James Cunnigam, Dubes AS untuk Afghanistan, dengan mudah hanya mengucapkan "belasungkawa" kepada keluarga para korban, bahkan menolak untuk meminta maaf kepada rakyat dan pemerintah Afghan atas tindakan biadab pasukannya. Fakta-fakta sudah di depan mata, warga setempat dan saksimata telah berbicara, tetapi Cunnigam mengatakan, "Menyediakan perawatan tertinggi untuk mereka yang terluka. Kami masih berusaha memastikan fakta-fakta", dikutip dari presstv, (11/3).
Insiden tragis itu terjadi di distrik Panjwaee, provinsi Kandahar dimana para tentara salibis AS menembaki warga sipil Afghan dari jarak dekat di rumah-rumah mereka dan melemparkan granat dengan sengaja ke dalam rumah-rumah mereka, yang menyebabkan lebih dari 50 warga sipil Afghan dilaporkan meninggal (syahid insya Allah), dan jumlah korban dilaporkan dapat meningkat disebabkan masih banyak yang belum ditemukan, seperti yang dilaporkan saksimata.
Sementara itu, seperti biasa, pada kejadian-kejadian serupa ini persiden Afghanistan Hamid Karzai hanya mengeluarkan kata-kata "kutukan" terhadap tindakan pasukan koalisinya.
"Ketika rakyat Afghan dibunuh dengan sengaja oleh pasukan AS, tindakan ini adalah pembunuhan dan teror dan tindakan tak termaafkan," kata Karzai.
Tetapi Karzai tidak menyinggung keterlibatan pasukannya (ANA) dalam pembantaian sadis terhadap rakyatnya tersebut.
Sama halnya dengan Cunnigan, Gen John R Allen, Komandan pasukan pimpinan NATO, berpura-pura memasang wajah menyesal atas tindakan pasukannya dan akan melakukan investigasi, "Saya berjanji kepada seluruh rakyat Afghan yang mulia, komitmen saya untuk investigasi cepat dan menyeluruh," kata Allen.
AS dan sekutu-sekutunya selalu berdalih bahwa mereka hanya serangan mereka hanya menargetkan para Mujahidin tetapi warga sipil meyaksikan target utama justru warga sipil yang tak bersenjata. (siraaj/arrahmah.com)

Post a Comment