Dalam 10 hari terakhir, sudah tujuh tentara NATO ISAF tewas akibat ditembak tentara Afghanistan. Sementara Taliban dalam waktu yang sama hanya membunuh enam tentara NATO. Dan untuk tahun 2012 ini, tentara Afghanistan yang menjadi mitra NATO malah sudah membunuh 15 tentara asing.
ISAF (International Security Assistance Force) sendiri telah mengkonfirmasi dua tentaranya yang tewas akibat serangan di Afghanistan selatan.
Kedua tentara ISAF tersebut tewas di distrik Zari, bekas wilayah kekuasaan Taliban yang terletak di propinsi Kandahar, menurut laporan situs Pajhwok Afghan News. Salah satu penyerang adalah tentara nasional Afghanistan (ANA). Dalam serangan itu seorang tentara NATO lainnya turut terluka.
Kebencian warga Afghanistan terhadap tentara asing kembali memuncak usai insiden pembakaran Al Qur'an oleh tentara Amerika bulan lalu.
Pada 25 Februari, seorang sersan intelijen Afghan membunuh tentara Amerika dan seorang pejabat Angkatan Udara didalam kantor mereka yang berada didalam kawasan dengan keamanan tingkat tinggi di komplek Kementrian Dalam Negeri di Kabul. Kedua tentara asing itu dieksekusi dengan ditembak dari belakang kepala. Pelaku penembakan hingga kini tidak ditangkap dan bebas keluar.
Pada 23 Februari, dua tentara Amerika tewas saat seorang tentara Afghanistan di Nangarhar menembak mati mereka. Insiden ini terjadi di tengah demonstrasi anti-Amerika, tentara itu kemudian lari dan masuk ke kerumunan demonstran.
Pada 20 Februari, seorang tentara Albania tewas dalam serangan yang dilakukan polisi Afghanistan di Spin Boldak Kandahar. Atas seranga ini, 11 polisi Afghanistan akhirnya ditangkap.
Dalam 10 hari terakhir, tentara keamanan Afghanistan telah membunuh lebih banyak tentara asing (ISAF NATO) daripada gerilyawan Taliban. Ini artinya kehadiran tentara asing di bumi Afghanistan sudah sangat tidak populer dan dibenci, sudah saatnya mereka hengkang dari negeri 1000 mullah tersebut. Biarkan rakyat Afghanistan mengurus nasib mereka sendiri. [muslimdaily.net]

Post a Comment