YOGYAKARTA, - Jika pada 1 April mendatang, pemerintah benar-benar menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Rp 1.500/liter, menyedihkan memang. Betapa tidak ! Karena sedikitnya 20 persen atau 260 dari 1300 perusahaan siap-siap gulung tikar. Perusahaan itu tidak akan mampu mengejar ongkos produksi yang meningkat. Di sisi lain adanya tuntutan kenaikan penghasilan. Anggota Dewan Penasihat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Taufik Ridwan dalam perbincangan dengan wartawan di Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (22/3/2012) tentu, tak mengada-ada.
"Pengalaman sebelumnya, kenaikan harga BBM menjadikan 12 persen perusahaan yang gulung tikar," kata dia bahwa dampaknya maksimal bisa terjadi setelah 2 tahun kenaikan harga dan bahkan dalam 5 bulan telah terasa.
Lalu dia menunjuk contoh perusahaan menengah di bidang ekspor impor di Bantul misalnya, sudah mulai kelimpungan. Yang paling terpuruk menurut dia, pengusaha yang bergerak di bidang parawisata. Banyak orang akan memilih tidak berwisata.
Masih menurut Taufik, para pengusaha sudah ancang-ancang mengencangkan ikat pinggang dan melakukan pemangkasann biaya produksi.
"Tak menutup kemungkinan juga akan ada PHK," ujar dia.
Sebagai pengusaha, dia mengaku bisa memahami kenaikan harga BBM. "Imbal baliknya, pemerintah juga bisa memberi keringanan kepada pengusaha," Taufik menunjuk contoh misalnya kernganan pajak pendapatan. Karena masalah ini sudah memasuki ranah politik, pengusaha mati langkah.(yus/sr)

Post a Comment