Laurent Fabius membuat pengumuman pada hari Ahad kemarin (13/1/2013), mengatakan “Kami memiliki dukungan dari Amerika untuk komunikasi dan transportasi.”
Menteri itu juga menambahkan bahwa Inggris, Denmark, dan negara-negara Eropa lainnya juga mendukung intervensi militer yang dipimpin Prancis di negara itu.
Pengumuman ini datang sehari setelah Washington menawarkan untuk mengirim pesawat ke Mali karena telah menyatakan dukungannya atas gerakan melawan Islamis di negara Afrika.
Komandan AS kemudian mempertimbangkan pilihan lain seperti menyediakan intelijen dan tanker pengisian bahan bakar udara” serta “cadangan logistik dan meningkatkan berbagi informasi intelijen yang melibatkan drone mata-mata, AFP melaporkan, mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya yang berbicara dengan syarat anonim.
Sebelumnya pada hari itu, jet Prancis dan helikopter tempur menargetkan kota utara Gao, yang telah dikuasai oleh pejuang.
Pertahanan Perancis Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jet tempur Perancis hari Minggu ini tanggal 13 Januari telah mengidentifikasi dan menghancurkan banyak target di Mali utara dekat Gao, di kamp-kamp pelatihan khusus, infrastruktur, dan depot logistik yang merupakan basis ‘pemberontak’.
Menurut penduduk Gao, bandara merupakan salah satu target dari serangan udara Prancis.(fq/islampos/prtv/www.globalmuslim.web.id)

Post a Comment