ini berniat untuk terus mendakwahkan ajaran Islam kepada masyarakat Belanda. (ROL), salam-online
[www.globalmuslim.web.id]

Program sarjana jurusan “Dirosah Islamiyah” Universitas Islam Rotterdam Belanda akhirnya menerima Akreditasi resmi setelah menunggu selama 16 tahun, hal ini membuka kesempatan kepada Universitas untuk mengajukan bantuan keuangan dari pemerintah Belanda serta membuka cabang di semua negara-negara Eropa.
Keputusan yang diberikan oleh Organisasi Akreditasi dan Fleming Belanda (NVAO) ini adalah untuk pertama kalinya bagi sebuah Universitas Islam untuk mengajarkan Studi Islam pada tingkat sarjana secara independent.
Dalam pernyataan Pers nya pada tanggal 19 Maret, pihak Universitas mengatakan,”Akreditasi ini adalah sebuah langkah untuk membuka jalan bagi fase baru kehadiran Akademik Islam di Eropa.
Universitas Islam Rotterdam didirikan pada awal ajaran tahun 1996-1997, dan telah beroperasi selama 16 tahun tanpa pengakuan resmi dari pemerintah belanda.
Rektor Universitas Profesor Ahmed Aguendoz mengatakan,” pengakuan ini adalah untuk pertama kalinya bagi Universitas Islam di Eropa dan Amerika, dan Ia menambahkan bahwa para pendiri Universitas berkomitmen untuk tidak mengorbankan dasar-dasar agama dan tidak mengesampingkan prinsip, dimana Barat selalu berurusan dengan Islam  dengan cara selektif.(hr/Is)
[www.globalmuslim.web.id]

BELANDA  – Sabtu (02/03/13) seorang anggota Dewan kota Den Haag dan mantan anggota Partai Kebebasan yang anti-Islam yang dipimpin oleh Geert Wilders, Arnoud Van Dorn, mengumumkan keislamannya.
Arnoud Van Dorn menulis catatan melalui halaman pribadinya di jejaring sosial twitter bahwa ia mengucapkan dua kalimat syahadat dengan bahasa Arab, hingga berita ini menyebar,  secepat api yang membakar, di seluruh harian Belanda dan website hingga sampai kepada pers Belgia.
Permusuhannya dan kebenciannya terhadap Islam yang dulu membuat orang – orang tidak percaya kalau dia masuk Islam. Tapi dalam sebuah diskusi yang berlangsung melalui twitter , Ernaud van Dorn menegaskan bahwa ia benar – benar memeluk Islam serta tidak mau bicara banyak tentang kedetailan mengapa ia masuk Islam.
Menurutnya bahwa masalah ibadah dan akidah adalah masalah privasi yang harus dijaga dan tidak diumbar. Salah satu website Belanda, joop.nl, menguatkan kabar berpindahnya Van Dorn ke agama Islam.
Situs tersebut juga telh menghubungi Arnoud untuk mengkonfirmasi berita ini. Bahkan menghubungi pihak masjid As-Sunnah Den Haag, di mana Ernaud menyatakan keislamannya di masjid tersebut.
Di akhir pernyataan politis Belanda itu, ia berkata”Sangat disayangkan, semua komentar yang penuh dengan kebencian dan kebodohan di jejaring sosial ini. Kebodohan telah mengendalikan. Terima kasih pula atas dukungan dan respon positif ini” tutur Dorn. [usamah/dbs/www.globalmuslim.web.id]


Para aktivis lembaga Islam di belanda, hari ahad lalu mengadakan serangkaian sesi pelatihan, yang merupakan pertama kalinya di negara tersebut, yaitu pelatihan bagaimana cara menghadapi “Islamophobia” melalui penciptaan mekanisme Praktis untuk menghadapi rasisme dan stereotip terhadap Muslim, dan meningkatkan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi fenomena yang lebih serius serta menumbuhkan rasa percaya diri dan menghindari respons emosional.
Pelatihan yang berlangsung selama satu hari penuh dan dihadiri oleh 45 aktivis dari lembaga-lembaga Islam di Belanda ini, memfokuskan pada mempelajari pengalaman dari para peserta dalam menghadapi rasisme dan Islamophobia kemudian mengevaluasi respons-respons tersebut berdasarkan kaidah-kaidah Ilmiah dan Sosiologi.
Pelatihan tersebut juga mencoba untuk menjawab beberapa Isu mengenai Dari mana sumber Fenomena ini, dan bagaimana cara Muslim merespon dalam kasus diskriminasi, serta apa yang peserta dapat lakukan bersama-sama dalam menghadapi fenomena ini.
Menurut beberapa peserta pelatihan tersebut mampu menjawab kegelisahan Muslim di belanda karena telah mengajarkan beberapa cara yang efektif melalui komunikasi dan dialog satu sama lain dan bukan dengan emosi. (hr/Aljazeera/www.globalmuslim.web.id)

Islam merupakan salah  satu dari beragam agama di Belanda. Kebanyakan umat muslim di Belanda berasal dari keturunan imigran.
Umat Muslim Belanda yang terbesar berasal dari Turki (46%), Maroko (38,8%), Suriname (6,2%), Pakistan (2,2%), Mesir (0,7%), Tunisia (0,9%), Indonesia atau Suriname (1,6%), dan lainnya (3,9%). Meski demikian, tak sedikit warga Belanda yang juga memeluk Islam.
Berdasarkan data statistik Central Bureau de Statistiek pada 1994, jumlah umat Islam dari 15.341.553 jumlah penduduk Belanda pada saat itu, menempati posisi ketiga (3,7%), setelah Katolik Roma (32%), dan Kristen Protestan (22%). Sebanyak 40 % warga Belanda mengaku tidak beragama, dan sekitar 0,5 persen pemeluk Hindu.
Pada 1971, jumlah umat Islam 54.300 jiwa, dan meningkat pesat pada 1993 menjadi 560.300 jiwa. Kenaikan rata-rata 0,6 persen setahun. Bertambahnya jumlah umat Islam dari tahun ke tahun itu, diperkirakan berasal dari imigran dan sebagian lain mendapatkan hidayah, dan pernikahan.
Di negeri kincir angin tersebut, juga terdapat organisasi untuk umat muslim, yaitu Vereeniging Euromoslim Amsterdam yang merupakan organisasi yang dikelola terutama oleh warga Muslim asal Indonesia. Organisasi ini sudah ada sejak awal 1970 di mana beberapa orang Muslim Indonesia yang merantau di Amsterdam mulai berkumpul secara rutin dan saling membantu di antara sesama perantau.
Seiring dengan berkembangnya anggota dan berbagai kebutuhan maka dibentuklah suatu organisasi dengan nama Gotong Royong. Kegiatan di antaranya melakukan pembelajaran Alquran bagi anak-anak dan pengajian.
Pada pertengahan tahun 70-an organisasi ini melebur kedalam organisasi yang lebih besar yaitu Persatuan Pemuda Muslim Eropa (PPME) Netherland. Selanjutnya organisasi Gotong Royong menamakan diri sebagai PPME Amsterdam.
Kegiatan pun semakin marak dan organisasi ini menjadi wadah silaturahmi warga Muslim asal Indonesia di Amsterdam. Organisasi ini juga memberikan dakwah dan informasi tentang Islam pada warga asli Belanda atau non-Muslim lainnya yang tertarik untuk mendalami agama yang didakwahkan oleh Rasulullah SAW.
Untuk lebih fokus terhadap dakwah dan kegiatan yang berhubungan dengannya, maka pada musim semi tahun 2010, pengurus organisasi ini memutuskan untuk memisahkan diri dari PPME Nederland dan kembali berdiri sendiri dengan nama Euromoslim Amsterdam. Selain mengorganisir shalat tarawih, kegiatan rutin yang selalu dilakukan setiap hari Ahad di antaranya:
  • Kelas pengajian bapak-bapak berbahasa Indonesia. Pengajian ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan agama bagi mereka yang berbahasa Indonesia.
  • Kelas pengajian bapak-bapak berbahasa Belanda.  Pengajian ini ditujukan untuk memperkenalkan dan mempelajari dasar-dasar ilmu agama bagi para mualaf.
  • Kelas pengajian ibu-ibu berbahasa Indonesia. Pengajian ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan agama bagi para wanita / ibu-ibu.
  • Kelas pengajian anak-anak dan remaja. Pengajian ini ditujukan untuk mempelajari ilmu agama dan belajar membaca kitab suci Alquran. Mereka yang belajar mulai umur 6 hingga 17 tahun dan dibagi dalam berbagai tingkatan.
Walau kampanye anti Islam cukup gencar dilakukan di negeri Belanda, di antaranya oleh politikus Geert Wilders, namun hal ini tidak menghalangi turunnya hidayah Allah SWT kepada seseorang. Rata-rata sebulan sekali ada saja orang Belanda atau non-Muslim lainnya yang mengucapkan syahadat melalui Euromoslim.
Euromoslim memiliki anggota sekitar 250 orang, sedangkan anggota yang aktif mengikuti kegiatan pada hari Ahad sekitar 100 orang. Pucuk pimpinan Euromoslim sendiri saat ini dipegang oleh Faisal Rizky, seorang mualaf Belanda yang memiliki nama asli Jan Peter Zeeman.
Untuk mendirikan bangunan baru di Belanda tidak mudah, sama halnya untuk membangun masjid. Banyak gereja yang tidak lagi difungsikan dan dijual kepada umum. Menurut Ahmad Nafan Sulchan, salah seorang pendiri PPME masyarakat sekitar gereja lebih senang gereja itu dijadikan masjid daripada digunakan untuk kepentingan lain, diskotik misalnya.
Gereja Immanuel itu kini menjadi masjid. Lantai bawah digunakan untuk pengajian dan kegiatan remaja Islam. Lantai atas untuk shalat. Pada Ramadhan lalu, masjid Al-Hikmah dipenuhi warga Indonesia, yang diperkirakan lebih 5.000 orang.
Berdirinya Masjid Al-Hikmah memperpanjang deretan jumlah masjid di Belanda.Pada 1990 saja, jumlah masjid sudah mencapai 300 di seluruh Belanda. Ini meningkat jauh dari 1971, yang ketika itu hanya terdapat beberapa buah, di antaranya Masjid Mubarak yang didirikan kalangan Ahmadiyah (1953), dan Masjid Maluku An-Nur di Balk. Masjid Maluku itu didirikan eks anggota Koninklijk Nederlandse Indische Leger (KNIL). Pada 1951-1952 sekitar 12 ribu anggota KNIL beserta keluarganya dari Maluku dibawa ke Belanda. Sebagian mereka beragama Kristen, sebagian lainnya Islam. Saat ini diperkirakan terdapat lebih 50 ribu orang Maluku di Belanda
Dalam In het Land van de Overheerser karya Harry A Poeze, seperti dikutip Muhammad Hisyam dalam buku PPME; Sekilas Sejarah dan Peranannya dalam Dakwah Islam di Nederland, orang Islam pertama yang datang ke Belanda justru adalah Abdus Samad, Duta Besar Kesultanan Aceh untuk Belanda, pada tahun 1602.Hanya saja, kedatangan Abdus Samad ketika itu tidak dalam misi dakwah, selain waktu kunjungan yang singkat.
Selanjutnya, pada 1951-1952, sekitar 12 ribu anggota KNIL yang sebagian besar berasal dari Maluku, sebanyak 200 di antaranya beragama Islam, datang ke Belanda.Mereka yang semula ditempatkan dalam satu kamp dengan non-Muslim, lalu memisahkan diri dan bergabung sesama Muslim di kamp Wijldemaerk, Desa Balk, Provinsi Friesland. Di sinilah mereka membangun Masjid An-Nur yang dipimpin Haji Ahmad Tan. Sebagian lain, yang pindah ke Riiderkerk, mendirikan Masjid Baiturrahman yang indah pada 1990. Masjid ini pendanaannya dibantu Pemerintah Belanda.
Mushola Al-Ittihad yang terletak di Daguerrestr No 2 Den Haag itu, juga pernah dikunjungi tokoh-tokoh Indonesia, antara lain Jenderal Purn AH Nasution, Ruslan Abdul Gani,  WS Rendra, Emha Ainun Nadjib, dan Taufik Abdullah.
Hubungan kerjasama juga dilakukan dengan organisasi-organisasi Islam di Belanda dan Jerman, antara lain dengan organisasi Islam Turki, Maroko, Tunisia, dan Suriname. Di Belanda, juga berdiri Nederlandse Islamitische Parlement (NIP), organisasi yang bergerak dalam bidang penggalangan dan penyatuan organisasi-organisasi Islam di Belanda. Selain itu ada pula Federasi Organisatie Muslim Nederland. Federasi ini berfungsi mewakili kepentingan umat Islam dalam hubungannya dengan Pemerintah Belanda. Hubungan PPME dengan organisasi-organisasi itu antara lain menyangkut tukar menukar informasi.
Dalam skala besar, PPME menjalin hubungan dengan Rabithah Alam Islami, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), dan Stichting Der Islamitische Gemeenten in Suriname (SIS), dalam mengirim dai-dai ke Suriname. Melalui PPME pula, sejumlah alumni Timur Tengah berhasil direkrut sebagai guru agama di Suriname.
Selain itu, PPME juga ikut memprakarsai berdirinya Federatie Organisaties Muslim Nederland, yang diketuai tokoh Muslim Belanda Abdul Wahid van Bommel.Organisasi ini kemudian bubar dan diganti Islamitische Informatie Centrum.
Untuk internal, PPME pun giat mendorong remaja Muslim belajar Islam. Menurut Chaeron, mantan ketua PPME periode 1976-1979, pada setiap libur para remaja Islam dari Amsterdam, Den Haag maupun Rotterdam melaksanakan flits school atau pesantren kilat.
Dalam kegiatan dakwah dan sosial, PPME antara lain melakukan pengislaman, mengorganisasi perjalanan haji/umroh, pernikahan, dan memelihara solidaritas kekeluargaan. Dalam pengislaman, menurut laporan kerja kepengurusan periode pertama (71-73), PPME mengislamkan 21 orang (enam lelaki, 15 perempuan). Tahun 1984-1986 sebanyak sembilan orang yang terdiri diri dari orang Indonesia, Belanda, dan Inggris. Periode berikutnya sebanyak enam keluarga atau 33 orang. Jumlah seluruhnya tidak ada data resmi.
PPME juga memanfaatkan media elektronik dalam berdakwah. Melalui Kepala Seksi Siaran Bahasa Indonesia di Radio Hilversum, Ny Ardamari Sudji, pada 1970-an PPME diberikan kesempatan untuk mengisi siaran khusus Mimbar Jumat di radio tersebut.Namun sejak Januari 1994, acara itu ditiadakan lagi karena munculnya peraturan dari Pemerintah Belanda menghapuskan acara-acara yang tidak diprioritaskan atas pertimbangan keuangan.
Maka, bukanlah suatu kemustahilan jika islam akan berjaya kembali di eropa, jika semangat berdakwah terus menggebu, tak kenal lelah. Sebagai muslim yang baik sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk terus menggelorakan islam ke seluruh dunia di tengah sengitnya kontra yang terus melanda. – Dani Fitriani-

[www.globalmuslim.web.id]



 
-Remaja Belanda dibakarkan gemar minum-minuman keras (miras), termasuk yang paling getol di Eropa. Hal ini sudah lama diketahui. Namun, data terakhir menunjukkan gambar yang lebih meresahkan. Semakin banyak remaja perempuan berumur 14 dan 15 tahun yang minum sampai koma, demikian dikutipRNW, Senin (26/03/2012).

Seorang remaja putri mengumpat ketika seorang perawat memberitahunya bahwa ibunya sudah diberitahu dan sekarang menunggu di mobil ambulans. Remaja itu hanya bilang ya dan tidak, ketika petugas ambulans bertanya apa dia habis minum miras dan menggunakan obat-obatan.

Ketika ditanya berapa umurnya, remaja ini menjawab masih berusia 15. Namun sang ibu menolak dan menyebutnya telah berbohong. Sebab usia aslinya baru 14 tahun.

Semakin muda

Peristiwa ini hanya satu dari 2300 remaja Belanda yang setiap tahunnya meneggak miras sampai mereka masuk rumah sakit. Umumnya, cewek-cewek itu berbohong kalau ditanya berapa usia mereka.

Data lain menyebut, tujuh ratus remaja telah minum alcohol sampai mereka koma. Berdasarkan angka terakhir, semakin banyak cewek dalam kelompok ini. Dulu kebanyakan remaja pria yang mabuk sampai koma. Tapi sekarang antara cowok dan cewek angkanya sudah seimbang.

Remaja putri yang minum miras semakin muda saja. Penyebabnya antara lain dengan diperkenalkannya minuman beralkohol dengan rasa manis.
“Mereka minum seperti minum limonade saja,” kata dokter anak, Nico van der Lely kepada Radio VPRO.
Selain itu, di negeri tersebut, sangat gampang sekali mendapatkan minuman keras.

"Ada kaitannya dengan apa yang terjadi di masyarakat, gampang sekali mendapatkan minuman itu. Minuman beralkohol itu disodorkan kepada generasi itu dengan sengaja. Anda harus sadar bahwa kalau anda minum di usia muda, anda punya peluang 400 persen lebih banyak untuk menjadi peminum nantinya," ujar Nico van der Lely.

Musibah beruntun

Menurut petugas ambulans yang membawa gadis berumur 14 tahun tadi, dalam beberapa tahun terakhir banyak perubahan.

"Mereka yang keluar malam semakin muda saja dan mereka biasanya 'minum dulu' di rumah. Pas keluar rumah mereka biasanya sudah minum banyak. Jadi, mereka itu sebenarnya sudah mabuk saat keluar rumah untuk pergi clubbing."

Dampak penyalahgunaan miras pada usia muda bisa sangat berbahaya, Dokter Anak Van der Lely memperingatkan, para remaja itu ada yang kena jantung dan koma.

"Mereka dibawa ke sini dengan suhu badan terlalu rendah. Akibatnya, mereka bisa kena gangguan jantung. Rata-rata mereka koma selama tiga jam tapi juga pernah ada cewek yang selama 18 jam tidak sadarkan diri. Dan ternyata hampir separuh dari remaja putri itu kemampuan akademisnya turun satu atau dua tingkat karena miras. Satu dari empat remaja adalah korban pelecehan seksual. Cewek naik birahinya kalau minum dan mereka bisa melakukan hal-hal yang biasanya tidak mereka lakukan. Beberapa ditemukan tergeletak di WC dengan celana dalam sudah dipelorotkan. Banyak masalah yang muncul."

Kerusakan otak

Menurut beberapa pihak, telah muncul generasi peminum di Belanda yang semakin bodoh karena mengalami kerusakan pada otak puber mereka yang rentan.

Biaya sosial yang muncul tinggi. Selain bisa koma, kebanyakan minum bisa menyebabkan berbagai kecelakaan yang menelan ribuan korban tiap tahunnya.

Sekarang di Belanda dibangun beberapa klinik untuk menampung peminum yang sampai koma. Direktur Rumah Sakit, Herre Kingma belum lama ini mengusulkan agar para remaja dan juga orangtua mereka belajar bertanggungjawab dengan membayar sendiri biaya rumah sakit.

Pemerintah dan perusahaan asuransi kesehatan menolak usul tersebut karena tidak bisa diterapkan dan tidak pada tempatnya.

Dilarang


Organisasi Konsumen dan Keamanan berpendapat umur minimum remaja untuk boleh menegak minuman keras harus naik dari 16 ke 18 tahun, seperti di 20 negara Uni Eropa lainnya. Namun demikian, pemerintah tidak setuju. Pemerintah bisa rugi antara tiga sampai empat miliar Euro karena kehilangan pajak cukai.

Selain itu, kontrol terhadap penjualan miras kepada remaja harus diperketat. Perusahaan miras harus menempelkan peringatan di botol miras seperti di bungkus rokok.

Orangtua juga harus lebih waspada. Sampai sekarang orang masih banyak yang berpendapat lebih baik para remaja mulai minum alkohol di rumah. Tapi, menurut para ahli pendapat itu harus diubah. Remaja 16 tahun dan yang lebih tua harus dilarang minum alkohol.*[hidayatullah/Globalmuslim.web.id]


Menteri Pendidikan Belanda Van Bijsterveldt mengatakan semua imam di Belanda bersama-sama harus berbicara melawan kekerasan homofobia dan memberikan dukungan untuk menghormati kaum gay, lesbian, biseksual dan waria.
"Saya akan sangat menghargai jika mereka melakukan itu, sama seperti gereja-gereja Kristen yang telah melakukannya tidak begitu lama lalu," katanya saat pertemuan dengan SMN (Aliansi Maroko-Belanda) di Utrecht.
Menteri ini mengatakan langkah tersebut akan menjadi sinyal kuat bahwa setiap orang dapat menjadi bagian dari komunitas Muslim, terlepas dari orientasi seksual, asal atau budaya.
Dilaporkan Van Bijsterveldt telah menerima hasil dari proyek tiga tahun dalam pertemuan dialog, pertemuan pakar dan pertemuan sekolah yang SMN lakukan terkait penerimaan kaum gay dalam komunitas mereka.
"Ini benar-benar harus datang dari dalam komunitas sendiri, tidak dapat datang dari luar. Itulah mengapa saya sangat mengagumi keberanian dari para pemimpin SMN dan orang lain yang berdiri mendukung komunitas ini dalam memberikan dukungan terhadap kaum gay," katanya.(fq/spitsnieuws)


 

-Kabinet Belanda hari Jum'at (27/01/2012) telah resmi melarang burqa (niqab), atau pemakaian busana, topi atau baju yang menutup seluruh muka. 

Menteri Dalam Negeri Liesbeth Spies dikutip RNW, menyebut larangan burqa itu 'sangat penting'. Ia mengatakan, sangat penting agar setiap orang bisa dikenal di muka.
Siapa saja yang memakai busana burka, topi atau sarung yang menutup seluruh muka kecuali hidung dan mata atau yang memakai helm yang menutup kepala secara integral, diharuskan membayar denda.
umum.

Seperti diketahui, Belanda adalah negara ketiga di Eropa yang mengharamkan niqab/burqa atau cadar, setelah Prancis dan Belgia. Kampanye pelarangan cadar pernah digalang politisi anti-Islam, Geert Wilders, di parlemen sejak 2005 dan mulai diberlakukan September 2011.

Sebelumnya, Dewan Pertimbangan Agung (DPA) Belanda sempat mengkritik rancangan undang-undang larangan pemakaian burqa yang diajukan oleh kabinet Belanda ini.

Menurut DPA, larangan itu bertentangan dengan kebebasan beragama dan bersifat diskriminatif.

Partai-partai yang sepakat untuk diberlakukannya larangan cadar di Belanda adalah Kristen Demokrat CDA, liberal konservatif VVD dan partai beraliran kanan populis PVV.*

Saat ini makin banyak saja kalangan misionaris yang aktif bekerja di kompleks pemukiman, mengajak warga pendatang untuk memeluk agama Kristen. Demikian laporan Dagblad de Pers, salah satu koran gratis yang beredar di Belanda.

Dagblad de Pers mengangkat kegiatan pendeta muda, Serge de Boer (31) dari gereja Oase voor Nieuwe West, di wilayah Slotermeer, Amsterdam. Setiap dua pekan, beberapa orang anggota pengurus gereja Oase voor Nieuw-West aktif beroperasi di lokasi pusat perbelanjaan di Slotermeer, antara pukul empat hingga enam sore, saat warga masyarakat setempat berbelanja untuk kebutuhan makan malam.

Selain orang Belanda, di wilayah ini banyak tinggal warga pendatang yang berasal dari Suriname, Antila Belanda, Maroko, Turki, Irak dan Afghanistan. "Kami mengundang mereka untuk hadir dalam acara makan bersama. Betul, kami mendekati semua orang dari berbagai latar belakang budaya. Kami mengabdi bagi semua warga masyarakat di sini. Termasuk warga Muslim," kata pendeta Serge de Boer.

Pada acara makan bersama biasanya hadir sekitar 30-40 orang. Pihak gereja menyediakan makanan vegetaris atau hidangan halal. Kegiatan ini didukung oleh induk gereja Protestan di Slotermeer, gereja De Bron.

Semua gereja ini menghadapi masalah klasik: jumlah jemaat semakin berkurang. Penyebabnya juga sudah diketahui: penduduk asli setempat banyak yang pindah, usia yang tinggal semakin tua, dan proses sekularisasi.

Saat ini, 25 persen populasi penduduk Slotermeer terdiri dari pendatang asal Maroko, 17 persen asal Turki dan delapan persen asal Suriname. Dan separoh dari penduduk Slotermeer adalah Muslim. Menurut pendeta Serge de Boer, jika gereja tetap ingin punya pengaruh di wilayah ini, para pendatang baru tersebut harus didekati.

Di Belanda, sudah ada banyak gereja yang melakukan berbagai cara untuk menambah jumlah jemaatnya yang terus berkurang. Di kalangan gereja Protestan saja (gereformeerd) tercatat 18 orang pekerja misionaris, yang aktif beroperasi di berbagai kompleks pemukiman.

Saat ini terdapat 25 "interculturele geloofgemeenschappen" atau masyarakat keagamaan antar budaya. Suatu bagian dari jaringan "International Church Plans."

Juga ada yayasan "Evangelie & Moslims" yang bertujuan mendorong kalangan Muslim mengikuti ajaran Yesus. Yayasan ini menyediakan berbagai paket perlengkapan dan pelatihan untuk melaksanakan kegiatan seperti itu. Misalnya, bagaimana cara memberi salam jika bertemu dengan kalangan Muslim.

Untuk mendekati mereka, dalam berbagai kegiatan tersebut, gereja Oase voor Nieuw-West tidak pernah menggunakan istilah "kebaktian". Cukup dengan nama pertemuan. Lagu-lagu gereja juga diusahakan dinyanyikan dengan menggunakan bahasa kalangan pendatang.

Tampaknya, upaya ini membuahkan hasil. Harian Dagblad de Pers berhasil menemui seorang pemuda, yang berasal dari kalangan Islam, dan kini menjadi penganut agama Kristen. Namun pemuda ini wanti-wanti memohon agar namanya jangan dimuat di koran. Juga asal negerinya jangan disebut, pintanya dengan nada takut."Ini urusan saya pribadi dengan Tuhan," kilahnya.

Dagblad de Pers, salah satu media di Belanda, memperkirakan, kelompok pendatang yang paling banyak pindah agama adalah imigran asal Iran. Dari sekitar 33 ribu warga asal Iran yang tinggal di Belanda, beberapa ribu di antaranya beralih menjadi pemeluk agama Kristen.

Menurut pendeta Serge de Boer, banyak di antara mereka yang melakukan hal tersebut dengan motif tulus. Namun banyak juga yang melakukan hal tersebut sebagai ungkapan protes terhadap kesewenang-wenangan penguasa Islam di Iran sekarang ini. Dan ada juga yang menilai, mereka pindah agama, dengan harapan akan lebih mudah mendapat izin tinggal, karena, konon, di Iran, masih terjadi penindasan terhadap warga Kristen.

Pendeta Serge de Boer mengakui bahwa hal ini memang masalah sangat peka. Harian Dagblad de Pers menutup laporan ini dengan kalimat, ''Bagaimana pun saat ini lebih banyak warga asli Belanda yang menyatakan diri menjadi Muslim ketimbang sebaliknya.'' (republika/al-khilafah.org)


BELANDA– Banyaknya warga Belanda yang hijrah masuk Islam dan derasnya arus sekularisasi, menurunkan jumlah penganut Kristen Belanda secara drastis. Untuk meningkatkan jumlah jemaat gereja, para misionaris menggencarkan gerakan kristenisasi kepada imigran Muslim. Jurus kristenisasi berkedok Islam dan makan gratis pun jadi andalan misionaris.

Saat ini makin banyak saja kalangan misionaris yang aktif bekerja di kompleks pemukiman, mengajak warga pendatang untuk memeluk agama Kristen. Demikian laporan Dagblad de Pers, salah satu koran gratis yang beredar di Belanda.
Dagblad de Pers mengangkat kegiatan pendeta muda, Serge de Boer, usia 31 tahun, dari gereja Oase voor Nieuwe West, di wilayah Slotermeer, Amsterdam.
Setiap dua pekan, beberapa orang anggota pengurus gereja Oase voor Nieuw-West aktif beroperasi di lokasi pusat perbelanjaan di Slotermeer, antara pukul empat hingga enam sore, saat warga masyarakat setempat berbelanja untuk kebutuhan makan malam.
Selain orang Belanda, di wilayah ini banyak tinggal warga pendatang yang berasal dari Suriname, Antila Belanda, Maroko, Turki, Irak dan Afghanistan.
...Jumlah jemaat semakin berkurang. Jika gereja tetap ingin punya pengaruh di wilayah ini, para pendatang baru tersebut harus didekati, kata pendeta Serge de Boer...
Kristenisasi Berkedok Makan Gratis
“Kami mengundang mereka untuk hadir dalam acara makan bersama. Betul, kami mendekati semua orang dari berbagai latar belakang budaya. Kami mengabdi bagi semua warga masyarakat di sini. Termasuk warga Muslim,” kata pendeta Serge de Boer.
Pada acara makan bersama biasanya hadir sekitar 30 atau 40 orang. Pihak gereja menyediakan makanan vegetaris atau hidangan halal. Kegiatan ini didukung oleh induk gereja Protestan di Slotermeer, gereja De Bron.
Penganut Kristen Habis Digerus Sekularisasi
Semua gereja ini menghadapi masalah klasik: jumlah jemaat semakin berkurang. Penyebabnya juga sudah diketahui: penduduk asli setempat banyak yang pindah, usia yang tinggal semakin tua, dan proses sekularisasi.
Saat ini, 25 persen populasi penduduk Slotermeer terdiri dari pendatang asal Maroko, 17 persen asal Turki dan delapan persen asal Suriname. Dan separoh dari penduduk Slotermeer adalah Muslim. Menurut pendeta Serge de Boer, jika gereja tetap ingin punya pengaruh di wilayah ini, para pendatang baru tersebut harus didekati.
Kristenisasi Berkedok Islam
Di Belanda, sudah ada banyak gereja yang melakukan hal ini. Jumlahnya sudah puluhan. Di kalangan gereja Protestan saja (gereformeerd) tercatat 18 orang pekerja misionaris, yang aktif beroperasi di berbagai kompleks pemukiman.
Saat ini terdapat 25 “interculturele geloofgemeenschappen” atau masyarakat keagamaan antar budaya. Suatu bagian dari jaringan “International Church Plans.”
Juga ada yayasan “Evangelie & Moslims” untuk mengkristenkan umat Islam. Yayasan ini menyediakan berbagai paket perlengkapan dan pelatihan untuk melaksanakan kegiatan seperti itu. Misalnya, bagaimana cara memberi salam jika bertemu dengan kalangan Muslim.
...Para misionaris Belanda membuat yayasan 'Evangelie & Moslims' untuk mengkristenkan umat Islam...
Dalam berbagai kegiatan tersebut, gereja Oase voor Nieuw-West tidak pernah menggunakan istilah “kebaktian”. Cukup dengan nama pertemuan. Lagu-lagu gereja juga diusahakan dinyanyikan dengan menggunakan bahasa kalangan pendatang.
Tampaknya, upaya ini membuahkan hasil. Harian Dagblad de Pers berhasil menemui seorang pemuda, yang berasal dari kalangan Islam, dan kini murtad menjadi Kristen. “Ini urusan saya pribadi dengan Tuhan,” ujar pemuda yang minta dirahasiakan nama dan asal negaranya itu.
Warga Asli Belanda Masuk Islam Ribuan Imigran Iran Murtad Jadi Kristen
Dagblad de Pers memperkirakan, kelompok pendatang yang paling banyak pindah agama adalah imigran asal Iran. Dari sekitar 33.000 warga asal Iran yang tinggal di Belanda, beberapa ribu di antaranya beralih menjadi pemeluk agama Kristen.
...Bagaimana pun saat ini lebih banyak warga asli Belanda yang menyatakan diri menjadi Muslim ketimbang sebaliknya...
Menurut pendeta Serge de Boer, banyak imigran Iran masuk Kristen dengan motif tak tulus, di antaranya sebagai ungkapan protes terhadap kesewenang-wenangan penguasa di Iran sekarang ini.
Motif lainnya, imigran Iran masuk Kristen supaya lebih mudah mendapat izin tinggal.
Pendeta Serge de Boer mengakui bahwa hal ini memang masalah sangat peka. Harian Dagblad de Pers menutup laporan ini dengan kalimat: bagaimana pun saat ini lebih banyak warga asli Belanda yang menyatakan diri menjadi Muslim ketimbang sebaliknya. [taz/rnw]
Powered by Blogger.