Masyarakat Bima Trauma Aksi Brutal Densus 88

BIMA, - Aksi Tim Densus 88 pekan lalu yang menewaskan lima orang seketika rupanya meninggalkan trauma psikis dan membuat warga Bima di Nusa Tenggara Barat (NTB) terintimidasi. 

Dalam rilis pers Tim Pencari Fakta & Rehabilitasi (TPFR) Bima yang dibeberkan hari ini Ahad 13/01, selain meresahkan warga Bima, ternyata Densus 88 juga membunuh orang tidak bersalah.

Setelah melakukan penelitian dan wawancara secara selama dua hari (11 s/d 12 Januari 13) di tiga kecamatan (Madapangga, Bolo dan Woha) terhadap 12 orang saksi yang terdiri dari pihak keluarga korban, rekan bisnis/dagang dan aparat desa. TPFR mengungkapkan bahwa salah satu korban tewas bernama Bahtiar Abdullah 34 bukan anggota kelompok teroris yang menjadi buronan dari Poso.

Bahtiar diyakini tidak terlibat kegiatan terorisme, dan hanya berprofesi sebagai pedagang. Bahtiar juga tidak pernah melakukan perjalanan keluar daerah atau sebaliknya selama kurun waktu enam tahun terakhir.

Warga Trauma
" Tim juga menemukan fakta bahwa sebagian masyarakat Bima mengalami traumatis psikis dan terintimidasi atas aksi Densus 88 di Bima selama ini yang melakukan justifikasi secara sepihak atas keterlibatan beberapa masyarakat Bima, termasuk kasus tembak di tempat para terduga terorisme," isi rilis pers itu.

TPFR yang diketuai Hadi Santoso ST, MM menjelaskan bahwa rilis pers hari ini adalah laporan tahap pertama yang akan dilanjutkan dengan agenda lain yang segera diungkapkan ke publik.

Setelah investigasi menyeluruh dilakukan TPFR, selanjutnya akan dibuat laporan resmi kepada Presiden, Komnas HAM, KONTRAS hingga ke Mahkamah Internasional.

Seperti diketahui, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri membunuh lima orang dalam penggerebekan di Kabupaten Bima, Jum'at (04/01) malam. Mereka juga beraksi di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu pagi (05/01).

Lima orang yang tewas tersebut dituding kabur dari Makassar, Sulawesi Selatan beberapa pekan lalu, kemudian bersembunyi di Bima dan Dompu Pulau Sumbawa. 

Sehari sebelumnya (Jum'at 04/01) Densus 88 juga melakukan penggerebekan di Makassar yang menewaskan dua orang di depan Masjid Nur Alfiah menjelang pelaksanaan ibadah sholat Jum'at.
[www.globalmuslim.web.id]