Polisi Mauritania Rabu kemarin (22/2) menembakkan gas air mata untuk membubarkan para mahasiswa yang melemparkan batu yang menuntut agar lembaga studi Islam tempat mereka berkuliah tidak ditutup.
Polisi tidak bisa segera dihubungi untuk mengkonfirmasi jatuhnya korban.
Para pengunjuk rasa mahasiswa yang menyerukan agar kampus mereka Institut Tinggi Studi Islam melanjutkan perkuliahan yang telah dihentikan tahun ini.
Para demonstran telah mengadakan aksi duduk di dalam lembaga dan merencanakan sebuah "pawai damai" menentang Departemen Urusan Islam, namun polisi tiba di sana untuk membubarkan demonstran dan bentrokan akhirnya terjadi.
Mauritania, negara padang pasir luas di barat Afrika, dihuni oleh sebagian besar Muslim Sunni.(fq/afp)

Post a Comment