Tentu hal itu dibalas oleh Dr. Khalid Said juru bicara Jabhah As Salafiyah menyebut bahwa Salafiyun yang mendukung mantan perdana menteri di masa Mubarak Ahmad Syafiq di putaran ke dua pilpres Mesir sebagai “Salafiyah cair” dan hal itu menjadikan As Shawi merespon bahwa ancaman terhadap pemilihan Syafiq merupakan bentuk sifat otoritarian dalam dien dan kelompok.
Akhirnya dua pihak yang berdebat itu saling mencela karena masing-masing tidak puas dengan alasan lawan bicaranya dalam memilih Mursy atau Shafiq.
Sebelumnya As Shawi juga menyerang Abdul Mun’im As Syahat juru bicara Dakwah As Salafiyah Iskandariyah karena memutuskan untuk mendukung Dr. Muhammad Mursyi dan Abdul Mun’im Abu Futuh di pilpres putaran pertama.
[hidayatullah/www.globalmuslim.web.id]

Post a Comment