JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia akan bersikap terbuka terhadap dugaan adanya transaksi tidak wajar pada rekening sejumlah anggota TNI.
"Kami akan terbuka, kooperatif jika memang ada temuan rekening tidak wajar sejumlah anggota TNI," kata juru bicara TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul di Jakarta, Selasa (21/2).
Dalam rapat kerja Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, terungkap adanya beberapa kasus transaksi tak wajar yang melibatkan anggota TNI.
Iskandar mengemukakan rekening yang berada TNI dalam jumlah besar adalah rekening jabatan bendaharawan atau perwira kas yang berada mulai dari tingkat markas besar TNI, markas besar angkatan hingga satuan komando terkecil.
Seluruh anggaran baik untuk belanja modal maupun belanja rutin dari Kementerian Keuangan dimasukkan ke rekening-rekening tersebut untuk disalurkan sesuai kebutuhan seperti untuk pembelian dan pemeliharaan alat utama sistem senjata.
"Jadi, yang namanya rekening jabatan atau dinas, nomornya tetap siapa pun pejabat yang mendudukinya. Jadi, bukan rekening pribadi," ujar Iskandar.
Tentang kemungkinan adanya transaksi tidak wajar melalui rekening tersebut, ia mengaku, "Hingga kini belum ada indikasi adanya penyalahgunaan atau penyelewengan yang terjadi melalui rekening tersebut."
Namun, lanjut Iskandar, jika PPATK memiliki analisa atau data tentang transaksi tidak wajar dalam rekening yang melibatkan perwira TNI, pihaknya akan sangat terbuka dan kooperatif untuk menindaklanjuti dan menuntaskan indikasi tindak pidana korupsi atau penyelewengan anggaran.(yus/MI)

Post a Comment