Mufti Agung Libiya Menyerukan Penegakkan Syari'at Islam di Libiya


LIBYA – Revolusi yang terjadi di timur tengan yang disebabkan oleh kezaliman dan kerusakan sistem Negara, mendorong rakyat untuk menyuarakan pengakkan syari’at. Orang sadar bahwa semua yang dikerahkan manusia berupa pemikiran itu memiliki keterbatasan. Namun, hanya pemilik langit dan bumi lah yang sanggup membuat aturan yang menjaga kestabilan dunia.
Dalam taujih yang disampaikan situs resmi yang memuat fatwa, ceramah, karya dan segala sesuatu yang berkenanan dengan mufti agung Libya, menyuarakan penerapan syari’at Islam yang hal tersebut juga suara rakyat Libiya. Beliau adalah Syaikh Al-Shadiq Abdurrahman Ali Al-Ghuryani, menyampaikan tausiyahnya disitus resmi hari Selasa (06/03/2012) agar ummat bersatu untuk menegakkan syari’at Islam.
Di awal nasehat ulama kelahiran 1942 M ini, beliau menerangkan modal ummat bersama untuk menegakkan syari’at Islam. Mufti yang meraih gelar professor ditahun 1993 M ini menyebutkan modal tersebut dari ayat dan hadits.
- “Dan berpegang regulah kalian pada hablullah dan jangan bercerai-berai” (Ali Imran:103)
- “Dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak nescaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu” (Al-Anfal:46)
- “Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku” (Al-Mukminun:52)
- Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Janganlah kalian saling membenci, membelakangi, membenci dan jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara” (Bukhori&Muslim)
Beliau juga pemerintahan federal juga tidak memberikan solusi bahkan menuai kebobrokan seraya melemparkan pertanyaan: pakah federal memeberikan solusi kepada Eropa? Kemudian beliau mengatakan bahwa solusi nyata dalam mengahadapi pusat kekejian yang menjadi penyebab utama adalah dengan melenyapkan kerusakan adminitrasi yang merajalela.(usamah/tnsh)