HIP Tulungagung Bahas Agenda Di Balik Pembatasan BBM Bersubsidi


HTI Press. Bertempat di aula kelurahan jepun kecamatan tulungagung kabupaten tulungagung, Hizbut-tahrir DPD II Kabupaten tulungagung  menyelenggarakan Halqah Islam & Peradaban pada tanggal 19 Pebruari 2012 dengan mengambil tema “Ada apa dibalik pembatasan BBM Bersubsidi?”. Dengan menyebar undangan 500 an, ternyata antusiasme warga masyarakat tulunggagung cukup besar mendengarkan pemaparan ketiga pemateri yaitu Ust. Karni Saiful Islam, MT yang selaku anggota DPD I HTI Jawa Timur dan sebagai dosen teknik Universitas Negeri Malang. Bapak Wahyu Sugeng Riyadi, S.Kom yang ketua LSM Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Kabupaten tulungagung sebagai pembicara ke dua dan Ust. Syamsidar Parambudi Selaku ketua departemen Maslahiah HTI Kabupaten Tulungagung.
Acara yang dibuka oleh Ust. Dr. Ali Syafiudin selaku ketua DPD II Tulungagung ini berlangsung mulai jam 08.00 hingga waktu dhuhur ini diharapkan memberikan pencerahan kepada warga tulungagung bahwa upaya pembatasan BBM bersubsidi ini merupakan rangkaian kemaksiatan yang dilakukan penguasa karena mengikuti arahan-arahan Negara kapitalis. Dan kemaksiatan ini akan menghantarkan pada kesempitan hidup di dunia maupun di akhirat, untuk itu umat Islam harus kembali merujuk Al-Qur’an dan As-sunah untuk menyelesaikan segala problem hidupnya termasuk bagaimana negara mengelola BBM untuk rakyatnya.
Pembicara 1 Ust. Karni memaparkan secara lugas tentang siapa yang bakal diuntungkan dalam liberalisasi sektor hilir migas ini tidak lain adalah korporasi terutama korporasi asing. Pembicara 2 bapak wahyu menyampaikan secara pribadi beliau tidak setuju dengan upaya pemerintah membatasi bbm bersubsidi, namun kapasitasnya sebagai ketua LSM Perlindungan Konsumen beliau hanya dapat membantu apabila sebagai konsumen rakyat dirugikan dari setiap transaksi-transaksi perdagangan baik yang dilakukan pemerintah, perusahaan ataupun perorangan.
Pembicara 3 menutup dengan solusi tuntas problem BBm ini hanyalah umat harus kembali pada Islam dengan total yakni penegakan syariah dalam bingkai daulah khilafah. (choi)