Pengungsi Suriah Berteriak "Kami Mati Kedinginan, Takutlah pada Allah"

SURIAH. – Sabtu, 12 Januari 2013, pengungsi Suriah di kamp Zaatari di Yordania menuntut kepada semua yang melihat agar memberikan bantuan, terutama pada periode musim dingin yang sangat ini yang menimpa daerah timur tengah beberapa hari ini. Mereka berteriak menangis “Kami Mati kedinginan , takutlah kalian kepada Allah”.
Kamp Zaatari, uatara Yordania, menampung 30 ribu pengungsi Suriah yang menghadapi masa – masa sulit, terutama dengan cuaca yang dingin dan turunnya salju, sebagaimana menurut Al Arabiyya net. Adapun anak – anak, kondisi mereka sangat memperihatinkan. Wajah tertunduk, air mata menetes, dan pandangan kosong disebabkan oleh dingin yang masuk ke pembuluh darah anak – anak setelah hujan menggenangi kamp mereka.
Ada juga keluarga lain, mereka mencoba “mengusir” dingin dengan menggunakan kompor.namun, anak – anak sekarat karena dingin dan beku tanpa ada upaya dan solusi. Kebanyakan dari pengungsi di kamp tersebut bangun di pagi hari dengan kondisi kaki mereka digenangi air setellah perlahan – lahan merayap dari bawah.
Adapaun pengungsi yang berada di kamp Idlid, di dalam Suriah, mereka hidup dalam situasi yang tragis. Kebanyakan mereka menanti kematian setiap harinya. Kematian mengunjungi mereka dari seribu jalur. Lebih dari 600 ribu pengungsi terkena badai dan lari Negara – Negara tetangga. Mereka kebanyakan lari ke Yordania dan Lebanon setelah air menggenangi kamp mereka.(samah/islam/www.globalmuslim.web.id)