Massa yang didominasi oleh para pemuda ini berbaris menelusuri jalan-jalan kota sambil meneriakkan yel-yel, takbir dan tahlil. Mereka juga meneriakkan seruan "La syarqiyah la gharbiyah, islamiyah-islamiyah" (bukan timur, bukan barat, islamiyah-islamiyah".
Mereka juga meneriakkan yel-yel, "la ilaha illallah, al-khilafah wa'dullah" (tidak ada tuhan selain Allah, khilafah janji Allah".
Selain itu, para pemuda Hizbut Tahrir dari berbagai kawasan di Skandinavia itu juga membawa bendera berwarna putih dan hitam yang bertuliskan kalimah "la ilaaha ilallah muhammad rasulullah", panji Rasulullah yang dikenal dengan al-liwa dan ar-royah.
Di barisan paling depan sebuah spanduk besar dibentangkan oleh para pengunjuk rasa. Spanduk itu bertuliskan,"Khilafah The Only Protector of Muslim Ummah - Hizb ut-Tahrir - Denmark".
Sangat nampak sekali kerapian para peserta dalam aksi membuat perhatian di tengah-tengah publik di pusat kota Denmark itu. Setiap sekira lima meter diantara para peserta aksi, seorang panitia mendampingin peserta yang dibatasai sebuah tali panjang.
Sementara itu, barisan perempuan juga ikut serta di belakang barisan laki-laki. Dengan berpakaian jilbab, diantara para pemudi muslimah juga meneriakkan yel-yel yang sama serta mengibarkan panji-panji royatul 'uqob di tengah kota. Anak-anak kecil pun ikut serta dalam aksi yang digelar oleh Hizbut Tahrir di beberapa negeri di Eropa ini.
Pemandangan ini tentu saja membuat perhatian publik di tengah-tengah mayoritas non-Muslim. Bila aksi massa itu terjadi di negeri Muslim, tentu bukanlah hal yang aneh. Tetapi bila ribuan pemuda itu membawa panji-panji Khilafah di negeri Barat tentu sangat menarik perhatian.
Sementara itu para peserta aksi juga membawa poster-poster yang ditulis dalam bahasa Denmark, Inggris dan Arab. Beberapa poster diantaranya, "Wahai kaum Muslim Suriah, tuntut Islam, pegang iman!", "Kemenangan hanya dari Allah". "Intervensi Barat = Perlindungan Tirani".
Mereka juga meneriakkan yel-yel, "la ilaha illallah, al-khilafah wa'dullah" (tidak ada tuhan selain Allah, khilafah janji Allah".
Selain itu, para pemuda Hizbut Tahrir dari berbagai kawasan di Skandinavia itu juga membawa bendera berwarna putih dan hitam yang bertuliskan kalimah "la ilaaha ilallah muhammad rasulullah", panji Rasulullah yang dikenal dengan al-liwa dan ar-royah.
Di barisan paling depan sebuah spanduk besar dibentangkan oleh para pengunjuk rasa. Spanduk itu bertuliskan,"Khilafah The Only Protector of Muslim Ummah - Hizb ut-Tahrir - Denmark".
Sangat nampak sekali kerapian para peserta dalam aksi membuat perhatian di tengah-tengah publik di pusat kota Denmark itu. Setiap sekira lima meter diantara para peserta aksi, seorang panitia mendampingin peserta yang dibatasai sebuah tali panjang.
Sementara itu, barisan perempuan juga ikut serta di belakang barisan laki-laki. Dengan berpakaian jilbab, diantara para pemudi muslimah juga meneriakkan yel-yel yang sama serta mengibarkan panji-panji royatul 'uqob di tengah kota. Anak-anak kecil pun ikut serta dalam aksi yang digelar oleh Hizbut Tahrir di beberapa negeri di Eropa ini.
Pemandangan ini tentu saja membuat perhatian publik di tengah-tengah mayoritas non-Muslim. Bila aksi massa itu terjadi di negeri Muslim, tentu bukanlah hal yang aneh. Tetapi bila ribuan pemuda itu membawa panji-panji Khilafah di negeri Barat tentu sangat menarik perhatian.
Sementara itu para peserta aksi juga membawa poster-poster yang ditulis dalam bahasa Denmark, Inggris dan Arab. Beberapa poster diantaranya, "Wahai kaum Muslim Suriah, tuntut Islam, pegang iman!", "Kemenangan hanya dari Allah". "Intervensi Barat = Perlindungan Tirani".
Tidak kurang dari 2000 kaum Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, tua atau pun anak muda, serta anak-anak yang mengikuti aksi ini. Mereka menelusuri jalanan kota sehingga lenjadi perhatian banyak masyarakat. Lalu mereka berkumpul di Hans Torv, di mana para orator berbicara, dalam bahasa Arab dan Denmark.
Para aktivis Hizbut Tahrir di Eropa itu mengungkapkan konspirasi Liga Arab, Dewan Keamanan, dan negara-negara Barat atas revolusi rakyat Syam. Mereka juga memperingatkan keterlibatan oposisi, serta menunjukkan perlunya tempat bergantung hanya kepada Allah semata, maka kekuatan sendiri dalam revolusi untuk menghapus rezim sekuler Baath dan menegakkan Khilafah untuk menjadikan negeri Syam menjadi pusat dari daarul Islam (Negeri Islam) sebagaimana disifatkan oleh Rasulullah Saw.
Sementara itu, sejumlah kaum Muslim di Swedia juga menggelar aksi di depan kedutaan untuk mengekspresikan penolakan mereka terhadap kejahatan rezim yang telah membunuh anak-anak, perempuan dan orang tua.
Sejak meletus aksi revolusi di bumi Syam yang menuntut hengkangnya rezim diktator Assad, kaum Muslim di Suriah tidak berhenti untuk terus melanjutkan aksi keberanian mereka di hadapan penguasa dzalim Assad. Bahkan keyakinan mereka terhadap pertolongan Allah semakin kuat, sekalipun darah para syuhada mengalir hampir setiap hari.
Awal Februari tahun ini, ratusan orang telah dibunuh gang Assad di Khalidiyah, Homs, Suriah. Lebih dari 400 orang syahid dan ribuan lainnya terluka. Aksi penembakkan atas kaum Muslim yang melakukan aksi damai ini pun terus berlanjut. Baru-baru ini, lebih dari 100 warga termasuk anak kecil dan perempuan dibunuh secara keji oleh rezim Assad di Baba Amru, Homs.
Derita kaum Muslim di bumi Syam tentu saja dirasakan pula oleh saudara-saudara seiman mereka di berbagai penjuru dunia. Termasuk kaum Muslim di kawasan Skandinavia, tidak akan membiarkan darah saudara mereka terus mengalir. Untuk itulah mereka menunjukkan dukungan serta rasa peduli mereka terhadap saudara mereka di bumi Syam.
Sudah sangat jelas, tanpa keberadaan Khilafah sebagai institusi perisai umat, derita yang menimpa kaum Muslim di Syam belum juga reda. Para penguasa di negeri-negeri Muslim hanya berdiam diri, sementara tentara-tentara mereka terpenjara nasionalisme dan hanya diam di barak-barak militer mereka.
Secara serentak, Hizbut Tahrir di beberapa negeri bersama kaum Muslim menggelar aksi kepedulian untuk memprotes pertumpahadan darah di bumi Syam, seperti di Tunisia, Lebanon, Palestina dan Yordania. Aksi serupa juga digelar di negeri-negeri Eropa, seperti di Inggris dan Swedia, menyusul di Belanda.
Tentu saja, semua ini mestinya menjadikan malu bagi para pemuda di negeri Muslim yang sebagian diantara mereka malah melupakan identitas Islamnya. Ketika di Barat, para pemuda Muslim gencar menyeru masyarakat Barat memeluk Islam sehingga banyak para pemuda Barat menyatakan syhadat bahkan terlibat dalam perjuangan penegakkan Khilafah.
Sungguh alangkah malunya bila para pemuda Muslim di negeri yang berpenduduk mayoritas Islam ini malah mengekor sistem Barat dan budaya Barat serta melepaskan nilai-nilai Islam, semenetara saudara-saudara mereka di Barat sangat gencar berdawah dan berjuang untuk menegakkan Khilafah.
Hal ini semakin jelas, menunjukkan kepada kita, bahwa Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam akan benar-benar meliputi ujung timur dan barat dunia, sebagaimana dikabarkan Rasulullah Saw. Insya Allah, di bawah nauangan Khlafah yang semakin dekat. Amin. [m/z/f/maghrebchabab/htdk/syabab.com]
Lihat Video
Para aktivis Hizbut Tahrir di Eropa itu mengungkapkan konspirasi Liga Arab, Dewan Keamanan, dan negara-negara Barat atas revolusi rakyat Syam. Mereka juga memperingatkan keterlibatan oposisi, serta menunjukkan perlunya tempat bergantung hanya kepada Allah semata, maka kekuatan sendiri dalam revolusi untuk menghapus rezim sekuler Baath dan menegakkan Khilafah untuk menjadikan negeri Syam menjadi pusat dari daarul Islam (Negeri Islam) sebagaimana disifatkan oleh Rasulullah Saw.
Sementara itu, sejumlah kaum Muslim di Swedia juga menggelar aksi di depan kedutaan untuk mengekspresikan penolakan mereka terhadap kejahatan rezim yang telah membunuh anak-anak, perempuan dan orang tua.
Sejak meletus aksi revolusi di bumi Syam yang menuntut hengkangnya rezim diktator Assad, kaum Muslim di Suriah tidak berhenti untuk terus melanjutkan aksi keberanian mereka di hadapan penguasa dzalim Assad. Bahkan keyakinan mereka terhadap pertolongan Allah semakin kuat, sekalipun darah para syuhada mengalir hampir setiap hari.
Awal Februari tahun ini, ratusan orang telah dibunuh gang Assad di Khalidiyah, Homs, Suriah. Lebih dari 400 orang syahid dan ribuan lainnya terluka. Aksi penembakkan atas kaum Muslim yang melakukan aksi damai ini pun terus berlanjut. Baru-baru ini, lebih dari 100 warga termasuk anak kecil dan perempuan dibunuh secara keji oleh rezim Assad di Baba Amru, Homs.
Derita kaum Muslim di bumi Syam tentu saja dirasakan pula oleh saudara-saudara seiman mereka di berbagai penjuru dunia. Termasuk kaum Muslim di kawasan Skandinavia, tidak akan membiarkan darah saudara mereka terus mengalir. Untuk itulah mereka menunjukkan dukungan serta rasa peduli mereka terhadap saudara mereka di bumi Syam.
Sudah sangat jelas, tanpa keberadaan Khilafah sebagai institusi perisai umat, derita yang menimpa kaum Muslim di Syam belum juga reda. Para penguasa di negeri-negeri Muslim hanya berdiam diri, sementara tentara-tentara mereka terpenjara nasionalisme dan hanya diam di barak-barak militer mereka.
Secara serentak, Hizbut Tahrir di beberapa negeri bersama kaum Muslim menggelar aksi kepedulian untuk memprotes pertumpahadan darah di bumi Syam, seperti di Tunisia, Lebanon, Palestina dan Yordania. Aksi serupa juga digelar di negeri-negeri Eropa, seperti di Inggris dan Swedia, menyusul di Belanda.
Tentu saja, semua ini mestinya menjadikan malu bagi para pemuda di negeri Muslim yang sebagian diantara mereka malah melupakan identitas Islamnya. Ketika di Barat, para pemuda Muslim gencar menyeru masyarakat Barat memeluk Islam sehingga banyak para pemuda Barat menyatakan syhadat bahkan terlibat dalam perjuangan penegakkan Khilafah.
Sungguh alangkah malunya bila para pemuda Muslim di negeri yang berpenduduk mayoritas Islam ini malah mengekor sistem Barat dan budaya Barat serta melepaskan nilai-nilai Islam, semenetara saudara-saudara mereka di Barat sangat gencar berdawah dan berjuang untuk menegakkan Khilafah.
Hal ini semakin jelas, menunjukkan kepada kita, bahwa Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam akan benar-benar meliputi ujung timur dan barat dunia, sebagaimana dikabarkan Rasulullah Saw. Insya Allah, di bawah nauangan Khlafah yang semakin dekat. Amin. [m/z/f/maghrebchabab/htdk/syabab.com]
Lihat Video
Lihat Foto:

Post a Comment