Asosiasi tersebut mengatakan, orang-orang Israel mempraktekkan syiar-syiar Talmud di sisi Tembok Ratapan dan halamannya sampai pinggiran lingkungan kota tua, melalui pengeras suara dengan partisipasi para rabbi senior.
Dia mencatat bahwa suara-suara itu meninggi hingga masuk ke dalam masjid Al-Aqsha yang mengganggu para jama’ah shalat.
Asosiasi itu juga mengecam bahwa Tembok ratapan itu adalah merupakan bagian yang berharga dari masjid Al-Aqsha dan hak untuk Islam. Dan Yahudi tidak berhak untuk mendakatinya.[usamah/imo/www.globalmuslim.web.id]

Post a Comment