Showing posts with label eropa. Show all posts

WINA,  - PBB mengatakan Eropa membuang 90 juta ton makanan setiap tahun, sementara jutaan orang masih menderita kelaparan di bagian dunia yang lain.

Sebuah laporan PBB baru-baru ini mengungkapkan bahwa jutaan rumah tangga di seluruh Eropa membuang makanan yang sebenarnya masih dapat dimakan dalam jumlah yang sangat besar, sementara jutaan orang lain di seluruh dunia tidak memiliki cukup makanan untuk dimaka , koresponden Press TVmelaporkan pada hari Ahad 17 November.

Sebagian besar limbah makanan ini disebabkan karena konsumen membeli lebih banyak makanan daripada yang mereka konsumsi, PBB mengatakan.

"Karena banyak rumah tangga tidak tahu, mereka tidak menyadari berapa banyak makanan yang mereka buang dalam rumah tangga mereka. Saya pikir ketika seorang individu menyadari masalah pangan yang dibuang, akan ada perubahan juga di sektor lain dalam  pasokan rantai makanan, " kata  Felicitas Schneider dari Vienna Waste Management Institute.

Di Austria sendiri, 25 persen dari semua makanan yang diproduksi di dalam negeri  terbuang setiap tahun, dengan rata-rata rumah tangga menghabiskan sekitar 300 euro dari bahan makanan yang tidak terpakai, sebagian besar terdiri dari sisa-sisa makanan seperti buah, sayuran, roti, produk susu dan daging.

"Saya merasa bersalah karena pelanggan hanya ingin membeli makanan yang segar, dan kami juga tidak diperbolehkan untuk menjual makanan yang buruk dan kami tidak dapat berbuat apa-apa terhadap hal ini. Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah untuk membawanya ke rumah kami," kata Dogan Kayikci, pedagang pasar keturunan TUrki.

Sementara menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), sekitar 1,3 miliar ton makanan terbuang secara global setiap tahun.

Para ahli merekomendasikan bahwa pemborosan makanan dapat dikurangi dengan perencanaan yang lebih baik sebelum berbelanja untuk mendapatkan porsi makananyang tepat dan menyimpan makanan dengan benar untuk tetap segar lebih lama. Politisi juga didorong untuk memperkenalkan kebijakan yang akan mengurangi tingkat pembuangan limbah makanan.
[www.globalmuslim.web.id]

PARIS, - Islam adalah kenyataan bagi Uni Eropa dan penduduk Eropa tidak akan bisa kemana-mana dengan "mengubur kepala mereka di pasir", kata Menteri Uni Eropa Turki Egemen Bagis kemarin.
Pernyataan Egemen Bagis ini menanggapi pernyataan dari pemimpin Kanan Ekstrim Perancis Marine Le Pen yang menyebutkan bahwa Islam saat ini "lebih terlihat" dari sebelumnnya di Perancis. "Itu adalah Islamophobia daripada Islam yang terlihat di Perancis dan di seluruh Eropa", kata Egemen menanggapi Le Pen.

"Kami tahu pernyataan Le Pen soal Turki dan nilai-nilai kami, tapi kami tidak begitu memperdulikannya," tambah Egemen.

Sekitar 11 persen dari seluruh populasi Perancis adalah Muslim dan 8 sampai 9 persen dari populasi di negara-negara anggota Uni Eropa adalah Muslim.

Jumlah ini akan meningkat menjadi 15 persen di seluruh Uni Eropa pada tahun 2030.Persis seperti yang dikatakan mantan presiden Jerman bahwa Islam adalah realitas Uni Eropa.

Marine Le Pen secara terang-terangan juga menentang keanggotaan Turki dalam Uni Eropa. Ia tidak mengerti kenapa Turki mencari keanggotaan di Uni Eropa, sementara negara lain malah ingin keluar dari keanggotaan.

Sementara itu, mantan presiden Jerman Christian Wulff pada 2010 pernah mengatakan bahwa Islam seperti Kristen, adalah bagian dari Jerman. Kata-kata Wulff ini memicu kontroversi di negeri itu.

Mengenai perdebatan apakah Islam milik Jerman atau tidak, Presiden Joachim Gauck tahun lalu mengatakan bahwa ia tidak mendukung pernyataan Wulff, namun menghargai pendapatnya. Dalam wawancara dengan majalah Die Zeit, Gauck mengatakan "Yang benar adalah bahwa banyak umat Islam yang tinggal di negara ini.Apa yang bisa saya katakan adalah: Muslim hidup disini, termasuk di Jerman," kata Gauck.
[www.globalmuslim.web.id]

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2012/11/24/118728/540x270/gadis-berjilbab-bicara-di-depan-parlemen-inggris.jpg
SEJUMLAH wanita non-Muslim di seluruh dunia berencana untuk mengenakan jilbab pada hari Jumat (1/2/2013) untuk memperingati tahun pertama Hari Hijab Sedunia. Kampanye ini dilakukan untuk memunculkan rasa toleransi dan memahami agama lain, serta menekankan bahwa hijab adalah kewajiban bagi Muslimah.
“Saya tahu bahwa itu tentang kesopanan perilaku, bukan sekedar pakaian. Banyak asumsi yang salah, yang memandang wanita memakainya karena paksaan-terutama di Amerika Serikat,” tutur Esther Dale (28), yang tinggal di negara bagian Amerika Serikat California, kepada BBC.
“Itu sama sekali tidak benar,” tambah ibu tiga anak ini.
Dale adalah salah satu dari umat Islam di seluruh dunia yang memilih untuk memperingati tahun pertama Hari Hijab Sedunia, yang direncanakan hari ini.
Acara ini pertama kali diusulkan oleh wanita New York, Nazma Khan untuk mendorong wanita non-Muslim mengenakan jilbab dan mengalaminya.
Acara ini dirancang sebagai bagian dari upaya untuk mendorong pemahaman yang lebih baik, dan melawan kontroversi seputar jilbab sebagai pilihan Muslim.
“Tumbuh di Bronx, di NYC, saya mengalami banyak diskriminasi karena jilbab saya,” terang Nazma sebagai penyelenggara, yang pindah ke New York dari Bangladesh saat berusia 11 tahun. Dan menjadi satu-satunya wanita yang mengenakan jilbab di sekolah.
“Di sekolah menengah saya disebut ‘Batman’ atau ‘Ninja,’” katanya.
“Ketika saya pindah ke perguruan tinggi itu hanya setelah 9/11, sehingga mereka akan memanggil saya dengan panggilan Osama Bin Laden atau teroris. Itu mengerikan.”
“Saya pikir satu-satunya cara untuk mengakhiri diskriminasi adalah jika kita meminta saudara sesama mengalami jilbab itu sendiri.”
Saran Nazma ini segera mendapat dukungan dari seluruh dunia dengan literatur yang diterjemahkan ke dalam 22 bahasa.
Dia juga telah dihubungi oleh orang-orang di puluhan negara, termasuk Inggris, Australia, India, Pakistan, Prancis dan Jerman.
Islam melihat jilbab sebagai kode wajib berpakaian, bukan simbol agama yang menampilkan afiliasi seseorang. [hf/islampos/onislam/www.globalmuslim.web.id]

بسم الله الرحمن الرحيم
Jawab Soal
Krisis Ekonomi Global
Pertanyaan:
Sampai di mana krisis ekonomi yang bermula di Amerika lalu melanda Eropa kemudian dunia?
http://satunegeri.com/foto_berita/71krisiseropa.jpgJawab:
Untuk meneropong masalah ini kami sebutkan hal-hal berikut:
  1. Keruntuhan pasar properti di Amerika Serikat meluas ke seluruh penjuru dunia dan menyebabkan runtuhnya sejumlah bank. Hal itu menghasilkan intervensi pemerintahan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menghentikan keruntuhan ekonomi global. Akan tetapi akibatnya terjadilah apa yang sekarang disebut resesi besar (Great Recession) dan itu adalah yang terburuk sejak depresi besar (Great Depression) tahun 1929. Krisis finansial global ini mencuatkan kenyataan bahwa booming ekonomi pada dekade lalu pada faktanya merupakan hasil dari utang. Hingga sekarang perekonomian terbesar di dunia terus mengalami kegagalan dalam mengatasi krisis yang sudah berjalan selama lima tahun itu!
  2. Usaha bersama dari perekonomian terbesar di dunia untuk mengkoordinasikan penyelesaian krisis terus dilakukan. Asas terjadinya koordinasi ini adalah karena ekonomi global telah terkait satu dengan yang lain sebagai efek dari globalisasi.Karenanya, pendekatan bersama dan global akan menjadi kepentingan global yang terbaik. Akan tetapi, pendekatan bersama-sama yang menyatu ini tidak berlangsung panjang disebabkan menyebarnya nasioalisme ekonomi, di mana setiap negara berjuang sendiri untuk mempertahankan eksistensi. Sebab setiap negeri mengharap negara lain bisa mendanai cadangan global. Hal itu tampak dalam berbagai pertemuan dan konferensi negara-negara G-20 yang menyetujui berbagai tipe bail out untuk membantu negara yang perekonomiannya ambruk.Hal itu mengakibatkan sebagian besar proyek bail out ternyata tidak lebih dari dokumen tertulis saja, disebabkan adanya konsep nasionalisme ekonomi negara-negara besar. The Economist pada tahun 2010 menggarisbawahi: “But the re-emergence of a spectre from the darkest period of modern history requires a different response, even serious. Economic nationalism that strives to save jobs and capital at home turned the economic crisis into a political one and threatened the world with depression. If it is not buried again forthwith, the consequences will be dire (akan tetapi munculnya kembali hantu dari masa paling gelap dalam sejarah modern membutuhkan respon yang berbeda bahkan yang serius. Nasionalisme ekonomi yang bekerja keras untuk menjaga kesempatan kerja dan modal di dalam (dalam negeri setiap negara) telah menyebabkan berubahnya krisis ekonomi menjadi krisis politik dan mengancam dunia dengan depresi. Jika nasionalisme ekonomi tidak dikubur segera maka berbagai konsekuensinya akan menyusahkan.
  3. Perdebatan sengit terjadi antara Jerman dan Amerika tentang jalan terbaik untuk masa depan ekonomi global. Angela Merkel beserta mayoritas negara-negara lainnya berpandangan bahwa model pertumbuhan yang tidak berkelanjutan yang digunakan oleh Amerika Serikat, yaitu pertumbuhan yang dihidupkan oleh kredit dan utang murah, sesuai pendanan pemerintah dengan menggunakan dana sebagai stimulus pertumbuhan, model pertumbuhan seperti itu sudah usang.Adapun pendekatan Eropa tercermin dalam perlunya kontrol pada tingkat defisit nasional pada setiap negara melalui langkah-langkah pengetatan ikat pinggang atau penghematan. Kebijakan penghematan itu biasanya diambil jika ada ancaman bahwa pemerintah tidak bisa membayar utang-utangnya. Ini adalah tujuan yang sangat spesifik dan berbeda dengan pertumbuhan ekonomi. Adanya ancaman terhadap rating kredit hampir semua perekonomian terbesar dunia, membuat banyak dari negara itu mengambil kebijakan penghematan, yaitu menurunkan tingkat defisit untuk menyenangkan pasar finansial. Masalah dalam pendekatan penghematan adalah bahwa kebijakan semisal ini pada faktanya tidak ditujukan untuk menciptakan pertumbuhan yang akan bisa menciptakan kesempatan kerja dan pemasukan di masyarakat yang akan mengantarkan pada pertumbuhan ekonomi secara umum. Akan tetapi kebijakan penghematan bertujuan menurunkan utang pemerintah.
  4. Pendekatan Amerika Serikat dengan stimulus pertumbuhan tidak merealisasi hasil-hasil yang lebih baik. Stimulus pertumbuhan mengharuskan peningkatan belanja pemerintah dengan memanfaatkan dana yang pertama-tama diutang dari luar negeri (seperti Cina) seperti yang terjadi di Amerika Serikat; atau dana yang diciptakan oleh Bank Sentral dengan memasukkan angka ke dalam komputer.Semua stimulus itu selalu menjadi pemacu dan merupakan kebijakan temporer.Kebijakan itu didesain untuk menghidupkan kembali perekonomian yang macet.Akan tetapi bukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.Pertumbuhan yang dicapai pada faktanya merupakan hasil yang inflatif dari kebijakan stimulus yang memberikan efek bersifat temporer. Karenanya, stimulus adalah semata untuk mendukung tugas pemerintah dan industri jasa menciptakan kesempatan kerja yang akan mati ketika stimulus itu berakhir dengan mewariskan ekonomi di kebanyakan negara seperti kondisi awal pada saat kebijakan stimulus itu dimulai.
  5. Pemerintahan Barat juga menggunakan Quantitaive Easing (QE), sebuah perkembangan baru yang menggunakan metode elektronik untuk mencetak uang.Kebijakan tidak konvensional ini digunakan oleh Bank Sentral (Pemerintah) untuk menstimulus perekonomian nasional ketika kebijakan konvensional mengalami kegagalan. Berdasarkan metode itu, Bank Sentral mulai mengimplementasikan apa yang disebut Quantitaive Easing (QE) dengan jalan membeli aset finansial (Financial Assets) seperti surat utang dan saham … untuk menginjeksikan uang dalam jumlah yang telah ditentukan sebelumnya ke dalam perekonomian. Hal itu dilakukan dengan jalan pemerintah membeli aset-aset finansial (Financial Assets) dari bank menggunakan uang baru yang dicetak secara elektronik. Yaitu dengan jalan Pemerintah membayar harga aset-aset finansial itu kepada bank secara elektronik bukan secara hakiki (riil) sehingga langkah itu meningkatkan cadangan bank. Meski semua itu telah dilakukan, perekonomian global pada awal tahun 2013 tidak lebih baik dari kondisi perekonomian pada awal tahun 2012. Bahkan resesi besar (great recession) telah menelan beberapa negara yang berusaha menghindarkan diri dari resesi. Laporan yang muncul pada awal tahun 2013 menyatakan kuatnya kemungkinan masuknya Inggris ke dalam resesi ekonomi yang berlipat ganda, seperti negara-negara Eropa lainnya, dikarenakan beban utangnya yang telah mencapai batas triliunan dolar.Begitulah Quantitaive Easing (QE) pada faktanya tidak memberikan hasil yang efektif. Bahkan setelah lima tahun berjalan, perekonomian global masih terus dilanda krisis ekonomi. Dan khususnya karena pengangguran terus meningkat secara konstan, maka kekacauan sosial telah mulai terjadi di Eropa. Semua upaya untuk mengatasi krisis tidak menyelesaikan masalah pertumbuhan yang ditopang oleh utang. Pada saat dimana utang merupakan sebab permasalahan yang terjadi, upaya untuk mengatasi krisis justru meningkatkan jumlah utang. Begitulah, pemerintahan-pemerintahan barat mengatasi penyakit dengan penyakit yang sama.
  6. Dan akhirnya, ada tiga kemungkinan yang pada akhirnya mengantarkan pada recoveri ekonomi. Kami sebutkan dari yang terendah kemungkinannya hingga yang tertinggi:
Pertama, resesi yang ada berubah menjadi depresi dan jatuhnya harga-harga. Hal itu menyebabkan jatuhnya harga utang, property dan komoditi yang bisa menjadi starter mulainya pertumbuhan ekonomi yang tercermin dalam mudahnya membayar utang-utang itu. Kemungkinan ini lemah, sebab perekonomian kapitalisme tegak berdasarkan utang dan riba yang muncul dari utang itu. Jatuhnya harga utang “riba” tidak akan berlangsung panjang selama ekonomi kapitalis berdiri.
Kemungkinan kedua, Cina menyelamatkan (mem-bail out) Barat. Perdagangan Cina sangat besar. Dan surplus finansialnya terkait dengan utang Amerika Serikat, Inggris dan berbagai sektor zona Uero. Dan itu merupakan utang yang tidak berkelanjutan.Maka menyelamatkan Barat akan menjadi kepentingan Cina. Ini berarti bahwa dunia Barat dipaksa untuk menerima kepemimpinan global Cina. Akan tetapi masalahnya di sini bukan pada apakah barat mau menerima bail out semacam itu, namun masalahnya adalah akankah Cina mengambil kebijakan seperti itu.
Kemungkinan ketiga, matahari daulah al-Khilafah bersinar dan sistem ekonomi Islam diterapkan. Maka yang merasakan manfaatnya bukan hanya daulah al-Khilafah saja, akan tetapi juga negara-negara yang berinteraksi dengan daulah al-Khilafah. Hal itu membuat krisis-krisis global semacam ini menjadi tidak ada atau berada pada kondisi yang bisa dikontrol.
02 Rabiul Awal 1434 H

Krisis ekonomi global telah berdampak serius bagi industri di Jerman. Dampak tersebut terlihat dari turunnya pesanan yang diterima industri-industri di Jerman. Pada bulan November 2012, pesanan ke industri turun 1,8 persen dibandingkan pesanan di bulan Oktober 2012.
Menurut Kementerian Ekonomi Jerman, seperti dilansir AFP, Selasa (8/1/2013), penurunan serius terjadi di pesanan yang berasal dari luar negeri. Penurunan pesanan luar negeri mencapai 4,1 persen, sementara permintaan dari dalam negeri masih tumbuh 1,3 persen. Penurunan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa ekonomi global masih akan melambat.
"Pada bulan Oktober 2012, permintaan ke industri masih tumbuh 3,8 persen.Penurunan di bulan November merupakan anomali karena terjadi setelah terjadi pertumbuhan yang cukup bagus di bulan Oktober," kata pejabat Kementerian Ekonomi Perancis.[irb/ian/www.globalmuslim.web.id]

SEBANYAK 146 ribu pekerja kehilangan pekerjaan mereka di Zona Euro. Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Uni Eropa, Rabu (31/10). Dengan demikian jumlah penganggur di kawasan tersebut telah mencapai lebih dari 18 juta orang, naik sepersepuluh persen dari bulan Agustus lalu, atau mencapai rekor tertinggi, sekitar 11,6 persen.
Zona Euro sudah berjuang keras menanggulangi krisis hutang pemerintah selama tiga tahun ini, dan telah memberikan dana talangan kepada Yunani, Irlandia, dan Portugal.
Pemerintah beberapa negara telah mengambil langkah penghematan yang ketat untuk mengurangi hutang mereka, namun tingakt belanja yang berkurang telah mengekang pertumbuhan ekonomi dan mengakibatkan meningkatnya pengangguran di beberapa negara.
Lebih dari seperempat pekerja di Spanyol dan Yunani – dua negara yang menghadapi hutang terbesar – menganggur. Uni Eropa mengatakan angka pengangguran di Austria hanya 4,4 persen, yang terendah dalam zona Euro. (Pz/Islampos/voa/www.globalmuslim.web.id)


Angka pengangguran di kawasan Uni Eropa meningkat tajam pada periode Maret dan April tahun ini. Penigkatan angka pengangguran tersebut bahkan merupakan yang tertinggi sejak Uni Eropa mulai melakukan pendataan pada tahun 1995.

Berdasarkan data yang dilansir kantor statistik Uni Eropa, Eurostat, sekitar 17,4 juta orang tidak memiliki pekerjaan di 17 negara anggota di seluruh Eropa. Jumlah tersebut setara dengan 11 persen populasi. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dari capaian pada bulan Maret pada 10,9 persen.

Angka pengangguran meningkat drastis seiring ketidakpastian krisis utang Eropa beberapa bulan terakhir. Spanyol menjadi negara yang paling terdampak dengan peningkatan pengangguran sebesar 24,3 persen. Yunani menguntit di belakang dengan peningkatan 21,7 persen.

Sejumlah raksasa ekonomi Eropa juga terkena imbas. Prancis dan Italia sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua dan ketiga di Eropa juga mengalami peningkatan dalam angka pengangguran hingga 10,2 persen. [republika/www.globalmuslim.web.id]

EROPA - Data resmi oleh lembaga Statistik Data Eropa menunjukkan tingkat pengangguran zona Euro (Uni Eropa) telah mencapai posisi tertinggi meningkat 10,7 persen pada Januari 2012.
Menurut angka terbaru yang dirilis pada hari Kamis (1/3/2012), lebih dari 16,9 juta pria dan wanita mengangur di Eropa pada Januari 2012.
Artinya, Laporan terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 24,3 juta orang menganggur di negara-negara Uni Eropa pada Januari 2012, yang menunjukkan peningkatan dari191.000 orang pengangguran dibandingkan dengan Desember dan Januari 2011 yang hanya 1,4 juta.
Spanyol mencatatkan tingkat pengangguran tertinggi pada Januari 2012 mencapai 23,3 persen dan Yunani ditempatkan kedua setelahnya yang mencapai 19,9 persen.
Tingkat pengangguran terendah tercatat di Austria pada angka 4,0 persen. Belanda tercatat pada angka 5,0 persen dan Luxemburg mencatat tingkat penganggurannya mencapai 5,1 persen. (siraaj/arrahmah.com)


Salah satu lembaga pemerintah Prancis mengungkapkan tentang meningkatnya jumlah kaum Muslim di Eropa secara signifikan, dan sebagian besar dari mereka adalah anak-anak muda berusia di bawah 35 tahun. Hal ini disampaikan dalam sebuah laporan yang dibuat oleh lembaga itu dengan judul: “Bagaimana orang Eropa melihat Islam?
Yayasan “IFOP” menyebutkan bahwa “Segmen terbesar dari warga di Prancis, Belanda, Jerman dan Inggris, melihat bahwa kehadiran Islam menimbulkan ancaman identitas nasional bagi suatu negara. Sehingga mereka sangat khawatir terhadap islamisasi Eropa selama dua puluh tahun ke depan.”
Hasil penelitian menunjukkan bahwa segmen terbesar anak-anak muda berusia kurang dari 35 tahun di Prancis dan Inggris, justru mereka melihat bahwa kehadiran Islam memperkaya iklim budaya, dan membawa Eropa pada sebuah kehidupan baru. Sementara itu, sejumlah anak-anak muda Belanda dan Jerman melancarkan kampanye ketakutan terhadap semakin luasnya pengaruh Islam.
Sebuah penelitian yang mengungkapkan temuannya pada hari Senin (27/2) mengatakan bahwa ada empat elemen yang mendorong islamisasi Eropa, yaitu: keyakinan (akidah), demografi penduduk, rasa sejarah, dan budaya Islam yang telah mewarnai Eropa; termasuk juga bahwa orang-orang Eropa menyaksikan adanya penurunan rasa keagamaan, yang menyerupai keruntuhan dalam agama “Kristen” akibat dari kurangnya keimanan sebagian besar orang Eropa terhadap kebenaran setiap agama (islamtoday.net, 27/2/2012).


Yunani telah mengumumkan langkah penghematan dengan memberhentikan 15 ribu PNS, seperti yang dilansir dalam VOAnews, Selasa (7/2).
Yunani memangkas 15 ribu PNS ditengah desakan internasional untuk segera menyelesaikan kesepakatan pengurangan utang dan langkah penghematan anggaran yang tidak populer.
Yunani mengumumkan hal itu, Senin (6/2) beberapa jam setelah Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dengan tegas memperingatkan negara ini. “Tuntutan tersebut harus segera dipenuhi Yunani,” Kata Kanselir Jerman Angela Merkel. Atau Yunani tidak akan mendapat paket talangan kedua.
Uni Eropa berencana memberi talangan dana kedua sebesar 171 miliar dollar AS untuk menghindari gagal bayar utang Yunani bulan depan.
Tetapi serikat-serikat buruh dan pengusaha Yunani menentang pemotongan itu. Dan serikat buruh menyerukan mogok kerja 24 jam hari Selasa ini, (7/2). Krisis Utang Yunani kian parah, apabila Yunani tidak dapat menyelesaikan krisis ini, negara ini terancam bangkrut dan tersingkir dari Uni Eropa. (republika.co.id, 7/2/2012)
Powered by Blogger.