Inilah Demokrasi: "PKS vs Partai Demokrat: Politisi 'Ikan Salmon' & 'Ikan Piranha' Saling Serang"

JAKARTA, RIMANEWS-Nasir Djamil, Wakil Ketua Komisi III DPR dari PKS membalas pernyataan Sutan Bhatoegana, dengan menyebut partai penguasa itu adalah ikan piranha.
"PD itu kan ikan piranha, pikiran dan pembicaraan suka beda," celotehnya, Jumat (6/1).
Sebelumnya, julukan ikan salmon alias intelektual kagetan asal ngomong ditujukan Sutan Bhatoegana dari Demokrat kepada dua partai koalisi yaitu Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Nasir mempertanyakan mengapa Sutan sampai mengeluarkan pernyataan tersebut. Jika ini terkait dengan kasus Century, Nasir akan terus dengan lantang dan konsisten menyuarakanya karena terkadang PD harus diingatkan agar tidak sering mengalami stroke politik.
"Kita konsisten kok dibilang menyerang. Justru Partai Demokrat juga ikut membereskan dan menuntaskan kasus Century agar tidak ada dusta diantara partai koalisi," tutupnya.
Sebelumnya politisi Demokrat Sutan Bhatoegana melontarkan pernyataan tentang adanya sejumlah orang dari partai-partai lain yang terus menggoyang Demokrat dan pemerintahan SBy. Sutan menyebut mereka "ikan salmon" atau singkatan dari intelektual kagetan asal ngomong.
"Yang penting hajar SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), Demokrat, tak peduli apa isinya. Mereka tidak akan diam sebelum syahwat politiknya tersalurkan, sebelum orgasme politiknya tercapai," kata Sutan, Jumat (6/1/2012).
Sutan mengatakan, sejak awal koalisi, pihaknya telah mengimbau bahwa tahun 2010-2012 adalah tahun kerja, tahun 2012 tahun politik, dan 2014 adalah tahun pertarungan. Namun kenyataannya, kata dia, SBY langsung diserang kasus "Cicak versus Buaya" setelah dilantik tahun 2009.
"Selesai itu muncul Century. Ini politik semua. Karena mereka tidak legawa SBY, Demokrat menang. Mereka cari kesalahannya," kata anggota Komisi VII itu.
Sutan mengkritik sikap para politisi partai koalisi yang mempermasalahkan hasil audit forensik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait aliran dana Century. Menurut dia, seharusnya mereka percaya terhadap hasil kerja BPK lantaran pimpinan BPK dipilih oleh DPR.
Sutan mempertanyakan sikap para anggota Dewan yang diam terkait kasus besar lain. Dia memberi contoh skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), kasus semburan lumpur panas Lapindo, kasus rekening gendut pegawai negeri, dan lainnya.
"Kenapa semua diam? Hanya Century-Century saja. Padahal, Bank Century masih ada jadi Bank Mutiara. Ini tipikal 'ikan salmon'. Asal tampil beda. Tapi masyarakat tidak bodoh-bodoh amat. Abaikan saja omongan 'ikan salmon'. Kita kerja saja dengan bagus. Biar rakyat yang akan lihat," ucapnya.
Ketika ditanya apakah yang dimaksud "ikan salmon" berasal dari Partai Golkar dan PKS, Sutan menjawab, "Kan saya bilang, ini politisi kawan-kawan koalisi. Memang dari dua partai itu yang terus menyerang SBY." [ach/MI/KCM]