"AS Membuat Opini yang Menyesatkan Terkait Kemajuan Perang Afghanistan"

Seorang perwira Angkatan Darat Amerika Serikat menuduh militer Amerika membuat opini yang menyesatkan terkait kemajuan dalam perang di Afghanistan.

Letnan Kolonel Daniel Davis dengan sengaja mematahkan argumen militer AS yang setelah menghabiskan satu tahun di negara itu, sembari mengeluarkan penilaian suram dan menuduh atasannya menutupi realitas keras yang mengganggu misi militer AS di Afghanistan.
"Apa yang saya lihat sangat membosankan dan sama sekali tidak mirip dengan pernyataan resmi yang disampaikan oleh para pemimpin militer AS tentang kondisi di lapangan," tulis Davis dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalamArmed Forces Journal sebuah surat kabar swasta yang tidak berafiliasi dengan Pentagon.
"Sebaliknya, saya menyaksikan tidak adanya keberhasilan di hampir setiap tingkatan," tulisnya di bawah judul, “Truth, Lies And Afghanistan: How military leaders have let us down.
Pejabat pemerintah lokal Afghanistan gagal untuk melayani penduduk Afghanistan dan pasukan keamanan mereka enggan untuk melawan pemberontak atau berkolusi dengan Taliban, ia menulis.
"Berapa banyak lagi orang harus mati dalam mendukung misi yang tidak berhasil di belakang laporan optimis oleh para pemimpin senior AS di Afghanistan?" Katanya dalam artikelnya.
Davis juga dilaporkan memiliki pandangan pesimis dengan beberapa anggota Kongres dan menulis versi klasifikasi artikelnya untuk Departemen Pertahanan, sebuah langkah yang sangat tidak biasa bahwa ia memang mengharapkan akan adanya kemarahan dari komandannya yang hal itu akan memperpendek karir profesionalnya.
"Letnan Kolonel Davis jelas berhak atas pendapatnya," kata juru bicara Pentogan George Little kepada wartawan, menambahkan bahwa Menteri Pertahanan Leon Panetta "memiliki keyakinan sangat kuat di komandannya di Afghanistan, pada saat mereka memberikan penilaian tentang apa yang terjadi di lapangan dalam perang."
Evaluasi militer dari perang didasarkan pada "analisis yang teliti" dari berbagai sumber dan tidak tergantung pada pandangan satu orang, katanya menegaskan.
Bekerja dengan pasukan militer AS, Davis mengatakan dia melakukan perjalanan 9.000 mil (14.500 kilometer) di sekitar Afghanistan dan berbicara dengan lebih dari 250 tentara selama 12-bulan penugasannya.
Komentar dan anekdotnya mencerminkan pendapat yang sering dinyatakan oleh pasukan Amerika dan koalisi, yang tidak merahasiakan rasa frustrasi mereka dengan pasukan keamanan Afghanistan.(fq/afp)