Empat Tentara Pimpinan AS Terluka di Afghanistan Timur


Sedikitnya empat tentara pimpinan Amerika dengan aliansi militer Barat, NATO,  di antara korban terluka dalam ledakan bom mobil di Afghanistan timur.
Pejabat pemerintah mengatakan total 19 warga sipil Afghanistan, aparat penegak hukum, dan empat pasukan pimpinan Amerika di antara korban terluka dalam ledakan bom mobil di gerbang bandara Jalalabad di provinsi Afghanistan timur dari Nangarhar sebelumnya pada Senin kemarin (27/2).
Sedikitnya sembilan orang tewas dalam insiden bom mobil tersebut.
Pejuang Taliban mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu, mengatakan hal tersebut dilakukan sebagai pembalasan terhadap pembakaran Al-Qur'an oleh pasukan AS pada tanggal 21 Februari lalu.
Tujuh tentara AS juga cedera dalam serangan granat di pangkalan mereka di bagian utara Provinsi Kunduz, hari Minggu sebelumnya..
Afghanistan telah mengadakan demonstrasi selama hampir satu minggu mengecam penodaan Al-Qur'an oleh pasukan AS di Afghanistan.
Setelah penodaan Alquran Presiden AS Barack Obama mengirim surat kepada timpalannya dari Afghanistan Presiden Hamed Karzai, meminta maaf atas tindakan pasukan Amerika di Afghanistan. Obama mengatakan kepada Karzai bahwa insiden itu tidak disengaja.
Namun Afghanistan menolak permintaan maaf dan menuntut penarikan segera semua pasukan asing dari negara mereka. Insiden itu telah memicu aksi protes marah terhadap pasukan AS dan NATO di Afghanistan dan negara-negara Muslim lainnya.
Lebih dari 30 orang tewas dalam aksi protes di Afghanistan.(fq/prtv)