Rezim Zionis Israel Simbol Rasisme

 Rezim Zionis Israel terus meningkatkan kebijakan agresi dan diskriminasinya. Rezim ini semakin brutal disebabkan sikap pasif masyarakat internasional terhadap langkah-langkah ilegalnya. Selain itu, dukungan negara-negara Barat yang membabi buta kepada rezim haram ini semakin memberi semangat Israel untuk menguasai sepenuhnya tanah Palestina.
Media-media rezim Zionis beberapa hari terakhir ini melaporkan soal tindak lanjut para pejabat-pejabat Israel terkait sebuah proyek yang dikenal dengan "Naftali Bennett". Berdasarkan kerangka proyek tersebut, mantan penasihat Benyamin Netanyahu, Perdana Menteri Rezim Zionis Israel memutuskan untuk menganeksasi 60 persen wilayah Tepi Barat dan menggabungkannya dengan Palestina pendudukan (Israel).
Proyek itu juga mencakup pembangunan jalan-jalan terpisah untuk lalu lalang warga Palestina dan pemutusan hubungan antara Tepi Barat dan Jalur Gaza. Agenda pencaplokan rezim Zionis terhadap 60 persen Tepi Barat mengindikasikan peningkatan langkah agresi rezim ini untuk menguasai sepenuhnya wilayah ini.
Berbagai laporan media juga menunjukkan adanya fase baru gerakan rezim Zionis untuk  memperluas dominasinya di berbagai wilayah Palestina yang tersisa. Rezim anak haram Barat ini berencana menguasai sepenuhnya tanah Palestina secara bertahap.
Israel mengubah kondisi demografi di berbagai wilayah Palestina dengan cara mengusir warga Palestina dari tanah mereka dan menempatkan warga Zionis sebagai gantinya. Langkah Tel Aviv itu merupakan upaya Judaisasi yang bertujuan menganeksasi sedikit demi sedikit wilayah Palestina dan menggabungkannya ke Palestina pendudukan yang dikuasai rezim Zionis pada tahun 1948.
Rezim Zionis menduduki sebagian wilayah Palestina pada tahun 1948 dan tahun 1967 rezim ini kembali menduduki bagian lain dari tanah Palestina termasuk Tepi Barat. Pada prakteknya, rezim ini telah menguasai seluruh tanah Palestina.
Jika kita mencermati langkah dan skenario anti-kemanusiaan yang terus dilakukan Israel, dapat dipahami bahwa semua langkah itu berbau rasis dan mencerminkan esensi rasis itu sendiri.
Sikap rasis rezim Zionis tampak jelas dalam agenda Naftali Bennett yang mengingatkan langkah-langkah rezim Apartheid pada masa kekuasaannya di Afrika Selatan terhadap rakyat negara itu. Mulusnya langkah-langkah agresi Zionis disebabkan dukungan Barat terhadap rezim ini dan sikap pasif dunia internasional.[ian/irb]