Ada Apa Pentagon Sowan ke Jakarta?

n00136715-b.jpg (300×189)Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mendatangi Indonesia, dan dis-ambut oleh sejumlah pejabat di Kementerian Pertahanan, Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Kementerian Luar Negeri dan Mabes TNI, guna membahas pentingnya komunikasi publik untuk pembentukan citra dan opini sebuah instansi,

Indonesia dan Amerika Serikat berupaya meningkatkan kerjasama pertahanannya yang dilakukan dalam kerangka kerjasama bilateral kedua negara. Salah satu bentuknya adalah membangun citra positif ke masyarakat dari kerjasama pertahanan yang telah dilaksanakan, khususnya setelah pencabutan embargo tahun 2005.



Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mendatangi Indonesia, dan dis-ambut oleh sejumlah pejabat di Kementerian Pertahanan, Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Kementerian Luar Negeri dan Mabes TNI, guna membahas pentingnya komunikasi publik untuk pembentukan citra dan opini sebuah instansi, Jakarta, Kamis (9/2/2012). 

Terkait hal itu, Kementerian Pertahanan Indonesia bersama Departemen Pertahanan Amerika Serikat/Pentagon (US DoD), menyelenggarakan Workshop Internasional. 

Workshop yang mengangkat tema Enhancing Defence Cooperation on Public Affairs ini di selenggarakan sehari, Kamis 9 Februari 2012 di Kantor Kementerian Pertahanan RI.

Anggota Komisi I DPR, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, menanggapi keda-tangan Pentagon tersebut, "Kedatangan Pentagon ke Indonesia untuk menjelaskan mengenai rencana AS mengurangi anggaran pertahanannya."

Politisi Partai Hanura itu, juga menjelaskan soal kebijakan pertahanan AS terkait posi-sinya di Asia Pasifik. Menurutnya, AS akan menambah konsentrasinya ke wilayah Asia Pasifik, tetapi bukan dengan menambahkan pasukan, melainkan dengan cara diplomasi.

Pengamat pertahanan, Mufti Makarim menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang mengundang tanda tanya besar.Menurutnya jika kedatangan Pentagon ke Indonesia adalah untuk membicarakan kerjasama bilateral antara AS dan Indonesia, mengapa hanya Pentagon saja yang dikirim, tidak dibarengi dengan Kementerian Luar Negeri AS dan sejumlah diplomat lainnya?

Mufti juga mencurigai, kedatangan Pentagon kali ini punya misi khusus. “Pentagon datang ke Indonesia dengan misi khusus, yaitu menjelaskan masalah Darwin, kerjasama militer AS-Singapura dan kebijakan pertahanan AS di Laut China Selatan,” jelasnya.

Makarim melihat, Pentagon berupaya supaya Indonesia bersikap anteng dengan tingkah Amerika di Asia Pasifik terutama rencana pangkalannya di Australia. AS juga sepertinya mulai gerah dengan geliat Indonesia yang mulai memperbaiki pertahanannya dengan membeli berbagai Alutsista untuk mengganti Alutsista lama milik TNI yang termakan usia.

Hal itu tentunya dianggap akan merusak keseimbangan kawasan. Apalagi tiba-tiba Indonesia ingin membeli Leopard 2, tank kelas berat yang sekelas dengan MBT milik Singapura, Malaysia dan Australia.

Di samping masalah pertahanan, Amerika Serikat akan menggelontorkan dana sekira USD15 juta untuk sektor pertanian di Indonesia pada 2012 ini.

Wakil Ketua dan Presiden Emeritus Donald Danforth Plant Science Center Roger N Beachy menuturkan, melalui program tersebut, nantinya Indonesia dapat lebih me-ningkatkan produksi komoditas-komoditas agrikultur.

"Jadi kami memberi kucuran dana sekira USD15 juta untuk sektor pertanian yang ada di Indonesia. Dana tersebut lebih digunakan dalam menjaga keamanan pangan dan produksi agrikultur," ungkapnya dalam siaran persnya, Jakarta, Rabu (8/2/2012).

Adapun dana tersebut diberikan dalam bentuk hibah melalui program Agribusiness Market and Support Activity (AMARTA II) yang akan dilakukan oleh US Agency of In-ternasional Development (USAID) mulai tahun ini.

Nantinya dalam program tersebut, selain membantu di bidang permodalan, AS juga akan membantu meningkatkan kualitas, sumber daya manusia terkait dengan pengembangan komoditas tersebut ke depannya.

"Tapi yang kita lakukan adalah menginvestasi senilai USD15 juta, dengan tujuan membantu pengusaha pertanian dan juga pemerintah Indonesia dalam meningkatkan produksi pangannya," paparnya.

Duta besar Amerika Serikat (AS) Scott Marciel menilai kerja sama antara Indonesia dengan AS ini sangat penting khususnya di sektor pertanian. "Kami sendiri melihat bahwa hubungan kerja sama Indonesia sangat penting digalakkan. Nantinya akan di-usahakan kerjasama di berbagai area," ungkapnya dalam kesempatan yang sama.

Dia menjelaskan, saat ini dunia sedang membutuhkan banyak produksi pangan. AS sendiri melihat Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi pan-gannya, sehingga nantinya dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan pangan di dunia. (okezone/itoday/intlj)