Nawaf, mantan dubes untuk Irak, menambahkan sejumlah kabar menyebut pemerintah Suriah kemungkinan sudah menggunakan senjata kimia itu.
"Ada informasi, memang belum dapat dikonfirmasi kebenarannya, bahwa senjata kimia juga digunakan dalam serangan ke kota Homs," kata Nawaf.
Suriah diketahui memiliki persediaan senjata kimia yang cukup besar. Kekhawatiran muncul di antara negara-negara tetangga Suriah dan Barat terkait nasib senjata-senjata kimia itu jika rezim Assad runtuh.
Selain soal senjata kimia, Nawaf juga memaparkan kelompok militan yang terkait Al-Qaeda bekerja sama dengan pemerintah mengatur berbagai serangan terhadap oposisi.
Kolaborasi tetap terjadi meski pemerintah Suriah didominasi sekte minoritas Allawite.
"Banyak bukti dalam sejarah bahwa musuh bisa erkolaborasi saat memiliki kepentingan yang sama," papar Nawaf.
"Al-Qaeda sedang mencari ruang untuk bergerak dan dukungan sarana. Sementara itu, Rezim pemerintah mencari cara untuk meneror rakyat Suriah," tambah dia
Nawaf Fares adalah salah satu tokoh terpenting pemerintah yang membelot sejak pemberontakan terhadap pemerintah Suriah meletus.
Dia pernah menjabat berbagai posisi penting di tubuh partai Baath yang berkuasa dan pernah mengepalai dinas rahasia, selain menjadi gubernur di beberapa provinsi.
[ach/BBC/www.globalmuslim.web.id]

Post a Comment