Jember, HTI Press. Terkait seruan satu kepemimpinan khilafah, seorang tokoh masyarakat di Jember mempertanyakan kemampuan Hizbut Tahrir Indonesia menyatukan umat.
“Bisakah HTI menyatukan umat Islam, padahal untuk menyatukan ormas-ormas Islam ini sangat sulit, apalagi dalam wadah satu kepemimpinan khilafah? Apalagi banyak ormas Islam yang tidak seide dengan HTI. Pasti akan terjadi benturan,” ujar Umar, tokoh masyarakat Kebonsari, Ahad (27/5) di Kantor DPD II HTI Jember, Jawa Timur.
Ketua Lajnah Khusus Intelektual (LKI) HTI Jember Henry Fatkhurrahman menjawab bahwa memang tidak ada dalam sebuah masyarakat mana pun yangzero conflict (tidak ada benturan) termasuk di masa Rasulullah sekalipun.
“Bahkan ide Beliau SAW tidak diterima oleh mayoritas masyarakat Mekkah, dimusuhi, dll. Jadi, benturan pasti ada, bahkan dalam rumah tangga saja juga ada benturan,” ujarnya dalam acara Sarasehan Tokoh Masyarakat: Khilafah Model Terbaik Negara yang Menyejahterakan.
Oleh karena itu, lanjutnya, HTI menyikapi benturan itu dengan dialog meskipun ada yang menolak, ada juga yang menerima. Dan HTI tidak pernah lelah untuk terus menyadarkan umat, Karena Khilafah bukan milik Hizbut-tahrir, tapi milik umat islam sedunia, sambil menjelaskan konsep Negara Khilafah dan menunjukkan banyak dalil tentang janji dan bisyarah tegaknya khilafah.[]Abu Salim

Post a Comment