Uni Eropa Kembali Tersandung Soal Krisis Ekonomi

Sidang tingkat tinggi Uni Eropa berakhir Senin malam (30/1) dengan keluarnya kesepakatan baru yang diselipi kecemasan dan percikan friksi.
Para pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussel, Belgia untuk membahas solusi keluar dari krisis ekonomi yang melanda blok Eropa itu. Rancangan disiplin fiskal ini mendapat penentangan dari Inggris dan Ceko.
Sementara itu, Yunani masih menjadi sumber masalah di Uni Eropa. Athena belum bisa memenuhi target disiplin fiskal yang diwajibkan sebagai kompensasi dari pencairan dana talangan dan kesepakatan utang dengan kreditur swasta.
Usai pertemuan Brussel, Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy mengungkapkan rancangan kesepakatan disiplin fiskal akan ditandatangani dalam KTT musim semi Maret mendatang. Dokumen itu akan diberlakukan setelah mendapat ratifikasi 12 dari 17 negara Zona Euro, yang berarti semua negara penandatangan akan mematuhi prinsip fiskal yang lebih ketat.
Pada pertemuan sebelumnya yang digelar Desember 2011, 26 negara Uni Eropa kecuali Inggris menyatakan sepakat untuk menandatangani kontrak finansial. Dilaporkan, Mahkamah Eropa sebagai lembaga kehakiman tertinggi Uni Eropa berhak mengenakan sanksi terhadap negara anggota yang defisit strukturalnya di atas 0,5 persen dari produk domestik bruto (PDB). Dana sanksi maksimum akan dibatasi di bawah 0,1 persen dari PDB negara bersangkutan.
Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, para pemimpin Uni Eropa tidak mampu mencapai kesepakatan mengenai kucuran bantuan finansial bagi Yunani. Merkel mensinyalir kesepakatan mungkin tertunda sampai Yunani bisa memenuhi komitmennya. Total dana talangan Yunani sebesar 110 miliar euro. Yunani menghadapi utang yang jatuh tempo senilai 14,5 miliar euro pada 20 Maret mendatang.
Berlin melemparkan usulan baru terkait keuangan Athena, namun proposal itu memicu kritik keras dari Yunani dan beberapa negara lain, termasuk Perancis. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy menyebut usulan Jerman itu tidak masuk akal. Namun, Kanselir Jerman Angela Merkel justru berdalih bahwa langkah tersebut akan membantu Yunani mengamankan bailout kedua sebesar 130 miliar euro.

Sementara itu, Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy mengatakan, 25 dari 27 negara Uni Eropa setuju untuk bergabung dengan pakta Jerman yang bertujuan untuk mencegah krisis utang masa depan.

Dilaporkan, hanya Inggris dan Republik Ceko yang menolak untuk menandatangani disiplin fiskal ketat tersebut. Aturan ini akan memberlakukan sanksi terhadap negara-negara yang melanggar batas defisit anggaran Uni Eropa.

Para pemimpin Eropa juga menyepakati mekanisme permanen bailout zona euro, dengan menetapkan kapasitas pinjaman sebesar 500 miliar euro. Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM) diharapkan mulai berlaku pada bulan Juli mendatang, setahun lebih awal dari rencana semula.
ESM akan menggantikan dana talangan sementara Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF), yang sebelumnya digunakan untuk menyelamatkan Irlandia, Portugal dan akan membantu paket penyelamatan kedua untuk Yunani.
Pemerintah Yunani kini menghadapi kesulitan bernegosiasi dengan pemegang obligasi swasta untuk mengurangi utang yang membengkak. Jika kesepakatan tidak tercapai, Yunani bisa mengalami gagal bayar atas utang yang besar dan jatuh tempo kurang dari dua bulan mendatang.]ian/irb[