Sepertinya, negeri Syam telah menjadi bumi Syuhada, dimana anak-anak tak berdosa serta orang tua, dan warga sipil tak bersenjata telah dibantai oleh gang keji Assad, penguasa diktator Suriah. Darah syuhada pun mengalir hampir di setiap saat.
Sebuah video di Halfaya, Kafaral Wathan, memperlihatkan beberapa syuhada bocah cilik, termasuk balita berlumuran darah, berada diantara deretan para syuhada. Anak-anak tak berdosa ini akhirnya syahid setelah dibantai oleh rezim Bashar al-Assad, Jumat, 24/02/2012.
Seolah-olah, di bumi Syam, satu persatu setiap hari, keluarga pergi ke jannah. Setelah beberapa waktu lalu di Idlib dan Hama, dan di hari yang lain di Halfaya. Lalu bagaimana dengan setiap hari kita, apa yang telah kita lakukan untuk menolong saudara-saudara kita di bumi Syam?
Ketika bayi-bayi kecil menjadi korban kebrutalan Assad, sementara dunia diam membisu. Warga Suriah mempertanyakan diamnya dunia atas pembantaian yang nyata ini. Di manakah palang merah? Di manakah mereka yang mengaku kelompok hak asasi manusia? Di manakah lembaga yang mengurusi anak-anak, UNICEF? Semua hanya diam, karena memang umat Islam tidak berharap kepada mereka. Hanya Allah tempat bergantung, bukan mereka.
Umat Islam benar-benar membutuhkan satu kesatuan politik yang akan menyatukan kaum Muslim sedunia, serta menjaga jiwa dan kehormatan umat ini. Umat benar-benar membutuhkan Khilafah, sebagai institusi perisai umat.
Umat tidak butuh PBB, Liga Arab, Dewan Keamanan, Amerika, Rusia atau negara-negara Barat lainnya, seperti ditegaskan oleh kaum Muslim Syam. Umat ini hanya menanti pertolongan Allah yang semakin dekat. Insya Allah, kemenangan tak akan lama lagi. [m/syirian.revolution/syabab.com]
Sebuah video di Halfaya, Kafaral Wathan, memperlihatkan beberapa syuhada bocah cilik, termasuk balita berlumuran darah, berada diantara deretan para syuhada. Anak-anak tak berdosa ini akhirnya syahid setelah dibantai oleh rezim Bashar al-Assad, Jumat, 24/02/2012.
Seolah-olah, di bumi Syam, satu persatu setiap hari, keluarga pergi ke jannah. Setelah beberapa waktu lalu di Idlib dan Hama, dan di hari yang lain di Halfaya. Lalu bagaimana dengan setiap hari kita, apa yang telah kita lakukan untuk menolong saudara-saudara kita di bumi Syam?
Ketika bayi-bayi kecil menjadi korban kebrutalan Assad, sementara dunia diam membisu. Warga Suriah mempertanyakan diamnya dunia atas pembantaian yang nyata ini. Di manakah palang merah? Di manakah mereka yang mengaku kelompok hak asasi manusia? Di manakah lembaga yang mengurusi anak-anak, UNICEF? Semua hanya diam, karena memang umat Islam tidak berharap kepada mereka. Hanya Allah tempat bergantung, bukan mereka.
Umat Islam benar-benar membutuhkan satu kesatuan politik yang akan menyatukan kaum Muslim sedunia, serta menjaga jiwa dan kehormatan umat ini. Umat benar-benar membutuhkan Khilafah, sebagai institusi perisai umat.
Umat tidak butuh PBB, Liga Arab, Dewan Keamanan, Amerika, Rusia atau negara-negara Barat lainnya, seperti ditegaskan oleh kaum Muslim Syam. Umat ini hanya menanti pertolongan Allah yang semakin dekat. Insya Allah, kemenangan tak akan lama lagi. [m/syirian.revolution/syabab.com]

Post a Comment